
Hari ini adalah hari bahagia keluarga Kusuma. Keluarga kaya itu akan melangsungkan pernikahan putra tunggal mereka Reza Kusuma dengan kekasihnya Charlote Kiehl.
Pernikahan akan di selenggarakan di sebuah hotel ternama. Keluarga Kusuma sudah memboyong semua anggota keluarga untuk datang.
Semenjak kemarin memang sudah dirasa ada kejanggalan, karena rombongan pengantin wanita tidak kunjung datang.
Reza berulang kali menghubungi Charlote, namun hasilnya nihil. Kemudian dia meminta orang untuk mengecek rumah keluarga Charlote, ternyata mereka sudah keluar negeri seminggu yang lalu.
"Oh, **** ... Charlote" Umpat Reza.
Wajah Reza memerah, tampak kekesalan dan kekecewaan yang mendalam
Perasaan patah hati dan kemarahan berkecamuk dalam hatinya.
Charlote dan keluarganya telah menghina dan menginjak injak harga dirinya sebagai lelaki. Tangannya mengepal, buku buku tangannya dan uratnya memutih.
"Gimana Reza, dimana Charlote, keluarga besar sudah menunggu kepastian, mama malu jika pernikahan ini gagal dilaksanakan." kata Nyonya Arwinda.
"Charlote dan keluarganya sudah pergi ke luar negeri seminggu yang lalu ma"
"Apa... tidak... aahh "
Nyonya Arwinda jatuh pingsan.
"Ah, mama, mama"
Nyonya Arwinda kemudian diangkat oleh Reza ke ruangan lain. Yanti sebagai anak Mak Ros, pembantu Nyonya Arwinda, ikut menjaganya.
'Kasian Nyonya, semoga nona Charlote segera ketemu' batin Yanti
Di ruangan itu, yang rencananya akan digunakan sebagai ruang make up dan ganti pengantin tampak ada dua manekin dengan baju pengantin lengkap.Satu set Gaun putih yang anggun dengan mahkota dan satu set pakaian tuxedo pria yang gagah.
Yanti menatap kagum dua manekin itu.
'Alangkah indahnya jika aku dan mas Reza yang bersanding menggunakan pakaian indah ini.Tapi siapalah aku, mas Reza tidak pernah memandangku yang hanya anak pembantu ini'
Tuan kusuma tengah berdebat dengan Reza, mencari cara untuk mengatasi permasalahan ini.
Kegagalan pernikahan ini akan berdampak dengan saham perusahaan, karena terkesan keluarga Kusuma diremehkan.
Papanya bersikeras pernikahan harus dilakukan demi kepentingan bisnis dan kehormatan keluarga.
"Tidak papa, aku tidak akan menikahi siapapun selain Charlote, dia akan kucari untuk mencari jawaban atas tragedi hari ini"
"Sadar Reza, dia telah meninggalkan kamu, itu bukti jika dia tidak mencintaimu, dia mempermalukan kamu, papa, dan keluarga kita. Papa ngga mau tahu hari ini kamu harus menikah!!. Paling tidak kehormatan keluarga kita bisa terselamatkan.
Seluruh anggota keluarga besar sudah datang dan menunggu pengantin.
Waktu sudah menunjukkan waktu pelaksanaan ijab kabul.
Pinsannya Nyonya Arwinda cukup mengulur waktu bagi keluarga untuk mencari jalan keluar.
Di ruangan, Nyonya Arwinda sudah siuman.
Mak Ros memberikan teh hangat untuknya.
"Mama, mama sudah baikan ma" tanya Reza.
__ADS_1
"Hmm, ya... mama sudah baikan... Reza.. Papa.."
"Papa meminta pernikahan ini tetap dilanjutkan demi kehormatan keluarga ma" Kata Tuan Kusuma
"Lalu siapa yang akan menjadi pengantin wanitanya Pa" tanya Reza.
Nyonya Arwinda mengerjapkan matanya, tampak di sisi manekin ada sosok wanita muda yang tampak bagaikan penyelamat keluarga.
Nyonya Arwinda menunjuk tangannya.
" Dia, dia yang akan jadi pengantin wanitanya"
'Apa aku tidak salah dengar, nyonya menunjuk aku sebagai pengantinnya, ya aku mau Nyonya, aku mau jadi istri Mas Reza'
pakik batin Yanti.
"Apa, Yanti ma" seru Reza
"Iya, siapa lagi, Yanti masih lajang, siapa lagi yang akan kamu cari diwaktu seperti ini !!" seru Nyonya
Reza melihat Yanti, kedua mata itu bertemu. Muka yanti merona kemudian menunduk malu.
