Mencintai Vampir Dingin

Mencintai Vampir Dingin
Langit Ikut Bersedih


__ADS_3

Aluna sudah kembali ke rumahnya, Dan tepat saat dia sampai di rumahnya, Dia mendapati bahwa ke-dua orang tuanya telah meninggal dunia.


Kakinya melemas hingga dia terduduk di tanah karena tidak kuat menopang tubuhnya saat ini.


Brugh...


" Ibu, Ayah..." Alina terduduk di tanah saat melihat begitu banyak rangkaian bunga bertuliskan turut bersuka cita atas meninggalnya ayah dan ibunya.


Raganya tidak sekuat itu untuk bisa bertahan dengan berita buruk ini.


Melihat Nona kesayangan rumah besar ini telah kembali, Membuat Penjaga rumah langsung menghampiri Aluna dan membawanya masuk ke dalam.


" Kenapa bisa ? Kenapa bisa seperti ini Paman ?" Tanya Aluna pada penjaga rumahnya.


Dia tidak menyangka jika Ayah dan Ibunya pergi secepat ini.


Inikah mimpinya selama ini ? Bayangan bayangan menyedihkan itu ternyata benar terjadi bahwa orang tuanya telah meninggal dunia.


" Ikhlaskan Tuan dan Nyonya, Mereka sudah tenang sekarang dan keinginan mereka hanya satu. Mereka ingin kamu hidup dengan bahagia setelah ini. " Tangis Aluna


Langit pun seakan ikut bersedih dengan apa yang dirasakannya.


Aluna sangat bersedih dengan kenyataan ini bahwa dia orang tuanya meninggal karena dirinya.


Alina menyalahkan dirinya sendiri karena dia berpikir jika saja waktu itu dia tidak mencoba bunuh diri mungkin dia tidak akan mengalami semua ini.


" Ini salah ku Paman, Ini salah ku. Aku yang bersalah di sini. Mungkin jika aku menuruti Ayah dan Ibu, Semua ini tidak akan terjadi. Mereka tidak akan meninggalkan ku seperti ini. " Aluna terus saja menangis di dalam dekapan Paman pengasuhnya.


Bukan pengasuh, Tapi gurunya di rumah setelah pulang sekolah sejak dulu bahkan hingga sekarang.


" Jangan pernah menyesali apa pun yang telah terjadi dalam hidup kamu. Sekarang saatnya kamu bangkit dan memulai hidup baru. Bersihkan diri kamu dan Paman akan mengantar mu ke makam mereka. " Aluna pun di bantu pelayan rumahnya untuk kembali ke kamar dan membersihkan diri.


Dia sudah seperti raga yang tak bernyawa saat ini.

__ADS_1


Aluna hancur, Dia telah hancur karena orang tuanya telah meninggalkannya. Itu adalah pukulan terbesar baginya.


Bahkan air matanya terus saja mengalir karena saat mengingat bagaimana dia yang selalu menentang keluarganya hanya demi Antonie pria yang telah mengkhianati dirinya.


" Ayah, Ibu.." Alina terus memanggil orang tuanya.


Melihat Nona kesayangan mereka menangis dengan begitu pilu membuat mereka juga merasakan kesakitan yang sama dengan yang di rasakan Aluna.


" Sabar Nona, Kami mengerti akan kesedihan Nona. Tapi biarkan Nyonya dan Tuan pergi karena mereka terlalu lelah mencari Anda selama ini. Hingga menyebalkan kecelakaan itu terjadi. " Semakin deras air mata Aluna saat mendengar penjelasan dari pelayan rumahnya.


" Nyonya sangat terpukul dengan kepergian Anda Nona. Nyonya akan menangis setiap malamnya karena merindukan Nona. "


" Lalu pria itu ?" Merek mengerti dengan semua yang di pertanyakan Aluna saat ini.


" Dia adalah sumber bebannya bagi Nyonya karena pria itu terus saja mendesak Nyonya dan Tuan untuk mencari Anda agar pernikahan tetap berlangsung. Bahkan dia juga ketahuan menggelapkan banyak uang perusahaan yang membuat Tuan besar juga terpuruk. Perusahaan hampir bangkrut dan beruntung Tuan bisa mengembalikan semuanya. Hanya saja, Tuan terlibat hutang yang begitu banyak. " Amarah Aluna memuncak saat mendengar penjelasan dari pelayan rumahnya yang mengatakan bahwa Antonie yang menjadi pemicu lainnya lagi.


