
Di dalam kamar VVIP hotel ST, dengan suasana yang mewah dan elegan. Dari segi ukuran kamar yang lebih besar dibandingkan dengan kamar-kamar biasa yang ada di hotel pada umumnya, memberikan rasa nyaman dan tenang bagi Reina dan Ryan yang sedang ada janji lagi untuk malam ini.
Kamar VVIP yang dilengkapi dengan fasilitas yang sangat memadai dan canggih, ada televisi layar datar yang besar, sistem home theater, koneksi internet super cepat, mini bar yang selalu dipenuhi berbagai jenis minuman, dan masih banyak lagi. Tak hanya itu, kamar VVIP ini juga dilengkapi dengan fasilitas cuci pakaian dan setrika, sehingga Reina tidak perlu khawatir dengan kebutuhan pakaiannya, di saat dia tidak memiliki kesempatan untuk pulang ke rumah, tapi langsung berangkat ke kantor. Apalagi dia adalah anak pemilik ST, jadi mendapatkan prioritas terbaik.
Di bagian tidur, terdapat tambahan yang sangat empuk dan nyaman, dilengkapi dengan bantal dan selimut berkualitas. Terdapat juga penerangan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan, sehingga Reina merasa nyaman saat bersama dengan Ryan, dengan melakukan aktivitas-aktivitas yang tidak bisa diganggu oleh orang lain.
Kamar mandi di kamar VVIP ini juga sangat mewah dan berkualitas. Terdapat shower air panas dan dingin, bathtub yang nyaman, serta peralatan mandi yang lengkap. Terdapat juga perlengkapan mandi berkualitas, seperti sabun, sampo, dan kondisioner, yang disediakan untuk para tamu.
Kamar VVIP ini juga dilengkapi dengan balkon atau area terbuka, sehingga dia dapat menikmati udara segar dan pemandangan indah dari hotel tersebut pada malam hari. Terdapat juga meja dan kursi di balkon, sehingga Reina dapat menikmati minuman atau makanan sambil menikmati pemandangan bersama dengan Ryan.
Sungguh menyenangkan bukan? begitulah kira-kira keinginan Reina, yang semakin jauh memiliki perasaan pada calon adik iparnya.
Di dalam kamar VVIP ini, Reina juga dapat menikmati layanan 24 jam dari staf hotel. Staf hotel selalu siap membantu dan memenuhi kebutuhannya, seperti menyiapkan makanan, dan keinginan-keinginan Reina yang lain.
"Reina, mohon bantuannya untuk hari ini."
Reina tidak menjawab pertanyaan Ryan karena mulutnya sedang penuh, saat memainkan miliknya Ryan. Sehingga dia hanya bisa memberikan gesture 'Oke' pada Ryan sebagai jawabannya.
"Aku jadi tidak sabar untuk mencaplok saham Leo." gumam Ryan sambil menikmati service Reina malam ini.
Mereka berdua sudah sama-sama gila, di saat hanya ada mereka berdua saja. Apalagi Ryan yang sudah terlanjur masuk dalam lingkaran permainan Reina, sehingga tidak bisa dengan mudah lepas dari permintaan gadis tersebut.
Semua mereka lakukan hingga dini hari, membuat Ryan tidak pulang ke kos lagi untuk kesekian kalinya, jika sedang bersama dengannya.
~***~
Sesuai janji yang telah dibuat, Shiro Yuki akhirnya benar-benar datang ke ST Tower tepat pukul 10 pagi.
Alex yang telah berdiri di depan Lobi sejak pukul 9 pagi itu langsung menyambut ramah Shiro Yuki yang datang menggunakan mobil Lamborgini berwarna biru.
Alex membungkukkan badannya di depan Shiro Yuki dan berkata dengan sangat sopan, "Selamat pagi Tuan Shiro. Tuan Leo sudah menunggu kedatangan Tuan Shiro di ruangannya. Mari Saya antar."
Shiro Yuki yang mengenakan kemeja putih, dasi biru, dan jas abu-abu tua ini mengangguk dengan dingin pada Alex. Dia lalu mengikuti Alex menuju ruangan Direktur Investasi di mana Leo telah menunggu kedatangannya.
__ADS_1
Tok Tok Tok
"Masuk…"
Alex lalu membuka pintu secara perlahan. "Permisi Tuan Muda Leo, Tuan Shiro Yuki sudah datang."
Mendengar ucapan Alex, mata Leo terbuka lebar dan sangat bersemangat. Dia langsung beranjak dari tempat duduknya untuk menyambut Shiro Yuki.
