Mengubah Takdir

Mengubah Takdir
Mengubah Takdir (End)


__ADS_3

Satu minggu kemudian, Ryan berhasil mendapat informasi mengenai dalang di balik kematian Elly.


"Dasar keluarga psikopat!"


Buk


Teriak Ryan sambil menendang meja yang ada di ruangan kantornya. Ryan benar-benar marah dengan keluarga Sudiarto.


Berdasarkan rekaman CCTV, Reina terlihat datang ke kamar Elly dengan gelagat aneh. Tak lama setelah Reina keluar, kondisi Elly menjadi kritis.


Dari sini saja, Ryan sudah dapat menebak apa yang dilakukan Reina.


"Di keluarga ini, sepertinya hanya Elly dan Heri saja yang baik. Sisanya sampah!"


"Oke, kesabaranku sudah habis. Sekarang, Aku akan melakukan hal yang sama seperti kalian lakukan!"


***


Malam harinya, Ryan datang ke kediaman keluarga Sudiarto untuk makan malam. Walau Elly sudah meninggal, namun Ammy meminta Ryan untuk selalu makan malam di kediamannya.


Walau Ryan hanya seorang menantu, namun sepak terjangnya sebagai Direktur Research & Development yang sangat cemerlang membuatnya tidak ingin melepaskannya.


Dalam bulan ini saja, PUBG sudah menyumbang pendapatan ST sebanyak 100 Milliar. Selain itu, Mobile Legend Boom Boom yang baru mulai launching juga mulai mendatangkan keuntungan dari penjualan skin, diamond, dan hero.


Jadi wajar saja kalau Ammy tidak akan mau melepaskannya Ryan begitu saja.


"Ryan, bagaimana hari ini?" tanya Ammy sambil menyantap Steak yang ada di meja.


"Hari ini jumlah pendownload PUBG sudah mencapai angka 20 juta. Sementara itu, kami juga sudah menghubungi Steam untuk memasarkan PUBG versi PC di sana." jawab Ryan.


Mereka pun saling berbincang. Heri dan Reina juga ikut dalam perbincangan yang harmonis ini. Hanya Leo saja yang makan dengan raut wajah kesal.


Satu jam kemudian, tiba-tiba Ammy memegang dadanya. Dia merasa sangat kesakitan hingga roboh dari tempat duduknya.


Brakk


"Mama!" Heri, Leo, dan Reina bergegas menghampiri Ammy.


Saat Ryan akan beranjak dari tempat duduknya, mendadak dada Ryan terasa sakit. "Khuuk…"


Seketika itu, Ryan juga ikut roboh.


"Mas Ryan!" Reina langsung berlari ke tempat Ryan jatuh.


"Apa yang terjadi?!" tanya Leo panik.


"Kita telepon Ambulance dulu." Setelah itu, Heri langsung menghubungi Ambulance.


Anehnya, setelah menghubungi Ambulance, kini giliran Heri yang merasakan sakit di dadanya.


Leo dan Reina pun juga menyusul mengerang kesakitan. Mereka semua pun roboh di ruang makan.


***


"Ughh…" saat Ryan membuka matanya, dia melihat banyak instrumen kesehatan seperti infus dan alat pendeteksi detak jantung.


Melihat Ryan sadar, suster yang berjaga langsung berlari sambil berteriak. "Dokter! Pasien nomor dua telah sadar!"


Beberapa saat kemudian, Ryan dikelilingi oleh banyak orang berpakaian putih.


"Syukurlah dia selamat…"


"Menjadi satu-satunya yang berhasil bertahan hidup, ini benar-benar keajaiban."

__ADS_1


Setelah memastikan kondisi Ryan telah stabil, Ryan dipindahkan dari kamar ICU ke kamar VVIP.


"Ryan!" Setibanya di kamar VVIP, Ayah Ryan, Imam Jamaludin telah menunggu kedatangan Ryan dan langsung memeluk Ryan yang masih terbaring di ranjang dorong.


Imam Jamaludin menangis tersedu-sedu melihat anaknya berhasil selamat.


