
Ryan meluncur ke depan dengan cepat, memanfaatkan kecepatan dan tekniknya sebagai praktisi silat. Dia membuat pukulan ke salah satu preman, yang dengan sigap diblok dengan tangannya.
Preman itu membalas dengan serangan balik, tetapi Ryan dengan sigap menghindar dan membalas dengan serangan lainnya.
Preman itu terkesima dan kagum melihat kemampuan Ryan yang bergumul dengannya dengan memperlihatkan gerakan-gerakan silat yang cepat dan mematikan.
Sementara itu, dua preman lainnya melihat kesempatan untuk menyerang Ryan bersama-sama. Mereka berdua mengeluarkan senjata tajam dan mengejar Ryan, tetapi Ryan dengan cepat bergerak menghindar dan melontarkan serangan yang mematikan. Dia memanfaatkan jurus silat yang digunakan untuk mengatasi musuh dalam jarak dekat, menggunakan kecepatan dan kelincahannya untuk mengelak dari serangan mereka dan menyerang balik dengan memukul mereka satu per satu.
Pertarungan itu terus berlangsung dengan sengit, dan Ryan terus memperlihatkan kemampuannya sebagai silat practitioner dengan memanfaatkan jurus-jurus yang dia pelajari selama 6 bulan.
Dia tidak memberikan kesempatan bagi preman-preman itu untuk membalas serangannya. Hingga akhirnya, Ryan berhasil mengalahkan ketiga preman itu.
Namun saat Ryan akan pergi, dari mobil Van itu turun seorang pria berkepala botak menggunakan kacamata hitam. Dia memiliki tubuh kekar bak seorang binaraga, yang membuat jas hitam di tubuhnya terasa sempit.
Ryan dapat merasakan aura yang berbahaya dari preman ini. Dia sangat berbeda dengan ketiga preman sebelumnya, yang pastinya anak buah dari laki-laki botak tersebut.
"Aku tidak pernah menyangka, orang sepertimu dapat mengalahkan anak buahku. Itu tidak masalah. Mereka hanyalah preman jalanan saja."
"Aku adalah mantan pegulat profesional. Jadi Aku tidak mungkin bisa kalah seperti mereka!"
Setelah mengatakan itu, preman yang mengaku-ngaku sebagai pegulat profesional itu menghampiri Ryan dengan langkah cepat.
Ryan tidak gentar dan bersiap untuk bertarung. Dia melakukan teknik uppercut dan memukul pipi preman pegulat profesional itu dengan kuat.
Namun, preman itu membalas dengan sebuah tendangan yang keras, yang membuat Ryan terjatuh ke tanah.
Bug brukkk
Ryan bangkit dan menggunakan teknik rolling dodge untuk menghindari serangan preman itu. Dia berhasil mengelabui preman pegulat profesional itu dan melakukan teknik back elbow strike yang membuat preman itu terpental.
Brukkk
Akan tetapi, preman itu dengan cepat bangkit dan menghantam Ryan dengan sebuah sebuah pukulan keras.
Bug sling
Ryan terpental ke belakang, namun dengan cepat dia menyeimbangkan diri. Dia memanfaatkan kesempatan itu dan melakukan teknik spinning hook kick yang membuat preman itu terpental jatuh.
Bug brukkk
Preman itu tidak menyerah dan bangkit, memukul Ryan dengan teknik grappling. Namun, Ryan memanfaatkan keahlian grappling-nya dan membalikkan posisi, sehingga dia bisa memukul preman pegulat profesional itu dengan keras.
Dug bug bag bug
Pertarungan sengit itu berlanjut, kedua belah pihak saling memukul dan membalas serangan.
Beberapa saat kemudian, Ryan akhirnya berhasil mengatasi preman pegulat profesional itu dengan sebuah teknik final blow. Dia memukul dada preman itu dengan sekuat tenaga, membuat preman itu terpental hingga menghantam mobil Van yang ada dibelakangnya.
__ADS_1
Bruakkk
Preman pegulat profesional itu berusaha bangkit kembali. Akan tetapi, dia merasakan sakit di sekujur tubuhnya, hingga akhirnya tidak dapat berdiri lagi.
Melihat hal ini, Ryan melangkah ke depan menghampiri preman botak itu. "Katakan padaku, siapa yang menyuruh kalian?"
"Cuih!"
Preman tersebut meludahi baju pengantin Ryan yang sudah di penuhi debu.
Tanpa ada keraguan, Ryan langsung menginjak kepala preman bertubuh besar itu dengan keras.
"Arghh!" jerit kesakitan preman tersebut.
"Aku tanya sekali lagi, siapa yang menyuruh kalian?!"
Preman tersebut tetap bungkam walau kepalanya terus ditekan kaki Ryan.
"Jujur saja, Aku tidak menyukai kekerasan. Aku adalah orang pecinta kedamaian dan toleransi. Tapi, mohon maaf sebelumnya…"
Seketika itu, Ryan berjongkok dan mematahkan jari kelingking preman itu.
