Mencintai Vampir Dingin

Mencintai Vampir Dingin
Ancaman


__ADS_3

Axel mencari cara bagaimana dia bisa memindahkan Aluna dari tempat ini karena dia merasa bahwa bahaya akan datang pada mereka berdua.


Lebih tepatnya pasti Raja di klan Emeral akan mengejar Axel dan Aluna saat ini.


Maka dari itu Axel harus bisa memindahkan Aluna secepat mungkin karena dia tidak ingin Aluna berada di dalam bahaya.


Apalagi calon anaknya. Tapi Axel merasa dilema saat guru Hong mengatakan bahwa Aluna dan anaknya tidak bisa di selamatkan karena Axel harus menyelamatkan salah satu dari mereka.


Dan hal itu pula lah yang membuat Axel merasa dilema.


" Bagaimana bisa aku membiarkan mu mengandung anak itu sementara kamu tidak sadarkan diri seperti ini Aluna. " Axel menatap kasihan pada Aluna yang tengah terbaring di rumah sakit sudah 4 hari ini.


Aluna di katakan koma karena dia tidak merespon apa pun yang di katakan dokter.


Satu-satunya cara untuk Aluna agar bisa kembali sadar lagi adalah membunuh calon anaknya yang menggerogoti nyawa Aluna.


Axel sendiri di Landa perasaan bingung harus menyelamatkan siapa. Di satu sisi dia mencintai Aluna. Tapi disisi lainnya lagi Axel juga mengkhawatirkan calon anak mereka.


Setelah berpikir, Akhirnya Axel akan menyelamatkan Aluna dan membunuh anaknya demi kehidupan Aluna.


Namun saat dia memilih menyelamatkan nyawa Aluna dan lebih memilih untuk membunuh calon anak mereka di sana lah Aluna terbangun dari tidur panjangnya.


" Axel..." Ucap Aluna untuk pertama kalinya saat membuka mata.


Dia begitu haus hingga suaranya tidak terdengar dengan jelas.


" Aluna, Kau sudah sadar ?" Axel menghampiri Aluna yang baru sadar dari tidurnya.


" Axel...Sakit, Tubuh ku rasanya sakit semua. " Semakin sakit hati Axel saat dia melihat Aluna yang mengeluh kesakitan padanya seperti ini.

__ADS_1


" Aku di mana ini ?" Tanya Aluna lagi saat merasa bahwa tempat ini sangat asing padanya dan aromanya dia seperti tau bahwa dia saat ini tengah berada di rumah sakit.


" Kamu di rumah sakit Sayang..." Melihat Aluna yang seperti ingin meminta tolong padanya membuat Axel mendekat dan membantu Aluna untuk bersandar di tempat tidurnya.


Namun, Baru saja Axel memegang tangan Aluna, Tubuhnya sudah kembali terhempas hingga membuatnya mundur ke belakang.


Beruntung Axel yang cepat tanggap hingga dia tidak kembali lagi menghantam dinding rumah sakit.


Sementara Aluna, Dia merasa khawatir saat melihat Axel yang kesakitan seperti itu.


" Axel, Kamu kenapa ? Apa aku menyakiti kamu ?" Melihat Aluna yang terlihat panik padanya membuat Axel merasa khawatir dan sedih saat melihat wajah kekasihnya yang terlihat sedih seperti itu.


" Aku baik-baik saja Sayang. Tapi kami yang tidak baik-baik saja saat ini Aluna. "


" Aku, Memangnya kenapa dengan aku ?" Tanya Aluna walau dia memang merasa sakit pada seluruh tubuhnya.


Inilah yang paling berat bagi Axel untuk mengatakan yang sebenarnya pada Aluna bahwa anak mereka yang sangat berpengaruh terhadap kesehatan tubuh Aluna saat ini.


Deg !


Jantungnya seakan berhenti berdetak dan tanpa di komando air matanya langsung turun dengan deras.


Tangannya terulur untuk menyentuh perutnya dan mengusapnya dengan lembut.


Benarkah bahwa dia tengah mengandung ? Ini anaknya dengan Axel kan ?


Tatapannya beralih pada Axel yang sejak tadi terus saja menatap padanya.


" Apakah ini anak kita ?" Tanya Aluna dengan matanya yang masih di banjiri dengan air mata.

