Menikahi Duda Misterius

Menikahi Duda Misterius
Masih Bersegel


__ADS_3

"Iya, ayo." Tidak ingin menjelaskan apa pun pada Ayna, Adam kembali menggendong dan membawa wanita yang masih memasang tampang bingung seperti orang bodoh itu, lalu menurunkannya di atas ranjang.


Kemudian, pria itu juga membuka sepatu yang Ayna kenakan, sebelum akhirnya memijit pergelangan kaki sang sekretaris.


"Tuan, ini tidak—"


"Diamlah!" seru Adam dengan melayangkan tatapan tajam pada Ayna hingga wanita itu tidak bisa menyelesaikan kata-katanya.


Adam pun kembali menyibukkan dirinya pada kaki Ayna, sebelum akhirnya mengangkat kepala hanya untuk menatap wanita itu saat bertanya, "Apa masih sakit?"


Tersadar dari lamunan, Ayna mengedipkan matanya berkali-kali dan mencoba menggerakkan kakinya. "Tidak," ujarnya dengan menggelengkan kepalanya, semakin takjub pada sang atasan.


Setelah itu, Adam beranjak berdiri dan mulai menyibukkan dirinya di pinggiran ranjang hanya untuk menyusun guling di tengah-tengah ranjang.


"Tidurlah, ini batasan untuk kita. Jadi, kau tidak perlu khawatir aku akan mengganggu tidurmu," kata Adam dengan acuh tak acuh, sebelum akhirnya berlalu pergi ke kamar mandi.


Melihat Adam menghilang di balik pintu kamar mandi, Ayna akhirnya bisa bernafas lega. Bahkan, jantungnya yang sempat berdetak kencang, sudah mulai bekerja normal seperti biasanya.


Karena ketiadaan Adam, kewaspadaan Ayna benar-benar hilang hingga tanpa rasa takut dia membuka seluruh pakaian basahnya dan berganti dengan bathrobe yang sempat Adam letakkan di atas ranjang.


Kemudian, dia tertidur tanpa memikirkan apa pun lagi ketika rasa kantuk mulai menyerang.


Ketika terbangun di tengah malam, Ayna cukup terkejut saat mendapati dirinya berada di dalam pelukan Adam.


Entah bagaimana itu bisa terjadi, Ayna hanya berpikir bahwa cuaca dingin di luar yang membuat dirinya mencari kehangatan dari sang duda sehingga guling yang semula menjadi penghalang kini sudah tidak memiliki fungsi karena tergeletak di lantai.


Dengan gerakan seminim mungkin, Ayna mencoba menjauhi tubuh Adam dan hendak beranjak ke toilet.


Namun, pergerakannya itu justru membangunkan Adam yang tidak bisa benar-benar tidur hingga netra mereka kembali bertemu.


"Mau ke mana?" tanya Adam dengan suara yang serak dan dalam sembari menahan tubuh Ayna yang kembali ingin beranjak menjauh darinya.


"K—kamar mandi," sahut Ayna dengan gugup, merasa sikap Adam saat ini benar-benar berlebihan hingga membuat jantungnya semakin menggila di dalam rongga dada.


Mendengar itu, Adam langsung beranjak bangun dan menggendong Ayna, sebelum akhirnya membawa wanita itu ke kamar mandi.

__ADS_1


"Tu—tuan, saya bisa—"


"Jangan membantah!"


Adam benar-benar tidak ingin dibantah dan tidak memperdulikan penolakan Ayna yang ingin pergi ke kamar mandi sendirian, tanpa bantuan darinya.


Mengetahui penolakannya tidak bermakna di mata Adam, Ayna pun dengan pasrah membiarkan pria itu menggendong dirinya keluar-masuk dari kamar mandi.


Saat meletakkan kembali tubuh Ayna ke atas ranjang, Adam menatap manik mata sang sekretaris dengan dalam hingga tiba-tiba kedua insan berbeda jenis kelamin itu merasa ada magnet yang menarik wajah mereka untuk saling mendekat.


Perlahan, tetapi pasti, Adam mulai menempelkan bibirnya pada bibir Ayna yang tidak memberikan penolakan.


Pada akhirnya, tidak hanya bibir yang saling memagut, tetapi lidah mereka pun saling membelit. Bahkan, saliva keduanya juga sudah menyeberangi mulut masing-masing.


Dalam keadaan sadar sesadar-sadarnya, Adam dan Ayna saling menelanjangi satu sama lain hingga tidak ada sehelai benang pun yang menutupi tubuh mereka.


Sejenak, Adam terpaku melihat kemolekan tubuh Ayna yang sempat dia lihat dari pintu kamar mandi ketika wanita itu sedang berganti pakaian.


Awalnya, Adam hanya ingin meminta Ayna berganti pakaian sebelum tidur, tetapi tidak menduga bahwa wanita itu sudah melakukannya sebelum disuruh sehingga dia bisa menikmati tontonan gratis yang membuat adik kecilnya terjaga. Dan hal itu juga yang membuat Adam kesulitan tidur, lebih tepatnya menidurkan adik kecilnya yang sudah terlanjur bangun.