"Selamat datang Tuan Shiro Yuki. Saya Leo Sudiarto." Leo menjabat tangan Shiro, dengan memperkenalkan dirinya sendiri.
Shiro Yuki dengan ekspresi wajah dingin, membalas jabatan tangan Leo. "Shiro Yuki."
Leo lalu mempersilahkan Shiro Yuki untuk duduk di sofa yang ada di tengah ruangan. "Silahkan duduk Tuan Shiro."
Setelah itu, Leo mulai berbasa-basi pada Shiro Yuki, namun Shiro Yuki tidak menanggapinya sama sekali.
Merasa canggung, akhirnya Leo langsung berbicara pada inti tujuan utama mereka bertemu pagi ini.
"Itu benar. Saya ingin membeli saham ST dengan opsi Buyback setelah 10 tahun. Untuk itu, Saya akan membeli 15% saham Anda dengan nilai 800 Milliar. Bagaimana?"
Mendengar hal ini, Leo merasa sedang direndahkan Shiro Yuki. "Tuan, harga yang Tuan ajukan terlalu murah. Seharusnya jika melihat harga pasar sekarang, 15% saham ST bernilai 1,5 Trilliun rupiah!"
"Jika Anda tidak mau tidak apa-apa, Saya bisa menunda ekspansi perusahaan Saya di Indonesia kapan pun. Kalau begitu, Saya undur diri dulu." pamit Shiro Yuki dengan beranjak dari tempat duduknya.
Melihat Shiro Yuki akan pergi, Leo menjadi panik. 'Ini gawat! Jika Aku tidak mendapat uang sekarang, maka Mama akan mengusirku! Aku harus mendapatkan uang itu sekarang!'
"Tunggu! Aku bersedia, tapi Aku minta harga 1 Trilliun untuk 15% saham."
Shiro Yuki tersenyum tipis dengan ucapan Leo barusan. "Deal."
Karena Leo membutuhkannya hari ini, maka dokumen-dokumen pemindahtanganan saham dibuat dengan cepat.
Dengan begitu, Leo kini telah menjual 15% sahamnya secara diam-diam tanpa sepengetahuan Ibunya.
__ADS_1
Setelah kembali dari ST Tower, Shiro Yuki langsung menghubungi Ryan.
..."Ryan, sang anak singa benar-benar sudah tersudut. Aku sudah mencaplok tajinya dengan harga murah, hahaha…"...
..."Terima kasih Shiro. Aku pasti akan membalas kebaikanmu."...
..."Yang penting, ketika Aku menjadi CEO Nagato Group, Kamu harus membantuku nanti."...
..."Beres… saat Kamu jadi CEO Nagato Group, Aku juga pasti sudah menjadi CEO ST. Jadi Aku bisa membantumu dengan kekuatan ST."...
..."Aku pegang janjimu Ryan, hahaha…"...
..."Oh ya, Aku akan menikah 6 bulan lagi. Aku harap Kamu bisa datang ya!"...
..."Menikah? Cepat sekali! Siapa calon pengantin mu itu?"...
..."Namanya Elly, dia adalah anak Nyonya Ammy, CEO ST."...
Shiro terdiam sejenak mendengar berita ini. Dia tidak pernah menduga jika Ryan sudah sejauh ini masuk ke dalam lingkaran ST.
..."Kamu sepertinya benar-benar serius merebut ST, bahkan Kamu akan menikahi putrinya juga. Aku usahakan untuk datang, tapi Aku tidak bisa janji. Karena bulan depan Aku sudah mulai berkuliah di Havard."...
..."Iya, tidak apa-apa kok. Yang penting Aku sudah memberikan kabar ini padamu."...
Setelah mereka berbincang-bincang satu jam lamanya, Shiro Yuki mengakhiri teleponnya.
Di dalam mobil, Shiro Yuki senyam-senyum sendiri setelah mengobrol panjang dengan temannya itu.
"Aku tidak pernah menyangka Ryan bakal seperti ini. Bahkan dia berhasil menggaet anak CEO ST. Dia sepertinya benar-benar serius ingin merebut ST."
"Aku jadi penasaran, apa alasan Ryan melakukan semua ini. Jika demi harta, Aku rasa tidak. Ryan tidak peduli dengan semua itu. Pasti ada alasan lainnya yang Aku tidak tahu…" gumam Shiro Yuki, menanggapi sikap Ryan yang sekarang.
Temannya itu menurutnya sudah jauh berbeda, jika dibandingkan dengan yang dulu.
__ADS_1