"Ayah, apa yang terjadi? Kenapa Aku di rumah sakit?" tanya Ryan dengan nada lemas.


"Inem, Asisten Rumah Tangga keluarga Sudiarto telah meracuni kalian. Polisi sudah menangkapnya. Sementara ini, motifnya adalah dendam." jelas Imam.


"Begitu ya… jadi, bagaimana dengan Reina dan lainnya?"


Mendengar pertanyaan ini, Imam terdiam.


Melihatnya seperti ini, Ryan menjadi curiga. "Ayah, katakan padaku, apa yang terjadi pada mereka?!"


Dengan sangat enggan, akhirnya Imam membuka mulutnya. "Mereka semua telah meninggal. Hanya Kamu satu-satunya yang masih hidup."


"I-ini…" Seketika itu, Ryan pun meneteskan air matanya.


***


Seminggu setelahnya, Ryan telah benar-benar pulih dan kembali bekerja. Karena Ryan adalah satu-satunya anggota keluarga Sudiarto yang tersisa, walau dia seorang menantu, Ryan berhak mewarisi semua saham ST.


Dengan begitu, Ryan pun menjelma menjadi seorang CEO ST.


Tidak ada yang menghalangi proses pengambilalihan ini. Karena kesuksesannya sebagai direktur Research & Development, dan juga sikap baiknya selama ini, banyak yang menyambutnya dengan gegap gempita.


Semua ikut senang. Terlebih lagi Ella, yang kini telah menjabat sebagai direktur Research & Development baru menggantikan Ryan.


Shiro yang kini telah berada di Universitas Harvard pun memberi selamat pada Ryan melalui panggilan luar negeri. "Selamat telah berhasil merebut ST, hahaha…"


"Hush, jangan keras-keras…" tawa Ryan.


"Hal ini terpaksa aku lakukan karena salah satu dari mereka telah membunuh Elly. Aku hanya membalaskan dendam Elly."


"Begitu ya… memang sangat disayangkan, kematian Elly benar-benar mengganggu rencana besar mu."


"Benar… seandainya Elly masih hidup, Aku tidak akan pernah menggunakan cara ini."


Setelah satu jam berbincang, Ryan menutup teleponnya. Sambil duduk di kursi CEO, Ryan kembali mengingat apa yang dia lakukan sebelumnya.


Sebelumnya, Ryan secara diam-diam menemui inem, sang Asisten Rumah Tangga keluarga sudiarto. Inem sangat menyayangi Elly, bahkan dia sudah menanggapnya sebagai anak sendiri.


Setelah Ryan memberi tahu penyebab kematian Elly yang sesungguhnya, Inem bersedia bekerja sama dengan Ryan untuk membalas dendam.


Awalnya Inem ragu untuk ikut serta. Akan tetapi, Ryan menjanjikan Inem bahwa dia akan membiayai sekolah anak Inem dan juga memberinya pekerjaan ST. Inem akhirnya bersedia setelah Ryan memberikan penawaran.


Ryan lalu memberi Inem sebuah racun untuk ditaburkan pada masakan yang akan dihidangkan. Sementara Ryan, agar dia tidak mati keracunan, sengaja meminum penawarnya terlebih dahulu.


Maka dari itu, Ryan dapat berhasil menjadi satu-satu orang yang selamat dari insiden ini.


"Dengan begini, Aku telah mengubah takdirku…" gumam Ryan, sambil melihat pemandangan kota Jakarta dari ruang CEO yang ada di puncak ST Tower.


***


Bonus After Story Keluarga Bahagia


"Papa pulang!" ucap Ryan dengan lantang sepulang dari kerja.


"Papa!" seorang anak perempuan berusia 4 tahun datang dan langsung memeluk Ryan.


"Elly!" Ryan memeluk Elly Jamaludin dengan erat. "Anakku yang paling cantik se-Indonesia, Papa kangen beget sama kamu."

__ADS_1


"Hehehe… Elly juga kangen Pa."


"Oh ya, di mana mama?"


"Mama ada di dapur Pa." jawab Elly Jamaludin dengan imut.


