Mengubah Takdir

Mengubah Takdir
Menjadi Direktur


__ADS_3

Setelah Leo pergi, suasana makan malam ini menjadi canggung. Walau begitu, Ammy berusaha mengubah suasana canggung ini.


"Ryan, bagaimana menurutmu? Apakah Kamu mau menerima tawaran Ibu untuk menjadi suami Elly?"


"Sebelumnya Saya mau bertanya, kenapa memilih Saya? Padahal latar belakang Saya hanya seorang anak nelayan. Orang-orang pasti akan berpikiran seperti Pak Leo jika saya menerimanya."


Apa yang dikatakan Ryan adalah hal logis, karena ketika ada seseorang dari keluarga miskin, tiba-tiba menikah dengan seseorang dari keluarga kaya, maka akan muncul banyak cibiran dan praduga yang tidak-tidak.


Ryan sudah biasa mendapat banyak cibiran, namun berbeda dengan Elly. Dia adalah putri yang paling disayang di keluarga Sudiarto. Dia tidak begitu tahu kejamnya dunia luar.


Ryan takut hal ini malah menjadi beban untuk Elly dan membuatnya stres. Dia tidak mau membuat Elly menderita.


Ammy pun sadar atas apa yang dipikirkan Ryan saat ini. Akan tetapi, hal itu malah membuat Ammy senang. Karena bagi Ammy, Ryan yang sangat mengkhawatirkan keadaan Elly pasti akan menjadi suami yang baik untuk anaknya itu.


"Karena Kamu sangat baik terhadap Elly. Ibu akan merasa tenang jika Elly ada di sisimu."


"Untuk masalah cibiran, Ibu akan mengangkat mu menjadi Direktur Research & Development (R&D)."


"Ibu harap, Kamu bisa menelurkan sebuah produk yang dapat menggemparkan para pesaing ST dan membungkam cibiran-cibiran yang akan menyerang mu saat menikah dengan Elly nanti."


Ucapan Ammy membuat Elly, Reina, dan Heri terkejut. Mereka tidak pernah menyangka jika Mama mereka bakal mengangkat Ryan sebagai Direktur secepat ini. Itu artinya, Ammy sangat mempercayai Ryan.


"Bagaimana Ryan?" tanya Ammy.


Saat ini, hati Ryan benar-benar bergejolak. Di satu sisi, Ryan tidak mencintai Elly dan hanya menganggapnya sebagai adik. Dia sudah menetapkan hatinya hanya untuk Mira.


Tapi di sisi lainnya, jika Ryan menerima tawaran Ammy dan menikah dengan Elly, maka hal itu akan memudahkan Ryan dalam merebut ST dari dalam.


Menikah dengan Elly akan membuat Ryan menjadi anggota keluarga Sudiarto. Dengan saham yang akan dia caplok dari Leo, kemudian digabung dengan milik Elly dan juga Reina, maka Ryan bisa menggulingkan Ammy dari tahtanya.


Setelah itu Ryan akan mencaplok ST dan membebaskan Reina dari takdir menyedihkannya itu. Di saat yang sama, Ryan dapat menekan Ammy, kemudian dengan mudahnya menyingkirkan direktur utama ST.


Setelah bertemu dengan supir yang menjemputnya tadi, Ryan semakin yakin bahwa orang yang menjadi dalang pembunuhannya adalah Ammy. Jadi, Ryan akan menjadikan Ammy sebagai target utama balas dendam.


Memikirkan semua ini, Ryan pun membulatkan tekadnya. "Saya bersedia Bu, untuk menikah dengan Nona Elly."

__ADS_1


'Maafkan Aku Mira. Tapi demi membalaskan dendam ku ini, Aku rela membuang kebahagiaan ku untuk!' batin Ryan memutuskan.


Mendengar hal ini, Elly tersipu malu sekaligus senang. Dia benar-benar merasa bahagia malam ini. 'Terima kasih Renata, berkat saran darimu Aku berani mengambil langkah ini.'


Sementara Reina, dia juga tersenyum, namun dalam hatinya dia sedang merencanakan sesuatu yang jahat.


'Elly, Aku akan membiarkanmu senang dan bahagia untuk sekarang. Tapi, Akulah yang akan jadi pemenang terakhir dan merebut Mas Ryan darimu, beserta perusahaan ST.'


'Apalagi Akulah yang pertama mendapatkan Mas Ryan.'


Sedangkan Heri, tidak ada yang tahu apa yang sedang dipikirkannya. Ekspresi wajah yang selalu murah senyum itu, membuatnya sulit ditebak jalan pikirannya.


