
Malam di mana Aluna dan Axel melakukan penyatuan mereka, Di saat itu juga hujan badai turun.
Axel mengetahui ini semua tidak benar karena memang Takdir akan menentang mereka.
Tapi dia juga tidak bisa membiarkan Aluna pergi begitu saja dan tidak bisa kembali padanya.
" Aku berharap kamu baik-baik saja setelah ini Aluna. Aku sangat berharap bahwa takdir akan kembali mempertemukan kita suatu saat ini. Dan semoga kau bisa melewati semuanya dengan baik. " Ucap Axel setelah melakukan penyatuan dengan Aluna.
Dia membiarkan Aluna tertidur dengan begitu pula setelah penyatuan di antara mereka tadi.
Walau merasa bersalah dengan apa yang di lakukannya terhadap Aluna, Tapi Axel tidak bisa membiarkan Aluna pergi begitu saja darinya maka dia terpaksa melakukan itu dengan Aluna.
Karena jika Aluna sudah menyatu dengannya maka otomatis takdir akan kembali mempertemukan mereka suatu saat.
Dan itu pula yang menjadi ketakutan dan bencana besar bagi kelompok lain.
Seperti yang tengah di rasakan klan Shu Chow saat ini, Mereka begitu panik saat alam memberikan tanda pada mereka bahwa telah terjadi penyatuan antara manusia setengah abadi itu bersama Axel.
" Kenapa aku tidak pernah bisa mengalahkan keturunan iblis itu ? Kenapa ?" Shu Gell mengamuk karena dia kembali kalah dari Axel.
Alam saja sudah memberikan pertanda bagaimana mengerikannya alam saat mereka menyatu, Apalagi jika mereka memiliki keturunan mereka tidak akan bisa membayangkan lagi bagaimana mengerikannya alam.
Karena jika sampai Axel dan Aluna memiliki keturunan, Maka Axel dan Aluna akan hidup abadi selamanya.
Karena axel adalah keturunan Raja dan Ratu sementara Aluna sendiri memang wanita pilihan yang selama ini menjadi incaran mereka semua.
" Tidur dengan lelap, Karena aku akan melihat seberapa mengerikannya badai di luar. " Axel meninggalkan Aluna setelah memastikan bahwa tubuh polos Aluna tertutup dengan selimut.
Dia juga menghidupkan api unggun di tempatnya untuk menghangatkan kekasihnya.
Kekasih ? Ya, Mulai malam ini Axel sudah melabeli Aluna sebagai kekasihnya hingga tidak akan ada yang berani menginginkan Aluna.
Siapa pun yang berniat menyakiti Aluna, Dia akan berhadapan langsung dengan Axel dan siap terbakar oleh api abadi.
Mengingat Api abadi, Axel memilih untuk pergi ke kamar ibunya dan melihat api abadi, Api di mana tempat ibu dan ayahnya terbakar saat itu.
" Ibu, Ayah aku sudah melakukan kesalahan. Aku menyatu dengan Aluna tanpa restu kalian berdua. Tapi aku tidak ingin kehilangan Aluna seperti dulu aku kehilangannya. Jika dulu aku takut kehilangannya, Maka saat ini aku bahkan sangat takut kehilangannya Ibu. " Axel menghampiri lukisan Ibunya yang terpajang dengan rapi di sana.
Dan setiap kali dia menyentuh lukisan itu, Dia merasa mendapatkan kekuatan lagi.
Sementara ayahnya, Axel Hany merasakan permata biru yang tertanam di tubuhnya saja yang semakin membaik setelah hadirnya Aluna.
" Restui aku dengan kekuatan alam Ibu, Restui aku dengan kekuatan langit bersama ku Ayah. Pertempuran akan segera datang, Aku harap Ayah dan Ibu bisa merestui ku dengan restu kalian. "
__ADS_1
Brak !
Pintu kamar Ibunya terbuka begitu juga dengan jendelanya.
Angin berhembus kencang dengan petir yang terus saja menyambar. Itu seperti restu yang di berikan Ayah dan ibunya.
Bahkan pepohonan di luar sana juga ikut merestuinya. Namun keluarga Shu Gell semakin merasakan kepanikan itu.
" Ratu kegelapan itu masih dengan kekuatannya. Sementara Raja iblis pun terus hidup di dalam raga putranya. " Dia mengepalkan kedua tangannya karena merasa bencana besar akan segera datang.