"Argghh!"
Tanpa memperdulikan suara berisik itu, Ryan terus mematahkan kesepuluh jari preman itu.
"Apakah Aku juga perlu mematahkan sosis dan memecahkan telurmu?" tanya Ryan dengan nada yang sangat dingin.
Preman itu pun merinding begitu mendengar ucapan Ryan. Dia pun langsung menyebutkan nama orang yang menyuruhnya.
"Tu-tuan Muda Kevin… Tuan Muda Kevin lah yang menyuruh kami!"
"Aku sudah memberitahu semuanya, to-tolong lepaskan Aku…" pinta preman itu sambil menangis tersedu-sedu.
"Kevin ya… Hemmm itu artinya, Leo ada di balik semua ini…" gumam Ryan sambil menyentuh dagunya.
Setelah itu, Ryan kembali ke mobil dan mengendarai mobilnya menuju gedung pernikahannya.
***
Setibanya di gedung pernikahan, Ryan hampir saja terlambat. Dia segera membersihkan diri dari debu dan masuk ke dalam ruangan. Untung saja, pakaian pengantin yang dia kenakan tidak sobek, jadi dia tidak akan malu berada di depan banyak orang.
"Ryan, kenapa Kamu lama sekali?" tanya Ammy dengan mata melotot.
"Maafkan Aku Ma, tadi ada sedikit kecelakaan di jalan."
Elly yang ada di sebelah Ammy terlihat sangat mengkhawatirkan Ryan. "Tapi Mas Ryan tidak apa-apa kan?"
__ADS_1
"Tenang saja Sayang, Mas tidak apa-apa kok." senyum Ryan menenangkan calon istrinya.
Kemudian, Ammy segera menyuruh Ryan dan Elly pergi menemui para tamu dan memulai acaranya.
Di dalam Hall, Kevin dan Leo sedang bersulang.
"Hahaha… dengan begini, Ryan tidak akan bisa datang ke pesta pernikahan ini. Dengan begitu, pernikahan ini pasti batal. Dan Kamu bisa mendekati Elly lagi, Kevin." ucap Leo dengan mood yang sangat baik.
"Tentu saja, orang yang Aku kirimkan adalah seorang mantan pegulat profesional. Dia juga asalah bodyguard terbaikku."
"Dia bahkan bisa mengalahkan 10 orang anggota tentara terlatih dengan tangan kosong."
Kevin begitu sesumbar dengan kehebatan Bodyguardnya.
"Hahaha... Aku percaya padamu Kevin. Kamu adalah sahabat terbaikku." Leo kemudian menenggak segelas wine di tangannya.
Namun, tiba-tiba saja, Ryan dan Elly terlihat memasuki Hall dengan sangat elegan.
Melihat kedatangan Ryan dan Elly di Hall, Leo yang sedang minum bersama kevin langsung tersedak. "Uhuk-uhuk…"
"Ini tidak mungkin!" seru Kevin.
"Aku sudah memerintahkan Arnold, pengawal terbaikku untuk menghajarnya! Bagaimana mungkin dia baik-baik saja?!"
Leo benar-benar kesal dengan ketidak becusan Kevin. Dia ingin memukulnya sekarang. Apalagi dia telah sesumbar bahwa Bodyguardnya itu dapat mengalahkan 10 orang tentara sekaligus.
Hal ini benar-benar membuatnya sangat kesal. Namun karena di hall ini banyak tamu dan orang penting, dia tidak bisa bersikap seenaknya di sini. Leo pun terpaksa menahan semua amarahnya, tapi rahangnya tampak mengeras menahan amarah.
Acara pernikahan pun berlangsung secara khidmat. Ryan dan Elly bersalaman dengan banyak orang. Mereka berdua sangat kelelahan dengan semua acara ini.
Akan tetapi, hal yang tak terduga kembali muncul hari ini. Mira ternyata datang ke pernikahan Ryan dan Elly.
Melihat Mira berjalan sedikit sempoyongan ke arah Ryan dan Elly, Ryan sangat terkejut.
'Kenapa Mira ada di sini? Aku tidak merasa mengundangnya. Bahkan Aku tidak memberitahu lokasi dan tanggal pernikahanku. Apa dia mengikutiku pagi ini?' batin Ryan.
Mira terus berjalan ke arah Ryan. Raut wajah Mira tampak sedang teler. 'Apa yang terjadi pada Mira?'
Saat Mira di depan Ryan, dia memberi ucapan selamat pada Ryan. "Selamat ya Mas, tapi kamu adalah milikku, hehehe…"
Tawa Mira ini seperti orang tidak waras. Hal ini tentu mengundang perhatian banyak orang.
Elly yang bersiap menyalami Mira pun bingung dengan sikapnya.
Begitu Mira akan menyalami Elly, tiba-tiba Mira mengeluarkan sebilah pisau dan menusuk perut Elly.
Jleb
__ADS_1