Mendadak Bulan Madu

Mendadak Bulan Madu
10. Mertua anak menantu


__ADS_3

Yanti POV


Aku mengenakan gaun sederhana dari wardrobe warna ungu muda dengan aksen smok di dada, dengan bagian bawah menyempit selutut. Kainnya dingin dan nyaman. Menurutku ini sesuai untuk menemani mama jalan jalan pagi ini.


Sepertinya mas Reza mengisi wardrobe dengan gaun gaun feminim.


Mau tidak mau aku harus meletakkan kaos dan jeans ku di bagian bawah. Hmmm.


"Ayo Yanti kita pergi"


Mama mengajakku mengunjungi suatu klinik kecantikan di kota.


"Pemiliknya kenalan mama, punya brand skincare sendiri. Itu loh Saffron skincare, yang lagi booming. Karena bahan bahannya alami, sudah BPOM dan membuat perempuan cantik alami. Skincarenya pernah di review oleh dr.Richard yang youtuber kenamaan itu" jelas mama.


Aku mengangguk anggukkan kepala saja.


Aku ngga begitu faham sih dengan perawatan. Bagiku yang penting tidak jerawatan sudah cukup.


Yah mungkin bagi beberapa kalangan, perawatan wajah dan tubuh sangat penting.


Aku juga memahami posisiku sekarang, sebagai nyonya muda Reza Kusuma. Mas Reza juga pernah mengatakan akan membawaku ke acara acara penting perusahaan.


Jadi ngga ada salahnya mencoba mematutkan diri, demi kehormatan suami dan keluarga.


Aku juga ngga mau mas Reza tergoda dengan perempuan penghianat layaknya Charlote. Cantik di luar namun busuk di dalam.


Demi cintaku pada mas Reza, upik abu ini juga bisa bersinar layaknya Cinderella.


Yanti kamu bisa Yanti.


Tekadku.


Klinik kecantikan itu di cat berwarna pink lembut pada bagian luar, memberikan kesan feminim dan cantik. Mempunyai dua lantai.


Kami masuk di lantai pertama di sambut oleh bagian resepsionist.



Sepertinya mama sudah reservasi awal lewat online sehingga tidak perlu lama lama. Mama menunjukkan kartu anggotanya.


"Tolong di buatkan juga satu untuk menantu saya ya" kata mama


"Baik bu" kata resepsionist.


Cat yang digunakan diruangan senada, berwarna pastel , pink , kuning, dan toska muda, yang lembut, di padu padankan dengan warna sofa sofa dan kursi kursi empuk tanpa lengan.



Aneka produk kecantikan dipajang rapi di rak rak etalase yang disediakan.


Pintu pintu ruangannya dari kaca dan dilapisi cermin pada bagian luar sehingga menambah kesan luas dan lega.


Di sudut ruang terdapat photobooth, sudut berswafoto, dengan ukiran dua sayap putih yang besar dibingkai karangan bunga yang besar. Sehingga jika berdiri ataupun duduk di photobooth itu, seperti malaikat dengan sayapnya.



Seorang dokter cantik keluar dari ruang periksa.


"Hai dokter Arin, udah lama ya ngga ketemu" kata mama sambil memeluk dan mencium pipi dokter kecantikan di klinik.


"Pagi bunda Arwinda, reservasi awal ya, tau aja bunda kita lagi promo lho, gimana mau treatment lagi mumpung diskon nih" promo dokter Arin.


"Ha ha ha, pintarnya dokter satu ini promosi. Iya dong dok,bunda ketagihan nih, hasilnya mantul,makanya kesini lagi. Oya, ini kenalkan mantu bunda, namanya Yanti, dia kuliah di kedokteran, kita berdua full body treatment ya" mama mengenalkan aku.


"Yanti"


Kataku sambil mengulurkan tangan.


"Wow, natural ,cantik sekali, saya Arin" kata dokter Arin.


