Mengubah Takdir

Mengubah Takdir
Tidak Pernah Menyangka


__ADS_3

"Siapa yang telepon pagi-pagi begini?"


"Temen kuliah Shiro dulu Pi." jawab Shiro Yuki yang sejak tadi sedang bersantai di ruang keluarga.


"Maksudmu Ryan?"


"Iya, betul Pi. Ryan sepertinya berencana mencaplok perusahaan ST dan menggulingkan keluarga Sudiarto dari tahtanya. Sangat menarik kan Pi?"


Shiro Yuki menjawab pertanyaan Nagato Yuki, Papinya, dengan nada yang tenang. Namun dibalik ketenangannya itu, tersirat bahwa dia sangat menantikannya.


"Jika ini berhasil, maka Ryan tidak diragukan lagi akan menjadi pemilik baru ST. Tapi apakah dia memiliki dana sebanyak itu untuk mencaplok saham ST?"


Nagato Yuki sedikit khawatir dengan hal ini. Karena Yuki tahu, bahwa Ryan adalah anak seorang nelayan miskin. Bukannya Yuki merendahkan Ryan, tapi untuk membeli saham ST, butuh banyak uang miliaran rupiah.


Tentu saja bagi keluarga Yuki, uang Miliaran Rupiah hanyalah uang receh. Aset dan harta keluarga Yuki sendiri sudah melebihi Kuadriliun Rupiah.


"Aku mendengar Ryan telah mempersiapkan uang Satu Trilliun untuk mencaplok 12% saham. Tapi jika Aku bisa menawar harganya lebih rendah lagi, itu akan lebih baik."


Mendengar hal ini, Yuki cukup terkejut. "Aku tidak menyangka dia bisa mengumpulkan uang sebanyak itu. Padahal, kalian berdua baru lulus 3 bulan yang lalu."


"Makanya ini sangat menarik Pi."


"Ok, Papi juga akan membantunya. Jika Ryan berhasil menggulingkan Ammy, maka kita bisa bekerjasama dengan ST dan memperluas bisnis kita di Indonesia."


Lini bisnis utama Yuki Group berada di Jepang, Eropa, Amerika, Afrika, dan Australia. Maka dari itu, mereka membutuhkan partner untuk melakukan penetrasi pasar di negara-negara Asia selain Jepang.


Dan dengan bantuan ST, maka Yuki Group dapat melakukan ekspansi dengan mudah.


"Terima kasih Pi, hehehe…" senyum Shiro dengan sangat manis.


"Oh ya, apakah Kamu serius akan menikah dengan Lay Sanespere, kekasihmu itu?"


"Tentu saja Pi, dia adalah gadis impianku."


"Jujur saja Papi dan Mami tidak terlalu cocok dengan dia. Tapi Papi tidak akan melarangnya. Bagi kami, kebahagiaanmu lah yang utama."


"Makasih ya Pi. Oh ya, Lay katanya hari ini mau casting jadi model Iklan. Semoga cita-citanya menjadi Artis bisa berjalan lancar."


"Oh, iklan apa?"


"Iklan Shampoo MoonSilk kalau tidak salah."

__ADS_1


"Hmm, begitu ya. Semoga saja dia sukses."


Secara diam-diam, Nagato Yuki mengirim pesan pada kenalannya yang merupakan produsen Shampo MoonSilk untuk menerima Lay Sanespere, pacar Shiro, menjadi model iklan dan duta Shampoonya.


Ini adalah bukti betapa sayangnya Nagato Yuki pada anak semata wayangnya ini.


Sebelum Ryan dan Shiro menjadi akrab, awalnya mereka tidak saling menyukai.


Saat semester satu, mereka secara kebetulan menjadi satu kelas. Saat itu, banyak mahasiswa yang tahu identitas Shiro sebagai anak pemilik Yuki Group.


Jadi Shiro Yuki selalu saja dikelilingi oleh banyak orang. Akan tetapi, Ryan sama sekali tidak mempedulikannya. Ryan tetap bersikap biasa di depan Shiro, tidak seperti teman-teman sekampus lainnya yang selalu memuji-muji Shiro.


Shiro pun tahu bahwa mereka semua hanya melihat status dan isi dompetnya. Mereka tidak benar-benar menganggap Shiro sebagai teman sejati.


Shiro pun merasa kesepian dengan semua ini. Dia sangat bosan dan menyesal telah berkuliah di sana.


Sampai suatu ketika, saat Shiro sedang memesan kopi di sebuah kafe dekat kampus, dia menemukan bahwa pelayan yang mengantarkannya kopi adalah Ryan, satu-satunya orang yang bersikap cuek padanya.


Ryan tampak terkejut melihat Shiro. Tapi Ryan sama sekali tidak malu dan tetap melayani Shiro seperti pelayan pada umumnya.