"Yanti, bersediakah kamu menolong keluarga kusuma" kata Nyonya Kusuma
"Yanti, Tuan dan Nyonya sudah banyak menolong kita, jasa mereka tiada terkira, bagaimana sayang, bersedia ya nduk" Kata Mak Ros ibu Yanti.
Yanti menganggukkan kepalanya.
Nyonya Arwinda dan Tuan Kusuma tampak lega.
"Baiklah ma, cepat panggil wedding make up nya" kata Tuan Kusuma.
Belum hilang rasa keterkejutan Yanti, tim wedding make up sudah mendudukannya di meja rias dan mendandaninya.
"Wah cantik ya, wajah orisinil, auranya pengantinnya keluar, manglingi"
"Iyalah mana calon manten laki lakinya kaya , gagah dan tampan"
"Kalian serasi"
Puji para wedding make up.
****
Yanti POV
Aku keluar dari ruangan make up dengan baju pengantin lengkap. Ibuku Ros dan Bapakku Parman tersenyum menatapku, kemudian menggamit lenganku menuju tempat ijab kabul.
"Kamu cantik Yanti, cantik sekali nduk, Ibu tahu ini membuatmu terkejut, tapi kamu juga mencintai pria itu kan" kata Mamak Ros sambil memelukku
Aku mengangguk.
Di tempat ijab kabul telah duduk Mas Reza yang terlihat sempurna dengan setelannya seperti pangeran yang sedang menunggu puterinya. Tak terasa wajahku menghangat.
Kami didudukkan bersampingan. Dadaku berdetak tak karuan. Ini bukan mimpi Yanti, ini kenyataan, aku akan menikah dengan Mas Reza pujaan hatiku.
Mas Reza menjabat tangan Bapakku.
__ADS_1
Beberapa waktu berlalu
" Bagaimana para saksi" tanya pak penghulu.
" Sah, sah sah..."
Para pengambil video dan gambar mengabadikan momen ini dengan indah. Cahaya blitz datang silih berganti.
Kami menandatangani buku nikah, kemudian mengangkatnya bersama setinggi dada untuk diabadikan. Indah sekali.
Aku sah baik secara agama maupun negara sebagai istri Reza Kusuma.
Selesai akad nikah aku mendapati waktu bersama mas Reza.
"Maafkan aku Yan, aku telah membawamu kedalam masalahku,vterimakasih Yan, setelah situasi mereda aku akan segera menceraikanmu" kata nya mantap.
Deg. Hatiku sakit seperti teriris sembilu.Mas Reza tidak mencintaiku, dan hanya menganggapku seperti wanita biasa saja.
'Aku tidak mau bercerai mas, aku tulus mencintaimu. Oh mungkin mas Reza membutuhkan waktu menyembuhkan luka hatinya oleh nona Charlote'
"Jangan melamun dong Yan, jangan khawatir aku akan menjagamu, kita akan menjalani kehidupan seperti biasanya"
"Iya mas" kataku tidak ingin menambah pikirannya.
Selesai acara rencananya akan ada acara Honeymoon ke Capadokya. Namun karena acara berubah, Honeymoon nya diganti ke Bali.
Aku dan mas Reza bersiap menuju ke bandara untuk berangkat ke Bali.
Nyonya Arwinda memanggilku.
Dia menyelipkan suatu botol ke tasku.
"Apa ini Nyonya," tanyaku polos.
"Jangan panggil Nyonya, sekarang kamu panggil mama"
"Baik Ma"
"Yanti, Mama tahu kamu gadis yang baik baik, lebih baik dari Charlote, mama senang kamu yang jadi menantu mama, Yanti ini adalah..."
" Obat Pe rang sang"
"Mama.." aku menutup mulut
"Sst sst"
"Mama tahu Reza itu seperti apa, kalo tidak sedikit dipaksa dia tidak akan menyentuhmu, mama juga senang jika kalian bisa disatukan dengan adanya seorang anak, he he he" Wajah Mama berbinar binar.
***
Setiba di villa di Bali, tempat Honeymoon kami.
Mas Reza masuk ke kamar dan meletakkan barang barangnya.
"Aku mau melihat lihat keluar dulu, mungkin kamu mau mandin Yan, mandilah dulu."
"Iya mas"
__ADS_1
aku masuk ke kamar mandi dan menimang nimang botol pemberian mama.
"Haruskah aku gunakan ini....."