Peperangan tidak akan terelakan lagi, Dan jika mereka tidak segera mendapatkan batu permata biru itu, Mereka tidak akan bisa melawan Axel yang semakin tidak terkalahkan.
Dan mungkin saja setelah pulih, Axel bisa kembali menantang matahari sekali pun.
" Bagaimana pun caranya kalian harus bisa masuk dan membawa wanita itu pada ku. Jika sampai dia mengandung, Ambil janin itu dan aku akan mendapatkan sebagian permata keabadian itu. " Shu Gell begitu berambisi untuk mengalahkan Axel hingga dia melupakan siapa yang akan di lawannya.
Ambisinya membutakan semua yang ada di depan matanya termasuk ingin mengalahkan Axel notabennya adalah sepupunya sendiri.
Luar biasa memang, Tapi itu lah yang terjadi.
Dan malam ini, Axel pun tidak tidur semalaman karena dia ingin memastikan bahwa Aluna tertidur dengan nyaman.
Karena besok pagi dia akan mengantarkan Aluna untuk pergi ke gerbang utama di sungai itu untuk kembali ke alamnya.
Bukan hanya Axel saja, Bahkan guru Hong serta ketiga temannya juga ikut mengawal kepulangan Aluna karena dia ingin memastikan bahwa Aluna akan pulang dengan keadaan baik-baik saja tanpa kekurangan apa pun.
.
.
.
.
.
Pagi pun tiba, Kini saatnya Axel mengantarkan Aluna untuk kembali ke dunianya sebelum matahari naik dan membakar Axel nantinya.
Dia tidak bisa terlalu nama berada di bawah matahari. Maka dari itu dia harus mengantarkan Aluna lebih cepat.
Apalagi Guru Hong dan ketiga temannya sudah berada di sini.
Dia membiarkan Aluna sampai benar-benar bangun sendiri dan membuka mata indahnya.
__ADS_1
Tepat saat Axel baru saja selesai mandi, Aluna terbangun dengan erangan kecilnya.
Secepat kilat Axel langsung menghampirinya dan menelisik keadaan sang kekasih.
" Sshhh..."
" Selamat pagi..." Ucap Axel saat melihat Aluna yang baru saja terbangun dari tidurnya.
Benar-benar sesuai dugaan Axel karena mata Aluna memang sangat indah sekali.
" Pagi ..Sshhh..."
" Maaf..." Ucap Axel saat dia mengetahui bahwa Aluna merasakan kesakitan setelah apa yang mereka lakukan tadi malam.
Aluna tersipu malu karena tatapan yang di berikan Axel sangat menusuk hingga ke jantungnya.
" Aku malu..." Aluna menyembunyikan seluruh tubuhnya di balik selimut tebal itu saat Axel terus saja menatapnya seperti itu.
Axel yang melihat Aluna seperti itu pun dia menjadi gemas sendiri. Aluna sangat menggemaskan jika seperti ini.
" Aku akan membantu mu untuk mandi. Kamu akan ku antar hingga ke air terjun di jembatan itu untuk kembali ke dunia mu. "
Deg !
Jantung Alina berdetak kencang saat Axel menyinggung soal kepulangannya.
Ada perasaan sedih di hari Aluna, Tapi dia benar-benar sangat merindukan keluarganya.
" Bisa kah kita bertemu setiap hari ? Aku janji akan sering mengunjungi Jembatan itu. "
" Tidak ! Jangan pernah datang ke tempat itu Aluna. "
" Kenapa ?" Tanya Aluna yang penasaran karena Axel melarangnya.
" Jangan pernah lakukan itu. Aku mohon. Setelah aku mengantarkan mu pulang jangan pernah datang ke tempat itu. Aku akan berusaha untuk bisa menemui mu. Tapi jangan pernah datang ke tempat itu Aluna, Aku mohon. "
" Lali bagaimana jika aku merindukan mu ?" Ini yang membuat Axel lemah.
Dia tidak bisa menahan perasaan ini untuk Aluna.
Karena rasanya sangat sulit sekali. Apa yang harus di jawab Axel untuk Aluna ?
" Jika merindukanku, Pegang dada mu dan sebut nama ku. Aku akan berusaha untuk menemui mu. Walau hanya dengan bayangan ku saja. "
__ADS_1
...π§πΌπ§πΌπ§πΌ...