
"Huffft" Yanti menghela napas.
Menuruti keinginan hati, rasanya ingin berduaan terus dengan mas Reza.
Namun kali ini urusan honeymoonnya mau tidak mau dikesampingkan terlebih dahulu.
Ini berkaitan dengan impian Yanti yang lain. Yanti menyadari bahwa dia tidak kaya, tidak punya relasi, sehingga dia merasa harus bekerja keras dan tekun untuk meraih impiannya sebagai dokter.
Yanti membuka buka kalender akademik fakultas, mengecek jadwal pelaksanaan praktikum susulan nya.
Beruntung, sebelum berangkat 'honeymoon' mendadak minggu kemarin dia sudah mengirimkan surat elektronik atau email kepada Profesor Rahardian selaku dosennya bahwa dia ijin karena urusan keluarga mendadak tersebut.
Komunikasi adalah hal yang penting bagi mahasiswa agar memudahkan dan melancarkan studi.
Yah semua hal kadang berkaitan dengan masalah satu itu, komunikasi.
Ini yang sedang dia bangun dengan mas Reza.
Yanti pun berpikir bagaimana mengkomunikasikan ketika suatu saat mas Reza mengetahui perbuatannya terkait obat haram waktu itu.
'pada waktu dan situasi yang tepat nanti, aku akan meminta maaf padamu mas ' batin Yanti.
Prof Rahardian mengenal Yanti sebagai mahasiswa yang rajin dan tekun, dan selalu mendapatkan beasiswa. Sehingga Profesor Rahardian pun mengijinkannya.
Malam itu Santi mempelajari materi praktikumnya sampai larut, tidak terasa kepalanya terkulai di meja kerja dan tertidur.
Tok tok tok.
"Yan...
, yan...
sudah malam, kamu ngga tidur"
Pintu kamar kerjanya diketuk dari luar, karena tiada kunjung mendapat jawaban, si pengetuk langsung membuka kamar itu.
Dan di dapatinya sang istri tengah tidur lelap di meja kerjanya.
Reza tersenyum.
"Tsk , tsk, tsk.. ini anak malah tidur di sini, hmm"
Kemudian pelan pelan di gendongnya Yanti dalam pelukan ala princess carry menuruni tangga ke bawah menuju kamar tidur utama mereka.
Yanti yang tertidur lelap tidak menyadari bahwa tubuhnya sudah berpindah tempat.
Merasakan tubuhnya mendarat di tempat yang empuk kemudian secara naluri dia menyamankan posisi tidurnya.
Reza kemudian ikut berbaring di dekatnya, mematikan lampu dan menarik selimut menutupi tubuh mereka.
Dalam naungan kedamaian malam mereka berdua terlelap.
***
Di pagi subuhnya Yanti terbangun dan mendapati dirinya tertidur di kamar utama.
'Kalo tidak salah aku tertidur di ruang kerja tadi malam, bagaimana aku bisa pindah ke sini'
Yanti mengingat ingat.
'jangan jangan, mas Reza yang membawaku kesini'
Mungkin ini adalah ulah pria yang tengah tertidur lelap di sampingnya.
Dia yang biasa tampil rapi dan klimis kini rambutnya teracak menutupi dahinya. Matanya tertutupi bulu yang lentik dibingkai alis tebal macho khas pria.
Piyamanya sedikit terbuka memperlihatkan tulang garis dada dan dada bidangnya yang seksi. Dadanya naik dan turun seirama napasnya yang dalam.
__ADS_1
'Seksi'
Yanti ingin menikmati keindahan ciptaan Ilahi itu hanya untuk dirinya.
'Pria ini adalah milikku, suamiku , makasih ya mas' batinnya.
Kemudian mencium kening pria itu.
Dilihatnya mata pria itu mengerjap ngerjap. Yanti segera bergegas bangun dan memalingkan mukanya yang merona.
”Kamu sudah bangun" terdengar suara serak mas Reza.
"Sudah mas, emmm, tadi malam,.." kata Yanti ingin bertanya tentang dirinya yang pindah dari ruang kerja ke ruang tidur.
" Oh.. aku yang memindahmu, lain kali kalo mau di gendong bilang aja, ngga usah pura tidur gituu... " Goda mas Reza.
" Iih apa apaan sih mas. Siapa yang sengaja lagi " Yanti makin merona, dan menuju kamar mandi.
Mas Reza menggeliatkan tubuhnya.
Hmffff.
" Oh gituu yaa, lain kali biar saja kubiarkan kamu.."
kemudian dia mengikutinya ke kamar mandi.
"Eh mau apa mas " Kata Yanti gugup.
" Panggilan alam ..." Kata Reza dengan santainya kemudian menurunkan celananya.
