
Aku mandi dengan shower secukupnya. Karena ingin segera berendam dalam kehangatan jacuzzi.
Uap hangat mengepul dari jacuzzi memberikan nuansa kabut putih dalam ruangan.
Kuikat rambutku yang masih basah ke atas dan kureguk resapnya kehangatan air yang perlahan memulihkan penatnya otot otot tubuhku.
Hmmm.
Kurasakan kenyamanan.
Kalo aku tahu berendam demikian nikmat, aku akan sering sering menyuruh Deri atau art ku yang lain melakukannya.
Wangi minyak mandi yang lembut pun turut memulihkan moodku.
Seharian berjalan jalan di mall tadi cukup mengasyikkan. Itung itung kencan dengan mas Reza.
Ah iya dimana dia sekarang.
Andai saja dia disini menikmati mandi bersamaku. Otak konsletku menari nari.
Aku pejamkan mata sesaat.
Tiba tiba kurasakan mataku di tutup oleh tangan tangan kekar namun lembut.
" Ah ! " Jeritku.
Aku pegang kedua lengan yang menutup mataku itu.
Kutelusuri buku buku jamarinya.
Aku hapal jemari ini. Jemari Mas Reza.
" Mas Reza, bikin kaget " kataku.
Terdengar suara terkekeh tertawa dibelakangku.
Aku menoleh sambil menutupi tubuh ku.
Aku manyun. Melihat dia berjongkok di dekat jacuzzi masih lengkap menggunakan pakaiannya.
" Aku kira kamu pingsan " candanya.
"Ih mas Reza, pingsan karena kaget " ujarku.
Mas Reza menyentuhkan tangannya ke air jacuzzi.
"Hmm, aku ikut ya " Katanya sambil melepas pakaiannya.
"Wa wa wa... tunggu tunggu... "Aku gugup.
Ini kan yang kamu tunggu Yanti, kata otak konsletku.
Dalam hitungan detik dia sudah berada di belakang tubuhku.
Hmmm.
Ku dengar desahannya menikmati kehangatan.
Aku diam, takut memprovokasi bagian bawahnya yang terasa menekan ku.
Uwaaahhh...
"Ada apa... sini... " Kata mas Reza menarikku mendekat.
Aku tak berdaya melawan tangan kekarnya yang merengkuhku.
"Mass..."
"Kamu harum sekali Yanti.. " katanya sambil mengendus telingaku dan menyelusuri tengkuk dan leherku.
Tidak terasa aku membuat suara yang aku sendiri tidak menyadarinya.
" He he he, jangan ditahan, keluarkan saja... " Kata mas Reza terkekeh.
Tanpa aku sadari dia sudah bermain dengan bibir dan lidahku yang menari bersama dengan miliknya.
Jemarinya pun turut memainkan nada yang indah di bawah sana. Di tempat tempat terlemahku yang membuat aku melayang ke surga.
" Belum... " katanya..
" Ah... " mas Reza membuatku frustasi.
Dia mengangkatku ku atas jacuzzi.
" Buka Yanti..." Katanya.
Sambil membuatku memberikan pose M yang membuatnya lebih leluasa.
Ya Tuhan.
Aku tidak menyadari jika pria setampan itu melakukannya di bawah sana.
__ADS_1
" Jangan mas ... kotor.. " kataku.
"Wangi..., singkirkan tanganmu... " katanya sambil membenamkan lidahnya ke bawah sana.
Aku menjerit kecil, dan tubuhku menggeliat seakan ingin lari dari rasa nikmat itu. Namun mas Reza tetap menahanku untuk terus menikmatinya.
Aku melayang ke langit ke tujuh. Bisa bisa aku mati karena ke enakan.
Hah hah hah...
Aku melihatnya mendongak dan menyeka mulutnya dengan bagian belakang tangannya.
Rambutnya acak acakan sedikit basah oleh air.
Seksi.
Aku mengatur napasku yang masih tersengal sengal dan detak jantungku yang berdeburan.
Ya Tuhan . Ya Tuhan.
Mas Reza tersenyum puas . Memberikan waktu untuk diriku tenang.
Dia berdiri menampilkan pusakanya yang gagah menjulang kelangit.
" Tit for tat huh... " katanya menyeringi.
Ohh....
Aku pun memberikan kenikmatan yang sama padanya.
Beberapa saat kemudian setelah dia mendapat pelepasan.
" buang itu , dan cuci mulutmu " katanya.
Pikiran lelaki ini masih rasional.
Aku mengangguk dan melakukan yang diperintahkan mas Reza.
