Mencintai Vampir Dingin

Mencintai Vampir Dingin
Bangkit


__ADS_3

Aluna terus saja berusaha untuk kembali bangkit membuat perusahaan ayahnya kembali normal tanpa dia sadari bahwa beberapa hari ini dia seperti diikuti oleh orang asing.


Aluna juga tidak pernah lagi mendapatkan bayangan-bayangan yang membuatnya ketakutan lagi.


Tapi satu yang dirasakannya, Bahwa perasaannya semakin sensitif saja.


Bahkan beberapa hari ini dia juga terus saja memikirkan keadaan Axel yang ternyata semakin tidak baik-baik saja di sana.


Karena Axel memang terus berusaha untuk bisa kembali pulih dengan terus melakukan apa yang dikatakan guru Hong.


" Kapan aku bisa bertemu dengan mu Aluna ? aku merindukan mu. " Ucap Axel dengan perasaan rindunya terhadap Aluna yang begitu menggebu.


Bukan hanya rasa rindunya saja, Tapi rasa cintanya terhadap Aluna semakin besar dan tidak terbantahkan lagi.


Dia tidak bisa terus berjatuhan seperti ini. Apalagi Aluna yang selalu memanggilnya dengan penuh kerinduan, Rasanya Axel tidak tahan lagi.


Terlebih saat dia merasakan bahwa Aluna berada di dalam bahaya. Rasanya Axel ingin sekali mencabik-cabik pria yang telah berani menyentuh kulit wanita yang sangat di cintainya.


" Aaahhhkkk...." Axel menjerit sekuat tenaganya merasa kecewa dengan dirinya sendiri yang entah sampai kapan berada di dalam pertapaannya seperti ini.


Dia sangat merindukan Aluna, Benar-benar merindukan kekasih hatinya.


Saat Axel berteriak Deuso yang menjaganya langsung terbangun dari tidurnya saat mendengar suara Axel yang begitu menggelegar.


" Aluna....." Dia kembali berteriak hingga burung-burung di luar sana berterbangan karena ketakutan saat mendapatkan suara yang begitu menyeramkan.


" Kau terlihat lebih baik bung, Teruslah dengan pertapaan mu, Bersabar lah setelah hari ini, Karena malam ini adalah malam terakhir untuk mu. Tapi kau harus tetap pada pendirian mu. " Deuso memberikan nasihat pada Axel karena mungkin malam ini tidak baik-baik saja untuknya.


" Aku tidak akan membiarkan mereka menghancurkan pertapaan terakhir ku. " Axel bertekad karena setelah ini dia akan bisa bertemu dengan Aluna kapan pun dia inginkan.


Bahkan jika bisa, Axel ingin hidup bersama Aluna di mana pun dia inginkan.


" Pergi lah, Aku rasa sebentar lagi mereka akan datang. Malam ini adalah malam terakhir. Jadi mereka pasti akan melakukan banyak hal untuk bisa menembus ku. " Deuso mengerti.


Dia bertugas menjaga pertapaan Axel sementara Andreas dan Arnelo berjaga di perbatasan untuk masuk ke tempat ini.

__ADS_1


Merek menjaga semua agar mereka tidak bisa menyerang Axel.


" Apa yang aku dapatkan jika aku bisa menjaga mu sampai fajar tiba esok hari ?" Axel tau apa yang di inginkan temannya ini.


" Apa yang kau inginkan ?" Tanya Axel balik.


Dia suka jika Axel menantangnya seperti ini dan Deuso yakin bahwa Axel sudah mengerti apa yang di inginkannya.


" Bersihkan diri mu jika ingin bertemu dengan ibu ku. Sebut namanya dengan sebuah persembahan dan berikan persembahan mu. " Deuso tersenyum dengan cerah mendapatkan apa yang di impikannya selama ini.


Dia selalu menjunjung tinggi dengan hadirnya Ibu Axel, Sayangnya dia tidak pernah bisa memberikan persembahan itu untuk sah junjungan.


