Mencintai Vampir Dingin

Mencintai Vampir Dingin
Bersedih


__ADS_3

Aluna benar-benar di antar pulang oleh Axel ke tempat di mana pertama kali dia masuk ke dunia ini.


Walau perjuangannya sangat berat untuk bisa sampai di tempat ini, Tapi Axel benar-benar mempertaruhkan nyawanya demi Aluna.


" Kenapa diam saja ?" Tanya Aluna saat sejak tadi perjalanan mereka Alex terus saja diam dan tidak berbicara apa pun lagi setelah mereka keluar dari rumah besar itu.


Yang ada hanya Axel yang berubah menyeramkan terlihat seperti tengah waspada.


" Apa pun yang terjadi nanti jangan pernah berbalik arah dan menatap ke belakang. "


" Tapi kenapa ? Kenapa harus seperti itu ? Kamu tidak mengatakan apa pun sejak tadi kita keluar dari rumah. " Aluna malah berhenti menghalangi jalannya.


Dia menatap Axel dengan dalam dan begitu juga sebaliknya. Axel melakukan hal yang sama dengan Aluna.


Keduanya saling menatap hingga saat Axel mendekat pada Aluna jantung Aluna semakin berdetak kencang. Apalagi tatapan Axel yang begitu tajam membuatnya semakin salah tingkah.


" Jangan pernah bertanya dengan apa yang sudah ku larang untuk mu. Jika aku bilang jangan melihat ke belakang maka itu yang harus kamu lakukan. Kamu tidak harus melakukan itu karena aku sudah melarangnya. Dan sini, " Axel menunjuk dada Aluna dengan jarinya.


" Tanamkan nama ku di sini dan selalu lah ingat aku dalam setiap saat maka aku akan selalu berusaha kembali pada mu kelak. Aku harap kita bisa bertemu secepatnya. " Tanpa di duga mereka, Saat Axel menyentuh dada Aluna, Cahaya biru keluar dari diri mereka berdua yang membuat kupu-kupu berterbangan di dekat mereka berdua.



Bukan hanya itu saja, Bahkan dedaunan serta bunga pun ikut berterbangan di dekat mereka dengan angin yang berhembus dengan seirama.


Axel merasakan itu, Apalagi saat tangan Aluna menyentuh dadanya, Axel merasakan sesak di tempat itu tapi dia juga merasakan bahwa kesakitannya berangsur hilang saat Aluna menarik tangannya.


Dia masih menatap pada Axel yang terlihat kesakitan seperti itu.


" Kamu baik-baik saja ?" Tanya Aluna yang merasa panik dengan keadaan Axel saat ini.


Axel yang mendapatkan pertanyaan seperti itu dari Aluna hanya bisa mencoba membiasakan dirinya karena dia tidak ingin membuat Aluna mengkhawatirkan keadaanya.


Ini yang sama sekali tidak di inginkan Axel karena dia berat sekali melepaskan Aluna, Tapi bagaimana lagi mereka memang harus berpisah karena Axel tau bahwa saat ini orang tua Aluna tidak baik-baik saja.


Perlahan Axel bisa kembali melihat masa depan yang tiba-tiba saja datang dalam dirinya dan tadi malam, Dia bisa melihat bahwa orang tua Aluna dalam keadaan berdarah dan tak sadarkan diri.


" Terus lah tersenyum seperti ini Aluna. Terus lah bahagia di sana agar aku bisa tenang di sini. Satu hal lagi, Jangan pernah datang ke tempat itu lagi. Apa pun keadaannya jangan pernah datang ke sini lagi. Kau paham ?" Aluna menganggukkan kepalanya saat Axel juga menarik sudut bibirnya hingga membentuk sebuah senyuman di untuk Aluna.


" Berjanjilah jika aku memanggil nama mu, Kamu akan datang pada ku walau dalam bentuk yang lain. Tolong terus lah bersama ku. "


Srek...


Axel langsung melihat ke arah sumber suara saat mendengar dari kejauhan bahwa dia mencium aroma dari musuhnya.

__ADS_1


Siapa lagi jika bukan Shu Gell.


Dengan segera Axel menarik tangan Aluna dan menggendong tubuhnya.


" Axel..." Aluna kaget saat Axel membawanya begitu saja dan berlari dengan kecepatan kilat.


" Axel, Ada apa ini ? Apa ada yang mengikuti kita ?" Tanya Aluna dengan panik saat melihat wajah Axel kembali berubah menjadi lebih menyeramkan lagi.


Bahkan dari jarak sedekat ini wajah Axel terlihat sangat tampan dengan mata merahnya, Luar biasa sekali wajah Axel dan Aluna menyukainya.