"Kuliah di Universitas mana"tanyanya kemudian.


"di Universitas G dok" jawabku.


"Wah sama dong, kenal dengan profesor Rahardian, salam ya" lanjutnya


"Iya, beliau dosen yang ramah, baik dok" kataku sambil tersenyum.

__ADS_1


"Mari saya periksa" kata dokter Arin ramah.


Setelah diperiksa, dokter memberikan instruksi kepada para staf tentang produk dan treatment yang diberikan.


"Kita treatmen di lantai dua ya, full body treatment kan" kata dokter Arin berbinar binar.


Dokter Arin memberi kode ok dengan tangannya kemudian menuju ke lantai dua bersama kami.


Di lantai dua ini terdapat lounge, ruang tunggu yang nyaman dengan berbagai produk kecantikan yang di pajang di sana sini juga.



Naik ke lantai dua kami disambut dengan cermin besar di ruang tunggu yang di bingkai bunga bunga cantik seperti photobooth di lantai satu.



Ruang treatment terdapat di sebelah kanan dan kiri lounge ini.


Mama dan aku memasuki ruang treatmen yang lebih private dibandingkan dengan ruang treatmen di lantai satu.



Dokter Arin dan beberapa staf masuk membawa aneka produk skincare.


Aku berbaring dengan kepala yang dilapisi handuk lembut dan berganti baju untuk treatment full body.


Dokter Arin menyarankan untuk infus vitamin C, Vitamin B , imuno booster dan kolagen agar meningkatkan daya tahan tubuh sekaligus membuat tubuh cerah dan sehat permanen.


"Ya dok" mama dan aku mengiyakan.


Dokter Arin dan staff yang membantu menggunakan seragam untuk penanganan treatmen dengan menggunakan masker, untuk menjaga hiegenitas.


Para staff membersihkan muka dan badan.


"Dok, pipi kanan dan kiri bunda nanti di treatmen pakai alat biar tirus ya" kata bunda.


" Apa sih yang enggak buat bunda" kata dokter sambil mempersiapkan infus.


Beberapa jam berlalu untuk treatmen itu.


'Enak dan nyaman banget' batinku, pantas mama ketagihan.


"Hmm, gimana gimana, muka mama jadi terangkat dan lebih tirus kan Yan" kata mama sambil melihat penampilannya di cermin besar lounge lantai atas.


"Iya ma, lebih muda lagi" pujiku. Dan memang mama tampil lebih muda.


"Ha ha ha, puas banget" kata mama.


Kami melanjutkan duduk duduk santai di lounge ini, karena setelah treatment kami diberi sup kolagen yang segar oleh staff.


Sup ini terdiri dari rumput laut, kolang kaling, anggur dan beberapa bahan lain dalam sirup yang segar.


'Nikmat sekali'


Aku melihat di ruang yang lain tampak suatu ruang yang dikhususkan untuk ruang menyusui.


Benar benar klinik kecantikan yang di desain ramah bagi busui.


***


Di lantai bawah terdengar suara gaduh.


Aku dan mama berpandangan.


Aku melihat dari celah di lantai dua ini, tampak seorang perempuan muda berambut diwarnai blonde. Dari cara bicaranya dia bukan orang asing.


Degh!


Itu...


Charlote..


Musang betina itu sudah berada di sini. Kapan dia pulang, bukankah dia di luar negeri.


Mama yang terusik turut berdiri di sampingku. Wajah mama menegang. Rupanya dia tahu.


" Dokter tahu kan , besok aku akan pergi ke Paris fashion week. Bukankah ini promo bagi klinik kecantikan ini" kata Charlote angkuh.

__ADS_1


" Kemana pun anda akan pergi itu bukan urusan kami" kata dokter Arin.


Seorang dokter muncul dari ruang periksa yang lain. Dokter Sinta. Di klinik ini memang ada beberapa dokter ahli kecantikan.