" Di mana dia ?" Tanya Aluna yang sudah di kuasai amarahnya.


" Sampai mati pun aku tidak akan menikah dengannya. Aku akan membalas apa yang telah di perbuatanya pada ku. " Aluna sudah bertekad bahwa dia akan membalas perbuatan Antonie padanya.


Dia akan membalas setiap apa yang telah di lakukan Antonie pada keluarganya.


" Nona ?" Mereka kaget saat Aluna keluar begitu saja dari dalam bathub dan membersihkan dirinya.


Dia bersiap untuk berkunjung ke makan orang tuanya, Namun saat dia turun ke bawah dia melihat pria bajingan itu sudah berada di rumahnya dan berlagak seolah tidak terjadi apa pun pada mereka.


" Sayang, Kau sudah pulang ? Aku mengkhawatirkan keadaan mu Aluna. " Antonie hendak memeluk Aluna namun dengan cepat Aluna menolaknya dan malah menampar wajah pria itu


Plak !


" Aluna..." Antonie kaget bukan main saat wajahnya di tampar seperti itu oleh Aluna.


Apa kesalahannya hingga Aluna melakukan ini padanya ?

__ADS_1


" Kenapa ? kau kaget iya ?"


" Sayang, Apa salah ku ?" Tanya Antonie yang melihat Aluna seperti tengah memendam perasaan padanya seperti ini.


Perasaan marahnya pada Antonie.


" Kau bertanya apa salah mu ? kesalahan yang mana yang ingin kau ketahui ? Apa aku harus menjelaskan semua kesalahan mu pada ku ? Tentang perselingkuhan mu dengan model itu ? Kejahatan mu yang merugikan perusahaan ayah ku ?"


Deg !


Antonie tidak bisa berkata apa pun lagi saat ini, Tapi dia tidak ingin mengaku begitu saja karena dia berusaha untuk membujuk Aluna lebih dulu.


Dia tidak boleh kehilangan Aluna dan seluruh harta kekayaan keluarga ini.


Tidak boleh, Antonie tidak boleh kehilangan apa yang sudah berada di depan matanya saat ini.


" Aluna Sayang, Siapa yang mengatakan ini pada mu ? Berita bohong apa ini Sayang ?" Tanya Antonie yang berusaha untuk membujuk Aluna lagi karena dia tau seberapa besar Aluna mencintainya.


" Jangan pernah memanggil ku Sayang karena aku muak dengan itu semua ! Aku muak dengan semua itu. Aku muak melihat pria bajingan seperti mu. Kau pria bajingan Antonie, Aku membenci mu !" Aluna berteriak di depan wajah Antonie meluapkan kekesalan hatinya yang sejak dulu di pendamnya dan baru ini bisa di keluarkan olehnya.


" Kau " Tunjuk Aluna pada Antonie.


" Kau akan membayar semua yang telah kau lakukan pada ku ! Kau akan membayar semua ini dengan mahal Antonie. Mulai sekarang aku memecat mu dari jajaran dewan direksi !"


" Tidak ! Kau tidak bisa melakukan ini pada ku Aluna, Tidak bisa !" Aluna tersenyum miring saat melihat Antonie yang tidak terima dengan keputusannya yang memecat antonie dari jajaran dewan direksi perusahaannya.


" Kenapa tidak bisa ? Aku adalah pewaris tunggal dari keluarga ku dan hanya aku lah satu-satunya anak mereka. Aku yang berhak memecat dan mempekerjakan siapa pun di perusahaan ku. Dan aku tidak ingin melihat pria bajingan seperti mu di dekat ku. Bahkan rasanya menghirup udara yang sama di dekat mu saja aku tidak Sudi. " Ucap Aluna yang langsung meninggalkan Antonie begitu saja.


Dia tidak ingin berlama-lama dengan pria yang telah tega mengkhianatinya hingga seperti ini.


" Aluna...." Antonie terus saja mengejar Aluna, Tapi dia di hentikan oleh penjaga rumah ini yang langsung sigap untuk melindungi Nona mereka dan menjauhkannya dari pria seperti Antonie.


...🧛‍♂️🧛‍♂️🧛‍♂️...

__ADS_1


__ADS_2