"Ahhh " Yanti menutupi mukanya.
Meskipun pikiran uniknya membuatnya meregangkan jemarinya.
" Jangan ngintip" seru mas Reza.
"Apa apaan siiihh" kata Yanti gugup.
"Udah belum" tanyanya polos.
"udaaah. " Bisik suara Reza di telinganya yang membuat bulu kuduknya meremang.
Dia memang suka mengusili Yanti, dan kini kebiasaannya itu makin menjadi jadi saja.
Mereka lalu menyikat gigi berdua.
Reza nyengir memamerkan giginya yang putih dan rapi kemudian keluar kamar mandi.
Setelah Reza keluar barulah Yanti bisa melakukan aktivitasnya di kamar mandi.
'ya Tuhan, kenapa hatiku masih saja mudah dibuatnya berdebaran'
Rutuk Yanti.
***
Beberapa waktu kemudian pasangan baru itu telah berada di ruang makan.
Reza sudah dalam setelan kerjanya yang rapi. Dan Yanti memilih outfit gaun simple yang elegan yang bisa dia temukan di wardrobe nya.
Melihat aneka outfit itu, Yanti malah bingung dan akhirnya menjatuhkan pilihan pada gaun simple yang nyaman dipakai sehari hari.
Belum lagi ketika dia melihat prize tag yang masih terpasang. Membuat kepalanya makin pusing.
Aduhai harganya, bisa untuk memenuhi satu lemari nya hanya dengan kaos dan celana jeans biasa.
" Mas berangkat dulu ya Yan, ada rapat pagi ini. Makasih sarapannya ya. Mungkin nanti aku pulang malam, karena banyak pekerjaan menumpuk. " Kata Reza.
__ADS_1
"Ya, mas" sahut Yanti sambil membereskan alat makan.
" Mama nanti datang, tunggu saja" lanjut Reza.
Kemudian bergegas pergi.
" Mas..." Dalam hati, Yanti ingin dicium keningnya , seperti suami istri lain mengantar kepergian suami.
"Hmm, apa lagi..." Kata Reza dingin.
" En, tidak apa apa, Yanti jadi lupa mau ngomong apa" sesal Yanti.
'Jangan mengharap yang berlebihan Yan' batinnya.
"Ya sudah, mas berangkat dulu ya" kata mas Reza kemudian berangkat pergi.
***
Yanti menghabiskan waktunya menunggu kedatangan mertuanya dengan membaca aneka koran dan buku tentang bisnis yang banyak terdapat di ruang tamu.
Dia membaca suatu wawancara dengan pakar.
Apa arti uang menurut Bapak Gita Wirjawan?
- Uang itu secara basic ya, itu, agar keluarga bisa hidup aman dan nyaman dan karyawan juga bisa hidup aman dan nyaman. Beyond that's, saya tahu. It's a bonus. Itu adalah bonus.
- ok, ini menarik..
Sejurus kemudian Yanti mendengar pintu dibuka.
" Nyonya muda, Nyonya Arwinda datang" seru seorang petugas keamanan.
"Oh ya, terimakasih pak.. Sujoko" kata Yanti sambil membaca nama yang tertera di seragam petugas itu.
"sama sama nyonya muda" kata Sujoko dengan hormat.
"Ah mama sudah datang" Yanti kemudian bergegas menyambut mertuanya itu datang.
Mertua yang selalu punya kejutan untuk anak menantu yang diam diam disayanginya.
"Hallo Yanti, .. mmm , makin cantik aja keliahatannya" seru mama Arwinda sambil memeluk dan mencium pipi nya di kanan dan kiri.
"Makasih ma, mama juga makin awet muda setiap hari" pujinya.
" Bisa aja kamu, sini sini duduk mama ada yang mau dibicarakan" kata Mama Arwinda menarik Yanti duduk di sofa tengah.
"Gimana gimana, jebol tidak pertahanan Reza, he he he"
Yanti mengangguk, merona.
" Terus, kamu masih menyimpan botol itu" tanya mama
"Masih ma" kata Yanti polos.
"Ya ampun Yanti,.. kenapa tidak langsung kamu buang sayang, sini mama simpan, bahaya kalo Reza sampai tahu."
"Yanti takut kalo sampai pak Nengah menemukan dan melapor pada mas Reza, ma" kata Yanti.
"Ok, ok.Cepat ambil nggih"
Yanti masuk kamarnya dan menyerahkan botol obat haram itu ke mama.
"Kamu bisa tenang sekarang Yan" kata mama.
__ADS_1
"Hari ini adalah hari perempuan sayang, mama akan mengajakmu ke salon perawatan langganan mama " kata mama kemudian mengajak Yanti pergi.
***