Kami menikmati mandi bersama lagi, untuk kemudian meringkuk dalam pelukan di pembaringan setelah saling mengeringkan rambut kita yang basah.
Malam itu di tutup dengan kedamaian. Aku lupa akan berbagai perasaan penat tadi siang.
***
Subuh harinya kami melakukan aktivitas pagi seperti biasa.
Mas Reza mempersiapkan keberangkatan ke kantornya dan aku berangkat ke kampusku nanti sore.
Aku menuju dapur menyiapkan perlengkapan sarapan bersama Sari.
My Love.
There's only you in my live.
The only thing that's right.
My First love.
Your'are every breath that's i take.
Your'are every step i make.
And I..
I want to share.
All my love..
With you...
Noone else will do.
And your eyes.
They tell me how much you care.
Oh yes..., You always be..
My Endless love.
Cintaku. Engkaulah satu satunya di kehidupanku. Satu satunya hal yang tidak salah.
Cinta pertamaku. Engkau laksana setiap hembusan napasku. Engkau lah setiap langkah yang kubuat.
Dan aku..
Aku ingin berbagi semua cintaku..
Denganmu...
Tiada seorang pun yang menyamai apa yang kulakukan untukmu...
__ADS_1
Dan matamu, mereka menyiratkan betapa banyak perhatianmu.
Oh ya benar, dirimu selalu menjadi 'Cinta tak terbatas waktu' ku...
Lagu yang sangat indah dengan lirik yang amat menyentuh hati, lagu jadul namun tetap menjadi favoritku.
" Suara Nyonya muda bagus " kata Sari membuat kesadaranku berlabuh.
Aku tersenyum.
" Hanya menyenandungkan apa yang aku rasakan bik Sari "
"Meskipun bibik tidak tahu artinya, tapi sepertinya itu lagu tentang cinta antara dua manusia, seperti tuan dan nyonya muda " kata Sari.
Semoga begitu bik Sari. Aku berharap cintaku pun gayung bersambut seperti semalam. Tit for tat.
Ah ! Memikirkannya membuat mukaku menghangat.
Mas Reza muncul dengan setelan rapinya, dia membawa dasi sutera yang senada.
" Tolong pasangkan Yan" katanya singkat.
" Ya mas" aku memasangkan dasi mas Reza dan merapikan setelan nya.
Mas Reza kemudian sarapan bersamaku.
"Aku berangkat ya" katanya.
" Hati hati mas ... " Kataku.
Kulihat dia berhenti sejenak kemudian melangkah mendekat....
dan mencium keningku.
Aku terlena sesaat.
" terimakasih " katanya.
Kemudian melangkah pergi.
Aaaah ! Aku tidak percaya. Dia mencium keningku sebelum berangkat ke kantor.
***
Di halaman gedung bertingkat, Kusuma building, tampak orang lalu lalang menuju perusahaan.
Reza datang bersama supirnya, Marno. Marno kemudian memarkirkan mobil tuannya.
Sekretaris Deni datang menyambutnya.
" Selamat pagi Tuan "
" Pagi Deni, bagaimana progress mutasi marketing offline menjadi online perusahaan kita " tanya Reza.
"Sudah 90 persen selesai tuan "
"Percepat Deni, kita dikejar waktu, seminggu ini, aplikasi sudah harus launching " titah Reza sambil menuju lift khusus pimpinan perusahaan.
Beberapa waktu kemudian.
"Tuan, dia disini " kata Deni.
"Hm, cepat atau lambat dia pasti menemuiku " kata Reza datar
Seorang perempuan dibalut pakaian seksi nan modis berada di sudut ruangan menatap Reza dan sekretaris Deni.
Ketukan sepatu highheel nya terdengar mendekat.
" Reza... reza... honey.. Mengapa... Kamu tidak membalas pesanku. Kamu memblokir nomerku. " Kata Charlotte manja.
Reza memberi kode pada Deni untuk tidak bereaksi.
Charlotte menghambur memeluk Reza.
"Sayang tidak di sini, ayo ke ruanganku " kata Reza sambil menggandeng lengannya. Menolak pelukan Charlotte.
Ada getaran ditahan pada suaranya.
Charlotte menyunggingkan senyuman.
'Reza kamu masih mencintaiku kan, aku yakin kamu masih mengharapkanku kembali.
Reza segera membawa pergi Charlotte yang mengelayut di lengannya ke ruangan CEO bersama Deni.
***
Catatatan author
maaf Authornya rada konsleting
😅😅😅
__ADS_1
❤️❤️❤️❤️
gaskeun...