
Axel terus saja melihat ke arah Aluna yang belum sadar setelah melahirkan Lucas kemarin dan yang membuat Axel tidak bisa tenang karena Aluna yang belum menunjukan perubahan apa pun.
Dia tidak tau harus berbuat apalagi saat ini. Aluna akan hidup kembali atau tidak. Tapi yang pasti Axel ingin aku tetap hidup bersama dirinya dan juga Lucas yang membutuhkan ibunya.
Hidup Axel akan terasa hampa tanpa kehadiran sang istri di dekatnya.
" Aluna, aku mohon bangun sayang. Bangun lah Aluna. " Axel terus memanggil nama istrinya berharap agar Aluna kembali membuka mata indah miliknya untuk Axel.
Karena sudah tidak tau harus melakukan apa lagi akhirnya Axel memilih jalan yang akan membahayakannya.
Terserah jika dia tidak akan memiliki kekuatan penuh lagi yang penting Aluna bisa kembali hidup untuknya maka untuk itu lah Axel harus melakukan ini semua.
" Bangunlah sayang ku Aluna, bangunlah sayang. " Axel mencium bibir Aluna dan memejamkan matanya.
Dia berusaha mengeluarkan permata biru yang berada di jantungnya untuk Aluna.
__ADS_1
Susah payah Axel melakukan hal itu demi Aluna dan saat permata biru itu hampir keluar dari mulutnya pintu kamar Axel dan Aluna terbuka dan menampakan sosok guru Hong yang masuk ke dalam kamarnya dan menghentikan aksi Axel yang ingin menolong Aluna.
" Kau tidak bisa melakukan ini Axel. Jika kau melakukan hal ini kau tidak akan bisa menemani Alina untuk hidup di dunianya. Kau harus ingat itu. " Axel tersadar dan dia teringat akan permintaan Aluna yang meminta mereka untuk kembali ke dunianya dan hidup di dunia Aluna dengan Axel dan juga anak mereka.
" Aku tidak tau apa yang harus aku lakukan untuk Aluna Guru. Jika Aluna vampir mungkin dengan mudah aku akan mengobatinya. Tapi Aluna ini manusia guru walau dia sudah melahirkan anak seorang vampir dia tetap manusia. "
" Pergi ke dunia Aluna dan cari botol yang di balut kain hitam. Di dalamnya ada sebuah guci berwarna putih. Cari itu di dalam kamar orang tua Aluna. " Axel langsung berangkat begitu saja setelah mendapatkan petunjuk dari guru Hong tentang keberadaan obat yang bisa menyembuhkan Aluna.
Seakan takdir memang sudah mempersiapkan ini semua untuknya di mana dia dan Aluna di uji dengan begitu luar biasa dns begitu mudah pula mendapatkan penawarnya.
Axel akan melakukan apa pun demi sang istri. Di tengah perjalanannya dia merasa bahwa banyak yang mengintainya saat ini tapi Axel tidak ingin mengambil pusing tentang itu semua.
Dia terus saja terbang untuk bisa segera sampai di rumah Aluna dan segera kembali lagi sebelum matahari terbenam untuk memberikan obat itu pada Aluna.
" Aku akan melakukan apa pun demi kamu Aluna. Tolong bertahanlah untuk ku. " Axel memegang dadanya.
__ADS_1
Dia berharap Aluna juga merasakan apa yang dirasakannya saat ini.
Karena mereka berdua saling terhubung dengan adanya pertama biru yang mereka miliki.
" Aluna sayang, bertahanlah Aluna ku. Demi Lucas sayang..."
Sret...
" Sial! Mereka mengejar ku. " Ucap Axel saat merasa ada yang memanahnya dari belakang.
" Pergi lah Nak, segera kembali. " Axel seperti mendengar suara ayahnya dari hembusan angin yang tiba-tiba saja gumpalan awal hitam menampilkan sebuah bentuk ayahnya dengan mata yang merah menyalanya.
" Ayah..."
" Pergi lah Nak. Ayah akan mengurus mereka disini. "
__ADS_1
...π§πΌπ§πΌπ§πΌ...