Mencintai Vampir Dingin

Mencintai Vampir Dingin
Bertahan Walau Sulit


__ADS_3

Aluna harus bertahan sebisanya untuk mempertahankan anak yang ada di dalam kandungannya.


Walau setiap harinya dia merasa tubuhnya semakin merasa semakin lemah dan tidak berdaya.


Bahkan pada waktu tertentu Aluna tidak bisa menggerakkan tangannya hanya untuk mengambil air minum saja.


Hal itu pula yang membuat Axel semakin tidak mengerti lagi bagaimana harus membujuk Aluna.


Tapi seperti kembali lagi, Seberapa kuat Axel berusaha untuk membujuk Aluna, Itu tidak akan berpengaruh berpengaruh apapun lagi


Karena Aluna tetap akan pada pendiriannya untuk mempertahankan anaknya.


"Aluna...Aku mohon sayang, Sudahi penderitaan ini. "


" Tidak akan. Sampai kapan pun aku tidak akan membiarkan mereka atau siapa pun mengambil anakku. Ini hanya anak ku dan aku akan melakukan apapun demi anakku. "


Brak !


Axel langsung mengalihkan pandangannya saat mendengar ada suara kegaduhan di luar kamarnya bersama Aluna saat ini.


" Ayo ikut aku Aluna. "


" Tidak. Aku tidak ingin kemana pun. "

__ADS_1


" Ini demi kamu dan anak kita Aluna. Kita harus pergi sekarang sebelum mereka menemukanmu disini. " Axel pun langsung membawa tubuh Aluna untuk pergi ke kamar ibunya karena itu lah tempat paling aman saat ini untuk Aluna bersembunyi dari kejaran klan emerald yang benar-benar sudah berani menyerangnya bahkan masuk kedalam rumahnya seperti ini.


" Aku mohon lindungi aku dan anak kita. " Pinta Aluna dengan sangat pada Axel yang terlihat sudah berubah menyeramkan saat ini.


" Axel...aku mohon..."


" Berlindung di dalam kamar ibu ku, Memohon pada Tuhan mu dan juga ibuku untuk menyelamatkan nyawa kita semua. Berikan darahmu dan persembahkan dirimu dan datang pada ibu ku sebagai menantunya. " Aluna menggelengkan kepalanya karena dia tidak mengerti dengan apa yang dikatakan Axel padanya saat ini.


Aluna sama sekali tidak mengerti apa yang di maksud dengan persembahan bagi ibu dari Axel.


" Aku mohon Aluna, Dengarkan aku kali ini dan turuti apa yang aku katakan. " Axel pun membawa Aluna kedalam kamar ibunya dan mengunci Aluna di dalam sana.


" Apa pun yang terjadi jangan pernah membuka pintu ini Aluna. Pintu ini tidak akan bisa terbuka dengan jika tidak kamu yang membukanya. Karena kamar ini memiliki perlindungan kuat dari mendiang ibu ku dan ayah ku. Jadi aku mohon apa pun yang terjadi di luar sana jangan pernah keluar. Sekali pun kau mendengar suara rintihan dari ku. Aku tidak akan merintih dan memanggil namamu walau aku kesakitan sekali pun. "


" Tapi Axel--"


Cup...


Axel memberikan kecupan di kening Aluna dan pergi meninggalkannya di kamar ibunya.


Dia menghadapi bencana yang memang sudah menyerang mereka saat ini.


Maka dari itu Axel harus bisa menyelesaikan semua ini agar kehidupan mereka bisa berjalan dengan baik tanpa takut dengan semua ini.

__ADS_1


Apalagi anak yang di kandung Aluna saat ini, Anak mereka akan menjadi penguasa hebat jika memang benar Aluna bertahan dengan semua ini.


Di salam kamar ibunya Axel, Aluna merasa takut di dalam sini.


Apalagi saat dia masuk angin langsung berhenti menerpa wajahnya dan lilin di dalam sini langsung hidup menerangi dirinya saat ini.


" Selamat datang menantu ku Aluna..."


" Siapa itu ?" Tanya Aluna yang merasa ketakutan saat mendengar suara itu.


Apalagi di sini tidak ada siapa pun dan juga Axel sudah mengatakan bahwa ini adalah kamar mendiang ibu dan ayahnya.


Jadi apa ini suara dari arwah mereka ?


" Si-siapa di sana ?" Tanya Aluna yang ketakutan karena ruangan ini semakin menyeramkan.


" Ahhhkkk...." Aluna berteriak ketakutan saat melihat ada sosok bayangan hitam yang keluar dari lukisan di depannya saat ini.


" Kau tidak bisa melihat wujudku Aluna, Kau hanya bisa melihat bayangan hitam ku saja. "


" Ta-tapi apakah anda ibunya Axel ?"


" Panggil aku ibu suri Sayang. Karena aku adalah ibu mu juga." Suara itu terdengar begitu lembut tapi terasa menyeramkan juga.

__ADS_1


" Persembahkan darah mu untuk ku sayang, Maka aku akan masuk ke dalam raga mu untuk membantu Axel menghadapi mereka. Persembahkan diri mu untuk ku Aluna..."


...πŸ§›πŸΌπŸ§›πŸΌπŸ§›πŸΌ...


__ADS_2