
Keesokan harinya, Ryan telah berpakaian casual dengan kaos neck-v uniqlo dan celana jeans.
Saat Ryan keluar kamar kos, Mira telah menunggu Ryan di depan teras. Ryan sedikit terpana melihat Mira yang sangat cantik dengan pakaian model Vintage.
"Siang Mira, Kamu terlihat sangat cantik sekali hari ini." Ryan memuji dari hati.
Mendengar suara Ryan, Mira menoleh ke arah Ryan dengan senyum manisnya. "Siang juga Mas. Mas juga terlihat sangat ganteng hari ini. Apapun yang Mas pakai terlihat cocok."
"Terima kasih." Ryan kemudian mengajak Mira pergi. "Ayo…"
Setelah itu, mereka pergi ke pasar tanah abang untuk berbelanja pakaian.
Ryan dan Mira berjalan beriringan di pasar Tanah Abang, menjelajahi berbagai toko pakaian. Mereka berbincang tentang gaya dan model pakaian yang mereka sukai. Ryan menunjukkan minat pada pakaian kasual, sementara Mira menyukai pakaian dengan gaya vintage. Setelah berkeliling selama beberapa jam, mereka akhirnya menemukan toko pakaian vintage yang menarik perhatian Mira.
Mira memilih beberapa pakaian yang dia sukai dan Ryan membantunya memilih yang terbaik untuk dibeli. Ryan sangat tertarik dengan gaya pakaian Mira dan dia sangat senang melihat Mira yang antusias dengan segala hal tentang pakaian vintage. Mereka berdua memiliki kecocokan yang baik dan Ryan merasa sangat nyaman bersama Mira.
Setelah berbelanja, Ryan dan Mira pergi ke sebuah café untuk istirahat dan minum. Mereka duduk bersebrangan di meja, berbincang tentang hal-hal yang mereka sukai dan berbagi cerita tentang hidup mereka. Ryan sangat terkesan dengan Mira dan dia sangat nyaman berbicara dengannya.
"Kamu tahu, Aku sangat menikmati waktu bersamamu hari ini," kata Ryan.
"Aku juga sangat menikmati waktu bersamamu Mas." kata Mira tersenyum. "Mas Ryan adalah pria yang sangat baik dan Aku merasa sangat nyaman berbicara denganmu."
Ryan tersenyum. "Aku sangat senang mendengarnya. Kamu adalah orang yang sangat spesial dan Aku sangat beruntung bisa menemanimu hari ini."
Mira tersenyum manis. "Aku juga sangat senang bisa jalan-jalan dengan Mas Ryan."
Ryan dan Mira terus berbicara dan berbagi cerita selama beberapa jam. Mereka sangat menikmati percakapan mereka, sehingga terlihat jelas jika mereka sangat menikmati satu sama lain.
Pada akhir hari, Ryan dan Mira berakhir di tepian pantai, menikmati matahari terbenam yang indah. Mereka berdiri bersama, memeluk satu sama lain dan menatap ke arah laut.
Ryan mengelus rambut Mira dan memeluknya erat. "Aku berharap kita bisa terus bersama dan membuat hari-hari seperti ini menjadi kenangan yang indah untuk kita berdua."
__ADS_1
Setelah matahari benar-benar tenggelam, Ryan dan Mira kembali berjalan-jalan di kota. Mereka menjelajahi kota dan menikmati pemandangan malam.
Setelah beberapa jam berjalan-jalan, mereka akhirnya sampai di sebuah taman yang indah dengan pemandangan kota yang spektakuler. Mereka duduk di bangku taman dan menikmati pemandangan malam.
"Ini benar-benar indah," kata Mira.
"Ya, betul," kata Ryan. "Tapi, aku merasa bahwa yang paling indah di sini adalah kamu."
Mira tersipu malu mendengar pujian Ryan.
Ryan mengambil tangan Mira dan memegangnya erat. "Mira, aku ingin membahas sesuatu denganmu. Sejak pertama kali bertemu denganmu, aku merasa seperti aku sudah mengenalmu selama bertahun-tahun. Kamu adalah orang yang paling spesial yang pernah aku temui dalam hidupku dan aku merasa sangat nyaman bersamamu."
Mira tersenyum lebar. "Aku merasa hal yang sama, Mas Ryan. Kamu adalah orang yang sangat menyenangkan dan aku merasa sangat nyaman bersamamu."