"Nona Charlote, berdasarkan catatan staff kami, anda sudah berkali kali menunggak pembayaran treatmen, itu pun yang kami tidak menghitung treatmen yang dianggap endorse " kata dokter Sinta.


"Maaf hari ini kami tidak bisa memberikan pelayanan" dokter Arin menimpali.


"Apa ! Klinik lokal macam kalian menolak super model internasional kayak aku. Ingat ya, bahkan banyak yang rela keluar uang demi ikut aku ke luar negeri" kata Charlote ketus.


"Aku akan review jelek klinik ini" ancamnya.


"Silahkan, kami juga mempunyai penasehat hukum, jika review itu tidak terbukti, kami bisa menuntut anda ke ranah hukum" ancam dokter Arin kembali.


" Nona Charlote, saya yakin super model internasional tahu jalan keluar, silahkan " Kata dokter Arin.


Charlote masih bersikukuh.


"Apa perlu security kami menunjukkan " lanjut dokter Arin.


Hummmmppp.


Charlote mendengus sebal, kemudian pergi.


" Mohon maaf kepada para klien atas ketidak nyamanannya, silahkan menikmati kembali, sebagai permohonan maaf kami akan memberi sampel skin care baru kami secara gratis " kata dokter Sinta sambil memberikan tanda permohonan maaf bagi para klient yang hadir.


Aku dan mama berpandangan.


"Dasar rubah betina" umpat mama.


Aku nyengir mendengar umpatan mama.


"Ma, bagaimana orang sekelas Charlote, tidak diterima di klinik ini" tanyaku


"Seperti yang kamu dengar tadi Yanti, sepertinya dia kesulitan finansial, kalo tidak karena dukungan Reza di waktu lalu, bisa apa dia." Kata mama.


"Jangan sampai Reza tahu jika dia sudah pulang " lanjut mama.


" Iya ma "


Tidak akan ku biarkan rubah betina itu dekat dekat dengan suamiku.


Tapi, aku juga takut, siapa yang akan mencegah Charlote bertemu mas Reza.


Degh degh degh.


Ya Tuhan, semoga mas Reza tidak tergoda kembali pada perempuan jahanam itu.


" Tenangkan hatimu Yanti, di klinik ini juga ada berbagai kosmetik , make up dan hair do, yuk kita sekalian make up, biar makin fress" ajak mama.


Karena kami baru saja treatmen, make up yang di berikan hanya yang ringan saja, namun inipun sudah memberikan kesan glowing di wajah.


Rambut kami pun di tata agar rapi dan diberi vitamin agar sehat dan glowing pula.


" Wow lihat Yanti, kamu cantik sekali, Reza akan terpana melihatmu, kamu tidak kalah cantik dengan model" puji mama.


"Makasih ma, mama juga" balasku.


Kami pun mengakhiri kunjungan ke klinik itu dengan ber swafoto di photobooth dengan sayap malaikat di lantai bawah.


Tiba tiba seorang fotografer klinik datang.


"Maaf, wajah nyonya muda ini cantik sekali, kalo berkenan saya ambil foto Nyonya di klinik ini, saya yakin dengan wajah cantik natural yang nyonya miliki akan menjadi brand ambasador klinik kami" kata fotografer itu.


Aku memandang mama dengan tatapan geli. Masa sih upik abu jadi model.


"Gimana ma " tanyaku.


"Hmm, itu peluangmu Yanti, oke mas. Jika nanti benar menjadi modelnya, tolong kontak kami, dan kita bicarakan kontrak nya" kata mama dalam mode bisnisnya.


Akhirnya aku pun berpose sesuai instruksi .


" Terimakasih nyonya " Foto grafer yang ku ketahui kemudian bernama Hendi itu mengacungkan jempolnya mengakhiri pemotretan.


Setelah makan siang di restoran terdekat, Mama mengantarku pulang, kemudian beliau kembali ke rumahnya.


***

__ADS_1


__ADS_2