" Pegangan dengan erat Aluna, Pejamkan mata mu jika kau takut. "


" Aaahhkkkk...apa itu Ax, Apa itu ? " Tanya Aluna dengan panik saat melihat ada tombak yang melewati mereka begitu saja.


Kepanikan Aluna semakin bertambah saat melihat ketiga teman Axel yang pernah datang ke rumah besar itu juga ikut berlari di sisi mereka seakan menjadi tameng bagi Aluna dan Axel.


" Arah Utara Ax, Mereka semakin dekat. " Axel mendengar apa yang di katakan Arnelo pada Axel yang terus saja berlari sementara Andreas dan Deuso menghalangi serangan dari musuh.


Bukan hanya dari Shu Gell saja, Tapi Guru Hong merasa bahwa klan Juang Hin juga mengejar merek saat ini.


Sret...


" Axel..." Aluna kaget saat melihat tangan Axel yang terkena ranting pohon dan terluka.


" Tapi Ax, Kamu---"


" Pejamkan mata mu sekarang Aluna !" Sentak Axel lagi dan Aluna pun melakukannya.


Mendapatkan bentakan seperti itu dari Axel membuat Aluna pun memejamkan matanya, Alex tidak bisa melakukan lebih banyak lagi.


Ini semakin panas, Matahari sangat terik hingga membuat tenaganya banyak terkuras karena membawa Aluna berlari seperti ini.


Guru Hong yang mengerti akan keadaan Axel yang semakin melemah membuatnya langsung menyuruh Andreas untuk membawa Aluna.


" Axel, Ax kamu baik-baik saja ?"


" Ayo pergi !" Andreas menarik Aluna begitu saja saat Axel menurunkannya.


" Tidak, Aku ingin melihat Axel lebih dulu. " Aluna tidak ingin pergi dengan Andreas karena melihat keadaan Axel yang seperti itu.


" Pergi Aluna, Mereka semakin dekat. " Aluna menggelengkan kepalanya namun dia tidak bisa melakukan apa pun lagi saat Axel menyuruh Andreas untuk membawanya pergi dari sini.


" Bawa dia Andreas, Mereka semakin dekat. "

__ADS_1


" Tidak Axel, Jangan bawa aku tolong, Aku ingin melihat Axel lebih dulu. "


" Jangan bodoh dan menjadi wanita pembangkang jika tidak ingin mati konyol. " Ucap Andreas dengan sarkas pada Aluna berharap manusia menyebalkan ini.


Sudah setengah mati Andreas bertahan di sini agar tidak menerkam Aluna, Tapi wanita ini sangat menyebalkan sekali.


" Tapi Axel--"


Krak !


" Aahhhkkk..."


" Maka jangan jadi wanita bodoh !"


Brugh...


Andreas melemparkan Aluna begitu sata ke atas jembatan karena mereka tidak bisa menembus itu begitu saja.


" Aaahhhkkk...Axel..." Aluna berteriak saat dia di lempar begitu saja oleh Andreas hingga bahunya membentur besi pembatas jembatan itu.


Aluna tidak bisa lagi melihat apa pun di sana selain hanya ada sungai dengan arus yang begitu deras dan sepasang air terjun di sisinya.


Dia merasa sangat sedih dengan semua ini, Apalagi dia yang tidak bisa mengatakan apa pun lagi pada Axel begitu juga dengan Axel yang tidak mengatakan apa pun padanya.


Dia bahagia bisa kembali ke dunianya dan bertemu dengan orang tuanya nanti.


Tapi ada yang membuatnya sedih juga karena Axel tidak mengatakan apapun lagi padanya karena pada dasarnya Axel telah jatuh cinta pada sosok itu.


Mereka berdua terpaksa berpisah karena memang Aluna yang menginginkan perpisahan ini.


Aluna tidak bisa terus berada di sisi Axel walau dia menginginkannya. Dia tidak bisa terus bersama dengan Axel karena keadaan yang tidak berpihak dengan mereka berdua.


Di bawah sana Klan Shu Gell dan Juang Hin sudah sampai di dekat sungai dengan menatap Alex yang terlihat sangat lemas.


Dengan kekutan mereka, Guru Hong berhasil membawa Axel kembali ke rumahnya bersama dengan Arnelo, Deuso dan juga Andreas.


" Kalian terlambat bung !"


Wussss....


Andreas ikut menyusul teman-teman dan menghilang dengan kekuatannya meninggalkan tempat itu.


...🧛‍♂️🧛‍♂️🧛‍♂️...

__ADS_1


__ADS_2