Kini, tanpa sembunyi-sembunyi Adam kembali memandangi tiap inci tubuh Ayna, mencoba menyimpan kemolekan itu di dalam ingatannya.


"Jangan ditutupi keindahan ini dan biarkan aku menikmatinya," bisik Adam dengan sensual, sebelum akhirnya kembali melanjutkan aksinya untuk menjamah tiap inci tubuh Ayna.


Tiap sentuhan tangan dan bibir, serta lidah Adam yang menjalar di sekujur tubuh Ayna, memberikan gelanyar aneh yang tidak pernah wanita itu rasakan sebelumnya.


Bahkan, sentuhan itu juga mengundang alunan melodi indah dari bibir Ayna yang membuat Adam semakin bersemangat.


Namun, pria itu menghentikan aksinya ketika mengalami kesulitan menyatukan tubuhnya dan Ayna di bawah sana. "Kau? Kita ...."


Adam tampak terkejut dan tidak percaya bahwa Ayna masih bersegel, padahal wanita itu sebelumnya memiliki kekasih dan menjalin hubungan cukup lama.


Pada saat bersamaan, segel yang terdapat di harta berharga milik Ayna pun menjawab pertanyaan Adam mengenai malam panas yang menghantui pikiran saat dirinya tengah berada dalam pengaruh alkohol beberapa waktu lalu.


'Kita tidak pernah melakukannya,' batin Adam.

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Ayna dengan raut bingung sembari mencoba menahan rasa sakit atas desakan benda pusaka Adam di bawah sana.


"Bukan apa-apa," jawab Adam tersenyum cerah dan dengan semangat kembali menggempur tubuh Ayna, tetapi cukup hati-hati mengingat kegiatan mereka adalah hal pertama bagi wanita itu.


"Ahhhh, Ayna ...." Adam menggeram panjang dengan penuh kenikmatan saat berhasil membenamkan benda pusakanya pada milik Ayna.


Sementara itu, Ayna justru menggigit bibir sembari memejamkan matanya karena rasa sakit tak tertahankan di bagian pribadi yang berhasil dirobek oleh Adam.


Bahkan, tanpa sadar wanita itu juga sudah menancapkan kukunya yang tajam pada bahu Adam.


Namun, Adam sama sekali tidak merasakan sakit, justru dia merasa iba dengan raut kesakitan yang ditunjukkan oleh Ayna saat ini.


"Apa sangat menyakitkan?" Adam bertanya, dia benar-benar tidak tahu sesakit apa seorang wanita ketika segelnya terkoyak.


Ayna membuka matanya dan mengangguk pelan, tanpa mengeluarkan suara.


"Aku akan melakukannya dengan lebih pelan," kata Adam, sama sekali tidak berniat menghentikan kenikmatan yang masih separuh jalan itu.


Meski tidak berpengalaman dan terkesan kaku, Ayna berhasil membuat Adam—sang duda yang tidak pernah menjamah wanita lagi semenjak Jovanka meninggal—menggeram dan berteriak nikmat di setiap hentakannya.


Bahkan, Jovanka saja tidak bisa memberikan kenikmatan itu.


"Ar—thur ..." Ayna tampak gelisah saat merasakan sesuatu yang tak pernah dia rasakan sebelumnya, seperti mendesak keluar. Akan tetapi, dia tidak tahu harus melakukan apa, selain menyebutkan nama pria itu.


"Lebih ... ce ... path!" pinta Ayna tanpa sadar. "Dalam ... lebihhhh dalam ... lagi," desaknya kemudian, benar-benar tidak tahan dengan rasa yang tak bisa dijelaskan itu.


Kegelisahan Ayna memberitahu Adam bahwa wanita yang ada di bawahnya hampir sampai pada puncak kenikmatan, dia pun mempercepat dan memperdalam tusukannya hingga tak lama kemudian, wanita itu mengejang.


"Adamhhh ... ahhhhh ...." Akhirnya, Ayna menyebut nama Adam sembari mendesah panjang saat apa yang mendesak darinya berhasil keluar hingga membuatnya bisa bernafas dengan lega.


Bersamaan dengan itu, ****** ***** Adam pun ikut keluar membasahi lubang pribadi Ayna dan mulai mengalir ke dalam rahim wanita itu.


"Kau benar-benar nikmat, Ay!" Adam belum berhenti menggoyangkan tubuhnya, masih memompa Ayna dengan sepenuh hati hanya untuk menumpahkan semua benih-benih kehidupan ke rahim Ayna yang masih bernafas ngos-ngosan di bawahnya.


Adam tidak berniat menyisakan atau membuang sedikitpun benihnya yang berharga di luar rahim Ayna!

__ADS_1


Setidaknya, benih berharga itu harus menjadi manusia berkualitas kelak!


"Enghhhh ...." Ayna kembali melenguh panjang saat Adam menghentakkan pinggul untuk yang terakhir kali, membuatnya benar-benar merasakan kenikmatan yang tidak pernah dirasakan seumur hidupnya. 'Ini benar-benar nikmat!'


__ADS_2