
Karna Aditia hari ini pulang lebih cepat dari biasanya, Aditia memutuskan untuk mengajak istrinya jalan-jalan. Sekalian untuk menghilangkan rasa stres Aditia, dengan kedatangan tante Riska tadi.
Sebelum Lisa menerima tawaran dari suaminya itu untuk jalan-jalan, Lisa sempat bertanya karna tumben sekali Aditia mengajaknya untuk pergi keluar. Dan bagaimana dengan status mereka berdua yang masih di sembunyikan dari publik kalau ada yang melihat dan mengetahui Aditia pergi bersama dengan seorang perempuan.
Itu bisa menjadi sebuah gosip baru bagi Aditia. Dan Lisa mengkhawatirkan itu semua.
Bagi Lisa, dengan sikap dan perilaku Aditia yang memperlakukannya dengan baik saja sudah lebih dari cukup, walaupun kehidupan Lisa sekarang hanya berdiam diri di rumah saja saat pulang sekolah, Lisa tidak keberatan sama sekali.
"Tidak apa. Kita akan pergi ke daerah puncak, kita akan makan disana.." Jawab Aditia, menjawab pertanyaan Lisa yang mengkhawatirkan statusnya.
"Om... Kalau untuk makan bisa di rumah kan?" Tanya Lisa.
Aditia tersenyum. Memang untuk makan bisa di rumah, tapi apa salahnya bagi Aditia sekali-kali mengajak istrinya untuk makan di luar. Itu tidak terjadi setiap hari, dan alasan lainnya, Aditia mulai jatuh hati pada Lisa.
Setelah perbincangan Lisa yang mengkhawatirkan status mereka berdua, pada akhirnya Aditia dan Lisa tetap akan pergi ke daerah puncak.
Selama menunggu istrinya bersiap-siap, Aditia terpikirkan dengan Lisa yang sampai mengkhawatirkan statusnya jika sampai ada orang yang mengenali dan mengetahui dirinya bersama dengan seorang perempuan, terlebih lagi perempuan itu memang perempuan yang sempat di gosipkan tidur dengannya.
Sebegitu perdulinya Lisa pada status Aditia. Padahal seharusnya yang lebih mengkhawatirkan hal itu adalah Aditia sendiri, dan apa rugi nya bagi Lisa, harusnya kalaupun sampai terjadi lagi dan Aditia dengan terpaksa harus mempublikasikan statusnya dengan Lisa, dia harusnya senang. Karna di luaran sana ada banyak sekali perempuan yang ingin menjadi nyonya Aditia.
Setelah sekitar 20 menit menunggu, terlihat Lisa turun kembali dari lantai atas. Dengan pakaian santai namun terlihat cantik dimata Aditia.
Dengan menggunakan celana selutut, kaos pendek dan jaket tipisnya. Membuat Lisa dimata Aditia menjadi sedikit lebih dewasa dari sebelumnya.
"Ayo om.. Lisa siap." Ajak Lisa.
Aditia berdiri dari sofa, dia mengulurkan tangannya untuk saling menggengam dengan Lisa. Dan tentu saja dengan senang hati sambil tersenyum Lisa menerima uluran tangan dari suaminya, berjalan bersama masuk kedalam mobil.
...***...
Dua jam dalam perjalanan kini matahari mulai tenggelam, dan langit sedikit demi sedikit mulai menjadi gelap.
Aditia dan Lisa sampai di salahsatu tempat makan terkenal di puncak. Setelah turun dari mobil keduanya saling menggengam kembali, berjalan pada salahsatu meja yang kosong untuk mulai memesan makanan.
__ADS_1
"Mas, saya ingin ini, minumnya kopi panas. Kalau istri saya... Kamu mau makan apa sayang?" Tanya Aditia pada Lisa.
Terlihat hampir saja Lisa membelalakan matanya karna di panggil istri dan sayang oleh Aditia, namun untunglah Lisa dapat menguasai dirinya sendiri dan kembali tenang. Padahal dalam hatinya Lisa saat ini seperti ingin meledak karna detak jantungnya yang berdetak dengan cepat.
Pesanan selesai, waiters pergi berlalu dan meminta Aditia dan Lisa untuk menunggu sebentar.
Lisa menundukan kepalanya, sangat-sangat menunduk menatap meja yang di topangnya. Untuk menyembunyikan rasa bahagia dan wajahnya yang saat ini terasa panas dan Lisa tahu, pasti wajahnya saat ini memerah.