Mendengar ucapan anaknya, Ryan bergegas menuju dapur. Melihat istrinya sedang memotong bawang di dapur, Ryan langsung memeluk lembut Istrinya.


Mendapat pelukan lembut ini, istri Ryan protes. "Mas, jangan ganggu Mira dong mas. Bahaya nih…"


"Habis Aku kangen banget sama Kamu, sayang…"


"Ihss, Mas Ryan ah…" tawa Mira, yang kini menjadi Istri sah Ryan.


Delapan tahun berlalu begitu cepat. Kini, Ryan telah hidup bahagia bersama Istrinya, Mira, dan juga anak semata wayangnya, Elly.


Lima tahun yang lalu, Mira telah bebas dari penjara. Selama di dalam penjara, Ryan selalu mengunjungi Mira. Maka dari itu, perasaan Mira masih tetap sama walau telah menjalani 3 tahun hukuman penjara.


Setelah bebas dari penjara, Ryan pun langsung menikahi Mira. Ryan melakukan hal ini secara tertutup. Karena jika banyak orang tahu bahwa dia menikahi orang yang menusuk istri pertamanya, maka Ryan dan Mira bisa akan mendapat banyak perlawanan dan hujatan.


Tapi, setelah lima tahun menikah, orang-orang sudah mulai menerima hubungan mereka. Dan kini mereka telah hidup bahagia.


***


Bonus After Story Melambai Tapi Mafia


Di sebuah rumah besar bak istana, tampak ada ratusan pria dan wanita berjas hitam berkumpul di sebuah aula besar.


Saat mereka sedang mengobrol satu sama lain, pintu aula tiba-tiba terbuka.


Kreaak


Suara pintu itu langsung membuat semua pembicaraan di aula tersebut berhenti. Mereka semua kemudian bergegas berbaris di sisi kanan dan kiri hingga membentuk sebuah jalan.


Dari arah pintu, muncul seorang pria tampan yang terlihat ramah. Walau penampilannya seperti itu, tapi pria itu adalah seorang pria yang kejam.


Jika Ryan melihat wajah pria itu, dia pasti akan sangat terkejut. Karena pria itu, tak lain adalah Heri Sudiarto.


Heri Sudiarto yang dinyatakan telah meninggal, ternyata masih hidup dan sehat.


Heri dengan sengaja memalsukan kematiannya. Dia sudah bosan dengan permainan perebutan tahta ST. Dia ingin sesuatu yang lebih besar, yaitu negara ini.


Setelah delapan tahun insiden racun itu, kini Heri telah menjadi seorang Raja Mafia. Bahkan dia telah berhasil menguasai pemerintahan dari balik layar.


Dengan berbagai barang bukti korupsi ataupun skandal lainnya, Heri menggunakan itu untuk memeras para pejabat, bahkan presiden.


Bisa dibilang, saat ini Heri telah mencapai status di atas presiden. Presiden saja harus tunduk padanya. Bisa dilihat betapa kuatnya pengaruh Heri.


Sambil tersenyum ramah, Heri terus berjalan ke depan. Setiap Heri berjalan, orang-orang yang berbaris di samping kanan dan kirinya langsung menundukkan badannya dan berteriak, "Bos!"


Melihat semua ini, Heri sangat puas. 'Ryan, jika bukan karena Kamu meracuniku, Aku tidak mungkin bisa jadi sehebat ini. Tapi walau begitu, tunggulah Aku Ryan. Aku akan membunuhmu dan juga keluarga kecilmu itu!'


***


Kisah Ryan Jamaludin yang sedang mengubah takdirnya sudah end ya gaesss...


Untuk kisah Heri yang ingin balas dendam pada Ryan Jamaludin mungkin akan ada di next novel TK yang lain. Semoga saja ada waktu untuk membuatnya dengan segera.


Terima kasih banyak atas semua dukungan untuk novel TK Ryan Jamaludin ini.


See you next time...


Tetap jaga kesehatan dan jangan lupa untuk tetap berusaha mengubah takdirmu menjadi lebih baik lagi...

__ADS_1


__ADS_2