" Ibu ku sangat menyukai persembahan yang luar biasa. Berikan sebuah persembahan yang menurut mu indah untuk ibuku. "


" Aku bahkan memiliki jepit rambut jaman dinasti kerajaan di negara ini. "


" Apa kau yakin ibu ku menerima persembahan mu ?" Deuso kembali berpikir apakah dia bisa menjamu ibunya Axel.


Tapi dia harus kembali yakin untuk semua ini. Karena dia menginginkan sesuatu dari Ibunya Axel.


" Pergi lah. " Ucap Axel dan dia kembali memfokuskan dirinya.


" Aluna, Tunggu aku Sayang. " Ucapnya untuk terakhir kali sebelum dia kembali dalam pertapaannya.


Sementara di tempatnya, Aluna merasa bahwa hatinya tidak tenang sejak tadi.


Entah apa yang di rasakan ya, Tapi pikirannya terus saja tertuju pada Axel yang entah sedang apa di sana.


" Aku harap kamu baik-baik saja di sana Axel, Terus lah berusaha agar kita bisa segera bertemu kekasih ku. " Aluna menikmati sore harinya di dalam mobil untuk kembali ke rumahnya.


Sepanjang jalan menuju rumahnya, Dia merasa hembusan angin yang bertiup seolah menyampaikan rindunya pada Axel.


" Aku merindukan mu Ax, Aku benar-benar merindukan mu. " Ucapnya sekali lagi.


Aluna membiarkan kaca mobilnya terbuka dan angin yang ikut menyapanya dengan lembut.

__ADS_1


Cittt...


Brak...


" Kenapa Pak ?" Tanya Aluna saat tiba-tiba saja mobilnya berhantu mendadak hingga membuatnya ikut terhempas ke depan hingga menyebabkan kepalanya terhantam kursi kemudi supirnya.


" Maaf Nona,Apa anda baik-baik saja ?" Tanya supirnya pada Aluna.


Aluna hanya merasakan sedikit pusing di kepalanya.


Selebihnya dia baik-baik saja.


" Aku baik-baik saja. Hanya saja aku penasaran kenapa tiba-tiba berhenti mendadak seperti ini ?"


" Ada bayangan hitam yang melintas di depan mobil kita. Dia seperti jelmaan Nona. " Aluna memegang kalung yang di berikan Axel waktu itu padanya.


Masih teringat jelas di ingatan Aluna, Bahwa Axel mengatakan bahwa kalung itu milik ibunya.


Permata hitam itu adalah milik Ibunya, Aluna harus menyebut nama Axel dengan hatinya maka kalung itu akan melindunginya di mana pun Aluna berada.


" Aku harap kau bisa melindungi ku saat ini Ax, tolong lindungi aku dalam perjalanan ku saat ini. " Ucap Aluna dengan penuh permohonan di dalam hatinya.


Dia tau, Bahwa saat ini mungkin ada yang mengincar dirinya. Tapi setelah Aluna memegang kalungnya dia merasakan bahwa ada beberapa kiriman kekasihnya untuk melindunginya dari jarak dekat.


" Jalan kan saja mobilnya Pak. Kita harus segera sampai di rumah sebelum semakin malam. "


" Baik Nona..." Mereka pun kembali melanjutkan perjalanan mereka menuju rumah Aluna.


Semetara Axel sendiri dia juga merasakan apa yang di rasakan Aluna saat ini. Bahwa ada yang mengincar kekasihnya.


" Ku harap kau baik-baik saja Aluna. Dan tunggu aku sayang ku. Tunggu aku Aluna, Tunggu aku sayang. " Ucap Axel yang masih saja fokus dengan pertapaannya kali ini.


Karena dia harus menyelesaikan semua ini dengan baik agar bisa kembali pada Aluna.


...πŸ§›πŸΌπŸ§›πŸΌπŸ§›πŸΌ...

__ADS_1


__ADS_2