Shiro yang semakin penasaran dengan Ryan pun akhirnya mencoba mendekatinya saat di kampus. Hal ini membuat teman-teman palsu Shiro sedikit merasa aneh. Tapi Shiro tidak mempedulikannya.


Namun, hal ini malah membuat Ryan risih dan berpikir bahwa Shiro ini pecinta sesama jenis. Hal ini membuat mereka berdua jadi saling bertengkar.


Selama mereka berteman, tidak pernah sekalipun Ryan meminta tolong pada Shiro. Sesulit apapun keadaanya, dia selalu berusaha menyelesaikannya sendiri. Hal ini membuat Shiro kagum dengan kegigihannya.


Saat semester 2, tiba-tiba saja gadis paling cantik di kampus, Lay Senespere mendekati Ryan dan Shiro. Tak butuh lama mereka bertiga menjadi akrab.


Lay ternyata menyukai Ryan yang memiliki wajah rupawan. Tapi Ryan tidak menghiraukannya karena dia lebih sibuk bekerja ketimbang membalas perasaan Lay. Dia sangat membutuhkan uang untuk menambah biaya kuliah, kirim uang ke Ayahnya, dan juga ditabung.


Di sisi lain, Ryan tahu bahwa Shiro juga menyukai Lay. Makanya dia ingin memberi kesempatan Shiro mengejar Lay.


Butuh waktu satu tahun penuh untuk Shiro, agar dia bisa mendapatkan pujaan hatinya itu. Hal itu adalah momen terindah bagi Shiro.


Setelah mereka lulus, mereka pun berpisah dan tidak pernah saling kontak lagi. Sampai akhirnya hari ini, Ryan mendadak menelepon Shiro untuk meminta bantuan.


Mengingat masa kuliahnya yang indah, Shiro senyam-senyum sendiri di ruang keluarga.


***


Di rumah keluarga Sudiarto.

__ADS_1


Reina baru saja masuk ke dalam kamarnya, sebab dia baru saja datang. Hal ini membuat Ammy, yang melihat kedatangan anaknya itu, jadi mengelengkan kepala beberapa kali.


"Kapan Kamu mengakhiri petualangan Kamu Reina? Jangan sampai Kamu berbuat apa-apa yang akan menggagalkan rencana perjodohan Kamu."


"Mama tidak mau jika Kamu memalukan keluarga Sudiarto."


Ammy bergumam seorang diri, melihat kelakuan anak keturunan ketiganya itu. Tapi meskipun dia sedikit banyak tahu tentang kelakuan Reina, tapi dia tidak menegurnya. Yang penting baginya, Reina masih mau menurut dan tidak melawan rencana yang sudah dia susun.


"Hehhh... Aku harap tidak ada kejadian apa-apa, yang sama seperti masa lalu."


Setelahnya Ammy kembali mengelengkan kepalanya, membuang pikirannya sendiri tentang keadaan dirinya sendiri di masa lalu.


Dia tidak mau jika anak-anaknya akan membuat sejarah yang sama, seperti yang dia lakukan dulu. Dan itu adalah rahasianya sendiri, yang tidak pernah diketahui oleh orang lain. Termasuk mendiang suaminya dan juga anak-anaknya.


Tok tok tok


Ammy mengetuk pintu kamar Elly. Dia ingin bertanya pada anak bungsunya itu, dengan perjodohannya bersama Kevin.


Clek


Pintu kamar terbuka lebar, dan muncul Elly yang baru saja selesai mandi.


"Ada apa Ma?"


"Apa Mama boleh masuk?"


"Emhhh," gumam Elly dengan menganggukkan kepalanya mengiyakan.


Ammy mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan kamar anak gadisnya. Tidak ada banyak pernak pernik lucu atau foto-foto artis idola, sama seperti kebanyakan gadis lain. Yang sering berseliweran di iklan media sosial, jika secara tidak sengaja Ammy membukanya.


"Ada apa Ma?" Elly bertanya lagi, setelah Mamanya masuk ke dalam kamarnya.


"Mama mau bertanya padamu. Apakah Kamu yakin, bahwa Kamu tidak mau melanjutkan rencana perjodohan dengan Kevin?"


Elly mengeleng cepat.


"Tidak Ma. Elly mencintai seseorang." Elly melanjutkan kalimatnya lagi, sebelum mamanya bertanya. "Elly mencintai Mas Ryan."


"Maksudmu, Ryan yang mana?" tanya Ammy penasaran.


"Ryan Jamaludin."

__ADS_1


Mata Ammy membelalak. Dia terkejut di saat mendengar jawaban yang diberikan oleh anaknya itu. Dia tidak pernah menyangka, jika pemuda itulah yang membuat Elly memintanya untuk menggagalkan rencana perjodohan dengan Kevin.


__ADS_2