"Kamu kenapa?" Tanya Aditia, heran dengan Lisa yang terus menunduk saja. Hingga pada awalnya Aditia sempat mengira mungkinkah ada orang yang mengenalinya disini, dan Lisa menyadari hal itu.
Namun bukan itu, Aditia hanya tidak tahu saja Lisa saat ini sedang menyembunyikan rasa bahagianya.
...***...
Rasanya waktu berlalu cukup cepat sekali. Tanpa terasa kini jam telah menunjukan pukul 8 malam.
Aditia yang teringat dengan istrinya yang sedang banyak belajar karna akan melaksanakan ujian, memutuskan untuk pulang begitu tidak lama setelah keduanya selesai makan.
Dalam perjalanan pulang, Aditia tetap melihat istrinya itu masih lebih banyak menundukan kepalanya, dan sesekali melihat luar jendela daripada menatap lurus kedepan.
"Kamu kenapa? Apa tidak senang kita makan di luar.. Atau kenapa? Daritadi saya perhatikan kamu menunduk terus." Jelas Aditia.
Sekali Aditia bertanya, Lisa masih tidak menjawab.
Aditia tidak tahan lagi dengan rasa penasarannya, di tempat yang cukup sepi, Aditia memperlambat laju mobilnya dan menepi.
"Loh.. Ko berhenti om? Ada apa?" Tanya Lisa.
Aditia menarik nafas dalam-dalam, dia langsung mengungkapkan rasa penasarannya pada istrinya itu. Karna sudah tidak tahan lagi untuk segera mendapatkan jawaban.
"Kamu kenapa, daritadi menunduk terus.. Apa ada yang salah?" Tanya Aditia dengan lembut, dengan tubuh sedikit miring menghadap Lisa.
Di tatap oleh Aditia bukannya menjawab Lisa malah tiba-tiba saja tersenyum. Menatap lekat pada bola mata suaminya itu.
__ADS_1
"Tolong katakan, ada apa?" Tanya Aditia kembali.
"Aku bahagia." Begitulah jawab Lisa dengan cepatnya. Dengan mata yang masih menatap lekat pada bola mata Aditia.
Aditia tersenyum, karna kini akhirnya dia telah mendapatkan jawabannya, walaupun Aditia belum sadar apa hal yang membuat istrinya itu bahagia.
Perlahan Aditia semakin memperdekat jaraknya dengan Lisa. Dan Lisa menyambut apa yang Aditia akan lakukan dengan senang hati, Lisa turut sedikit demi sedikit turut memperkecil jarak antar keduanya, hingga hidung mereka berdua beradu. Keduanya menutup mata.
...***...
Perjalanan pulang berlangsung menjadi lebih lama, karna ulah keduanya di dalam mobil saat menepi tadi. Hampir saja keduanya terlarut lebih dalam andaikan Lisa tidak cepat menyadari bahwa mereka berdua masih dalam perjalanan pulang.
Kini Aditia dan Lisa telah berada di dalam kamar, dan Aditia sendiripun sudah merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, sedangkan istrinya Lisa, saat ini dia tengah berada di dalam kamar mandi, dan sudah berlalu selama 10 menit, Lisa belum keluar juga.
Aditia yang sebelumnya telah menutup mata terbangun kembali, karna menyadari istrinya masih belum keluar kamar mandi juga.
Sebelum masuk kamar mandi tadi Lisa mengatakan dia hanya cuci muka saja, tidak akan mandi malam. Perlukah waktu selama lebih dari 10 menit untuk mencuci wajah. Begitu pikir Aditia.
"Lisa.." Panggil Aditia.
"Iyaa.." Jawab Lisa lembut dari dalam kamar mandi.
"Kamu sedang apa, tidak apa-apa kan?" Tanya Aditia.
Kembali, dari dalam kamar mandi Lisa menjawab dia baik-baik saja dan sebentar lagi dia akan keluar.
Setelah memastikan bahwa istrinya baik-baik saja Aditia berbalik badan, dan di saat dirinya akan kembali berjalan ke arah tempat tidur, terdengar suara pintu kamar mandi terbuka. Dan suara Lisa memanggilnya.
Aditia kembali berbalik badan ketika mendengar namanya di panggil oleh istrinya.
Apa yang di lihat saat dia berbalik badan benar-benar membuat darah nya berdesir lebih cepat dengan seketika.
Di hadapannya berdiri Lisa dengan lingerie putih transparan dengan dalaman senada menatapnya, dengan bibir bawah yang Lisa gigit sendiri.
__ADS_1
Aditia menatap istrinya itu dengan tanpa berkedip.