"Kalau begitu, Ibu tetapkan pernikahan kalian akan diadakan 6 bulan lagi."


"Jadi, Kamu harus bisa membungkam cibiran itu sebelum hari pernikahanmu."


"Ibu berharap besar padamu, Ryan." senyum Ammy mengembang sesuai dengan harapan besarnya untuk sang calon menantu.


"Siap Bu, Saya akan berusaha semaksimal mungkin!" tegas Ryan.


"Bagus!"


Tak terasa, waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam. Ammy pun memutuskan untuk mengakhiri acara makan malam ini.


Saat Ammy akan meminta Erold untuk mengantarkan Ryan kembali ke Halte, Heri tiba-tiba mengajukan diri untuk mengantar Ryan pulang.


"Ma, biar Heri saja yang mengantar Ryan pulang. Kebetulan Heri ada pertemuan malam ini di dekat pelabuhan tanjung priok. Jadi sekalian saja." ujar Heri menawarkan diri.


"Baiklah, hati-hati ya."


Setelah itu, Ryan diantar pulang oleh Heri menggunakan mobil Jeep Wrangler Rubicon miliknya, yang harganya mencapai 4 Milliar.


Di dalam mobil, Heri bertanya pada Ryan. "Apa rencanamu untuk membuktikan diri sebelum tanggal pernikahanmu nanti?"


"Saya berencana mengembangkan sebuah Game lintas platform termasuk platform Android dan IOS."

__ADS_1


"Game lintas platform termasuk mobile? Apakah itu mungkin?" tanya Heri tidak yakin.


"Saya yakin pasti bisa Pak." jawab Ryan dengan penuh kepercayaan diri.


"Hem... kalau ini sukses, maka ST akan lebih maju dari perusahaan game lainnya. Apakah Kamu akan mengubah Mobile Legend menjadi lintas platform, atau Kamu akan membuat game baru?" Heri bertanya lagi untuk memastikan.


"Saya akan membuat game baru. Konsepnya adalah game FPS (First Person Shooter) dengan tema battle royal. Saya akan memberinya nama, Player Unknown Battlegrounds, atau disingkat PUBG."


"Sepertinya game yang sangat menarik. Aku akan menunggu presentasi darimu." senyum Heri terlihat jelas, jika dia mengharapkan Ryan bisa seperti yang diharapkan.


Setelah berbincang-bincang, tak terasa Mobil Heri telah tiba di depan Halte dekat ST Tower.


"Kamu yakin turun di sini?"


"Iya Pak."


"Baik, Aku pergi dulu. Sampai jumpa hari senin, Bapak Direktur Research & Development." Heri pamit.


Heri kemudian memacu mobilnya dengan kencang meninggalkan Ryan sendirian berdiri di halte.


"Sial! Dia melangkah lebih cepat dan sudah sejauh ini. Aku harus menyelidiki, apa maksud dari kedatangannya ke ST memang ingin merebut ST atau tidak."


"Bisa jadi ayahnya yang memintanya datang, atau Ryan sendiri yang mendengar cerita ayahnya sehingga dia bertekad untuk merebut ST."


"Bahkan Mama tidak tahu asal usul Ryan yang sebenarnya adalah keponakannya sendiri. Atau mama pura-pura tidak tahu?"


"Hem... ternyata Aku memiliki banyak PR untuk menyelidiki semua ini."


Heri berbicara sendiri di dalam mobil, yang melaju dengan kecepatan sedang menuju ke suatu tempat. Dia ingin bertemu dengan seseorang, yang akan diberi tugas untuk menyelidiki semua yang menjadi pertanyaannya tadi.


Dia tidak mau jika Ryan akan merebut semua kekuasaan ST, melihat bagaimana potensi dan kemampuan yang dimiliki Ryan.


Apalagi ternyata Ryan dikelilingi oleh orang-orang yang berpengaruh di dunia bisnis. Seperti Laura Adela dan Shiro Yuki.


"Jangan berharap agar Aku diam saja Ryan. Aku tidak akan membiarkan semua yang Kamu rencanakan berhasil."

__ADS_1


"ST adalah milikku seorang, dan Aku akan menjadi penguasa satu-satunya. Dengan kekuasaan ku di luar sana, Aku akan menambah pengaruh ST untuk dunia!"


Heri yang terlihat sangat berwibawa dan tidak ambisius, ternyata memiliki rencana yang sangat matang dengan caranya sendiri.


__ADS_2