Mencintai Vampir Dingin

Mencintai Vampir Dingin
Mulai Dekat


__ADS_3

Aluna mulai membiasakan diri untuk tinggal di sini. Di castil yang sebenarnya indah, Hanya saja karena tidak ada pencahayaan apa pun di malam hari selain lilin yang membuatnya terkadang merinding.


Dia juga sudah tidak sesering itu lagi bermimpi buruk dan melihat bayangan yang entah itu datang dari masa lalu atau masa depan.


Dan itu cukup membuatnya lega karena merasa bahwa dirinya sudah bisa mengendalikan semua ini. Tanpa dia sadari bahwa setiap malamnya Axel lah yang mengambil masa lalu buruknya dan bayangan yang bisa saja membuat wanita itu histeris.


Kemarin, Setelah dia bicara kembali dengan guru Hong, Axel harus menggenggam tangan Aluna saat dia tidur dan mengambil mimpi buruk itu.


Awalnya Axel tidak ingin tapi dasarnya Guru Hong yang mengatakan bahwa berdekatan dengan Aluna bisa membuatnya semakin cepat untuk pulih kembali setelah pertempuran hebat ratusan tahun yang lalu.


Beruntung Axel selamat waktu itu. Tapi dia harus banyak kehilangan kekuatannya hingga menyebabkannya tidak bisa keluar di siang hari karena batu permata biru di dalam dirinya sudah hilang dan hal itu yang membuat dirinya kehilangan banyak kekuatan.


Tapi entah mengapa, Setiap kali dia menyentuh tangan Aluna, Axel merasa bahwa ada magnet besar yang menarik dirinya untuk terus berada di dekat Aluna yang bisa membuatnya merasa perlahan dia mendapatkan kekuatannya kembali.


Apa yang harus di lakukan ya agar cepat pulih kembali ? Apa dia memang harus menikahi Aluna dan menjadikannya pengantin Vampir agar Axel kembali mendapatkan kekuatannya ?


Guru Hong mengatakan padanya bahwa Aluna adalah gadis yang memiliki darah biru. Bisa saja batu permata biru itu ada di dalam diri Aluna hingga Membuatnya nyaman di dekat manusia itu.


Tapi yang membuat Axel berpikir adalah, Bagaimana jika dia menikah dengan Aluna dan menjadikan wanita itu sebagai pengantin Vampirnya ?


Brugh...

__ADS_1


Lamunan Axel terhenti saat mendengar suara benda terjatuh dan saat dia melihatnya ternyata itu adalah Aluna.


" Aduh..." Keluh Aluna yang terjatuh saat mendorong pintu yang ternyata itu adalah ruangan baca dengan banyaknya buku di dalamnya.


" Pakai mata mu untuk melihat jalan. Selain menggunakan kaki mata juga penting untuk berjalan. " Aluna hanya mencebik saja saat pria itu sama sekali tidak menolongnya.


" Ruangan ini bagus. Bagaimana bisa membaca dengan ruangan gelap seperti ini ? Aku rasa jika banyak lampu rumah ini tidak akan menyeramkan seperti ini. " Aluna mencoba membuka percakapan dengan Axel yang sama sekali tidak di responnya.


" Apa aku boleh membaca di sini juga ? Aku ini anak pintar. Hanya saja tidak bisa membaca di ruangan gelap. "


Klik !


" Jangan melihat ku seperti itu dengan mata mu jika tidak ingin aku mencabutnya. "Aluna hanya mengendikan bahunya saja karena dia tidak perduli dengan Axel dan sibuk memiliki buku di rak sana.


" Tapi kenapa aku tidak tau bagaimana cara menghidupkan lampu rumah ini ya ? Apa ini seperti multi fungsi atau otomatis di apartemen ? " Apartemen ?


Axel tidak mengerti dengan yang di sebut apartemen.


" Oh iya, Kamu siapa ? Aku Aluna. Apa kamu Axel ? Terus kenapa kamu bisa setampan ini ? Bahkan kamu lebih tampan dari Antoni manusia jahat itu. " Axel terus saja mengabaikan Aluna karena dia merasa itu sama sekali tidak penting bagi Axel.


" Hey, Kamu itu dengar atau tidak ? Aku itu berkata sama kamu. " Aluna pun kesal karena sejak tadi dia tidak di jawab oleh Axel dan lebih memilih mengambil bukunya.

__ADS_1


Dia melihat wajah Axel yang sudah berubah dan terlihat menyeramkan.


" Apa jika aku mengatakan bahwa aku adalah vampir kau akan percaya ?" Axel langsung membawa tubuh Aluna ke dalam pangkuannya dan kedua mata mereka saling menatap.


Awalnya Aluna tertawa mendengar ucapan Axel yang mengatakan bahwa dia adalah vampir. Namun Axel yang merasa tidak terima karena Aluna menertawakannya pun merasa marah.


Dia langsung merubah matanya yang tadinya biasa kini menjadi merah dan ke-dua taringnya keluar.


" Kamu-- " Aluna ketakutan saat melihat Axel yang sudah berubah seperti itu.


Sumpah demi apa pun Aluna ketakutan dengan apa yang di lihatnya saat ini.


Apakah memang benar sosok makhluk mitologi seperti itu ada ?


Vampir ? Setahu Aluna yang pernah membaca kisah Vampir di buku atau dari media lainnya mengatakan bahwa mereka adalah makhluk penghisap darah dan cenderung tidak bisa terkena sinar matahari.


Dan di sini lah Aluna baru mengingatnya bahwa Axel tidak bisa kena sinar matahari.


" Iya. Aku adalah Vampir seperti yang kamu pikirkan. Aku memang penghisap darah apa kamu ingin menjadi mangsa ku malam ini ?' Aluna langsung menggelengkan kepalanya dengan raut wajah yang ketakutan saat melihat perubahan Axel yang sangat jauh berbeda.


...🧛‍♂️🧛‍♂️🧛‍♂️ ...

__ADS_1


__ADS_2