__ADS_1


" Ya, Itu anak kita. Tapi maaf, Aku tidak bisa menyentuhnya sayang. Aku tidak bisa membantu mu untuk mengurangi rasa sakitnya. Tapi aku bisa membuat mu tidak lagi merasakan sakitnya. Anak itu tidak bisa hidup di rahim mu Aluna. Aku adalah keturunan penguasa kegelapan dan ayah ku seorang iblis. Kau manusia yang suci, Untuk itu kau tidak bisa mengandung anak kita Aluna. Aku tidak bisa membiarkan mu untuk mempertaruhkan nyawa mu demi anak itu. "


" Apa maksud kamu Axel ?" Tanya Aluna pada Axel yang seperti tidak senang dengan kehamilannya saat ini.


" Anak itu Aluna. Anak itu tidak bisa hidup. Kamu harus menguburkannya. Aku akan membunuh anak itu demi kamu Aluna. Aku lebih baik kehilangan 1000 anak sekaligus dari pada saku kehilangan satu orang seperti mu Aluna. "


" Tidak ! " Aluna menjerit sebisanya untuk menolak apa yang di katakan Axel. Dia tidak akan membiarkan Axel mencelakai anaknya apalagi sampai membunuhnya.


Tidak akan ! Aluna tidak akan membiarkan itu terjadi padanya dan juga anak yang ada di kandungannya saat ini.


" Aluna dengarkan aku dulu Sayang, Kita tidak bisa membiarkan anak itu. Nyawa mu bukan hanya menjadi incaran klan Emerald saja, Klan Hyun Jii dan Klan Shu Gell juga menunggu saat-saat seperti ini Aluna. Mereka menginginkan darah daging ku untuk kepentingan mereka semua Aluna. "


" Aku tidak akan membiarkan siapa pun menyakiti anak ku. Aku tidak akan membiarkan merek menyakiti anak ku. Tidak akan !" Ucap Aluna dengan nada tinggi karena dia tidak akan membiarkan siapapun mencelakai anak ku dan memilikinya. Aku ibunya dan aku tidak akan membiarkan siapa pun berbuat jahat padanya. Selama aku masih hidup aku tidak akan membiarkan merek menyakiti anak ku. " Axel terlihat sangat frustasi dengan semua ini.


Bagaimana lagi dia harus menjelaskan pada Aluna bahwa apa yang di pikirkan Aluna tidak semudah yang wanita itu pikirkan.


" Tolong dengarkan aku Aluna. Ini tidak semudah yang kamu bayangkan. Tidak semudah itu Aluna. Peperangan besar akan terjadi sebentar lagi Aluna. Dan mereka mengincar mu dan anak kita. Jika mengincar mu aku masih bisa melindungi mu. Tapi jika dalam keadaan kau mengandung seperti ini, Aku tidak bisa melindungimu karena aku sendiri pun tidak bisa menyentuh mu Aluna. Tolong mengerti perasaan ku saat ini. " Axel sudah tidak tau lagi bagaimana caranya dia bicara dan menjelaskan semua ini pada Aluna.


Bahkan rasanya dia ingin sekali berteriak dan menjerit untuk meluapkan perasaan kesalnya saat ini yang tidak bisa dia katakan dengan jelas pada Aluna.


" Tolong mengerti aku Aluna. " Pintanya dengan sangat karena Axel sudah tidak tau lagi bagaimana caranya menjelaskan semua ini pada Aluna yang sangat keras kepala.


" Kamu memohon pada ku seolah kamu tidak mencintai aku dan anak kita. "


" Bukan seperti itu Aluna, Tidak seperti itu Sayang. Aku mencintai anak kita. Tapi aku juga sangat mencintai mu. Aku tidak bisa melihat mu terus merasakan rasa sakit seperti ini jika terus mempertahankan anak kita. Aku tidak bisa Aluna. Tolong mengerti akan kekhawatiran yang kurasakan saat ini. Aku mohon..."


" Tapi orang tua mana yang rela dan tega membunuh anaknya sendiri Axel. Siapa ? " Tangis Aluna kembali pecah saat membayangkan bagaimana anak yang ada di kandungannya akan di bunuh begitu saja oleh ayahnya sendiri.


Axel tidak sanggup melihat Aluna yang menangis seperti itu. Tapi ingin menenangkannya pun bagaimana ?

__ADS_1


Axel tidak bisa menyentuh Aluna.


...πŸ§›πŸΌπŸ§›πŸΌπŸ§›πŸΌ...


__ADS_2