Mencintai Vampir Dingin

Mencintai Vampir Dingin
Manusia


__ADS_3

Hari ini adalah hari dimana Axel akan mulai bekerja di perusahaan milik ayahnya Aluna. Bukan hanya itu saja, dia juga yang akan menjadi pemimpin perusahaan itu untuk membantu istrinya.


Dia akan kembali mengambil alih perusahaan dan membantu istinya. Sementara Aluna, dia hanya memfokuskan dirinya untuk mengurus Lucas dan fokus pada kesembuhan dirinya dulu.


" Kamu terlihat seperti manusia jika begini suami ku. " Axel tersenyum saat mendengar Aluna yang mengatakannya seperti manusia.


Dia memang manusia, dia adalah manusia abadi yang lahir dari seorang ibu yang menjadi penguasa kegelapan dan ayahnya adalah iblis yang menikahi vampir seperti ibunya.


Maka terlahir lah Axel sang manusia abadi penguasa kegelapan.


" Apa aku terlihat tampan dengan pakaian seperti ini?" Tanya Axel pada Aluna karena memang rasanya cukup aneh saat dia mengenakan pakaian lengkap layaknya seorang manusia yang akan pergi ke kantor untuk menjadi uang.


" Suami ku sangat tampan. Kamu adalah pria yang paling tampan yang pernah ku temui di dunia ini. "


" Benarkah seperti itu?" Aluna memundurkan wajahnya saat Axel maju ke arahnya.


Axel tersenyum saat melihat reaksi Aluna yang menjauhinya.

__ADS_1


Dia tidak menyangka jika hidup bersama Aluna akan semenyenangkan ini. Bahagia bersama Aluna itu sangat sederhana sekali baginya.


Jika hanya soal makanan, Axel tidak khawatir untuk itu karena memang makanannya pun bukan makanan seperti vampir lainnya yang memakan dana menghisap darah manusia.


Axel sudah terbiasa makan dengan makanan manusia dan memburu jika menginginkannya saja.


" Apa aku harus mencium mu seperti manusia juga? Seperti seorang suami yang akan pergi bekerja? lalu bagaimana cara menggunakan ponsel ini?" Tanya Axel yang memegang ponsel yang baru saja mereka beli kemarin.


" Apa di dunia vampir tidak ada ponsel?" Axel menatap aneh pada Aluna yang terlihat seperti tengah mengejeknya saat ini.


Melihat reaksi suaminya yang menatap aneh padanya membuat Aluna memeluk tubuh jangkung suaminya.


" Aku rasa kamu akan bisa belajar dengan cepat. Aku percaya sepenuhnya sama kamu. " Axel membalas pelukan dari istrinya yang memang hilang di telan badan besarnya saat ini.


" Aku harap aku tidak mengecewakan mu Aluna, aku harap aku bisa membuat mu bangga dengan ku. " Aluna tersenyum saat mendengar ucapan suaminya yang akan berusaha untuk membahagiakannya seperti itu.


" Sudah, ayo kita dan sarapan. Kamu akan pergi ke kantor. " Axel pun mengikuti Aluna yang membawanya duduk ke meja makan dan mereka sarapan.

__ADS_1


Axel mulai membiasakan diri untuk hidup bersama Aluna dengan kehidupannya.


Setelah sarapan, Aluna mengantar Axel menuju mobil yang sudah di siapkan.


" Aku pergi sayang, Andreas akan di rumah untuk menemani kamu. "


" Iya sayang, hati-hati. " Axel mengangguk dns memasuki mobil.


Dia pergi bersama Arnelo dan juga Deuso menuju perusahaan Aluna. Namun baru saja Axel pergi meninggalkan rumah besar Aluna, istrinya sudah kembali menghubunginya dan mengatakan merindukannya.



" Astaga Aluna, aku baru saja pergi dari rumah dan kamu sudah mengatakan merindukan ku. Apa begini cara hidup bersama manusia?" Aluna hanya tertawa di balik ponselnya.


Dia hanya ingin mengetes apakah Axel bisa menerima panggilan telepon darinya dan ternyata Axel bisa melakukannya.


" Ya sudah suamiku, aku akan mengantarkan makan siang untukmu dan tolong carikan uang yang banyak untuk ku sayang. " Sambungan teleponnya dan membuat Axel hanya bisa menghembuskan nafasnya saja.

__ADS_1


...πŸ§›πŸΌπŸ§›πŸΌπŸ§›πŸΌ...


__ADS_2