Ryan menatap Mira dengan penuh perasaan. "Mira, aku sangat mencintaimu. Aku ingin menjadi bagian hidupmu selamanya dan membuatmu bahagia selama hidupku. Tapi …"
"Tapi kenapa mas?"
"Aku akan menikah 6 bulan lagi."
Mira menatap ke arah Ryan dengan pandangan mata tidak percaya. Baru saja Ryan menyatakan ingin hidup bersama dengannya, tapi sekarang justru memberitahu bahwa dia akan segera menikah untuk waktu 6 bulan ke depan.
"Mas..."
"Maaf Mira. Aku bisa memberikan penjelasan. Aku... Aku terpaksa menerima tawaran ibu Ammy." Ryan mencoba menenangkan Mira yang sudah mulai terisak.
Tapi Ryan tidak ada pilihan lain, selain memberitahu apa rencana yang ingin dilakukannya. Dia tidak mau jika Mira mendengarnya dari orang lain, atau baru tahu setelah rencana pernikahannya dekat.
"Mira... Mira harus bagaimana? hiks hiks hiks..." Mira benar-benar tidak bisa mengontrol perasaannya, sehingga dia hanya bisa menangis.
Baru saja hatinya berbunga-bunga, dengan pengakuan Ryan yang ingin hidup bersamanya. Tapi kini Ryan justru mengatakan akan menikah dengan gadis lainnya. Apakah tidak sakit hati di Mira?
__ADS_1
Mira sendiri ingin mengutuk perasannya sendiri, yang sudah terlanjur memutuskan untuk bisa menerima Ryan. Tapi jika sudah seperti ini mau bagaimana lagi, apa yang harus dilakukan Mira?
Coba gaess, ada saran gak nih Mira harus bagaimana menentukan sikap?
Tolong ditulis pada komentar ya...
***
Di sisi lain, Elly sedang merayakan keberhasilan yang dengan Renata. Dia mengundang sahabatnya itu untuk merayakan keberhasilannya, dalam meraih kebahagiaan yang dia inginkan.
Dia sudah berhasil meyakinkan mamanya, agar menyetujui permintaannya untuk menggagalkan perjodohannya dengan Kevin. Kemudian meminta pada mamanya untuk menerima Ryan, bahkan mamanya sendiri yang justru meminta Ryan untuk menikah dengannya.
"Jadi... Besty Gue mau merrid dalam waktu dekat?" tanya Renata tidak percaya.
Elly mengangguk mengiyakan dengan cepat, membuat Renata gemas sendiri dengan sahabatnya yang masih polos ini.
"Ihhh... gemes banget sih sama Kamu Elly. Tapi sumpah ya, Gue ikut bahagia dengan berita ini. Selamat ya Besty..." ucap Renata dengan merentangkan kedua tangannya, memeluk Elly yang masih terus mengembangkan senyumannya.
Mereka berdua tidak sadar, jika di sudut ruangan yang ada Reina yang tersenyum misterius.
'*Cih, berbahagialah Kamu adikku. Aku pasti akan mendapatkan gilirannya.'
'Untuk sekarang Aku akan membiarkanmu untuk mendapatkan Mas Ryan. Tapi jika udah waktunya, Aku pasti akan merebutnya kembali. Dia hanya diciptakan untukku bukan untuk orang lain*.'
Hati Reina panas. Dia sebenarnya tidak suka dengan melihat kebagian adiknya, tapi dia juga harus bisa menahan diri untuk tidak melakukan apa-apa yang membuat rencananya gagal.
Dia tidak mau gegabah, sama seperti kakaknya Leo. Bahkan malam itu, saat Leo meninggalkan acara makan malam bersama Ryan, sampai saat ini Leo belum menampakan dirinya di rumah.
Meskipun Leo masuk kantor, tapi dia memilih untuk tinggal di apartemennya sendiri. Dan Reina memaklumi kondisi kakak keduanya itu, sebab untuk saat ini Leo sedang banyak masalah.
Tapi yang pasti, Reina juga merasa yakin jika Leo tidak akan pernah tinggal diam menunggu begitu saja, dengan semua rencana mamanya yang ingin menikahkan Elly dengan Ryan.
__ADS_1
Reina tahu betul bagaimana sifat kakaknya Leo, jadi bisa dipastikan akan terjadi sesuatu pada saat pesta pernikahan adiknya nanti.
'Kita lihat saja pertunjukan 6 bulan ke depan.'