Menikahi Gadis SMA

Menikahi Gadis SMA
Janji pergi berlibur


__ADS_3

Aditia menatap Lisa yang pagi ini tidak biasanya istrinya itu sarapan sambil membaca buku.


Terlihat Lisa lebih fokus pada buku yang sedang di bacanya itu daripada pada sarapannya, bahkan di saat Aditia hampir selesai sarapan, di piring Lisa masih tersisa cukup banyak.


"Lisa. Habiskan dulu sarapannya.."


Aditia menarik nafasnya dalam-dalam, dan memberitahu istrinya itu untuk menghabiskan sarapan terlebih dahulu. Kalau tidak dia akan telat ke sekolah karna terus seperti itu.


Lisa masih diam, tidak menghiraukan perkataan dari suaminya tersebut dan terus fokus pada bukunya.


Bukan hanya di meja makan saja, bahkan di kamarpun tadi saat Aditia baru bangun tidur dia sudah melihat istrinya itu sedang membaca buku di sebelahnya.


Satu kali di beritahu Lisa masih tidak merespon. Dan mengacuhkan Aditia.


Kembali Aditia menarik nafasnya dalam-dalam. Dan kali ini dia berdiri menghampiri Lisa yang duduk di sebrangnya.


Aditia mengambil piring makan Lisa, dan menyuapi istrinya tersebut.


"Saya suapin.." Ucap Aditia dengan menyodorkan satu sendok nasi.


Lisa menutup bukunya. Dia menatap Aditia sambil tersenyum, lalu menarik satu kursi sebelahnya. Meminta Aditia untuk menyuapinya sambil duduk di sebelahnya.


"Kamu kenapa baca buku di meja makan?" Tanya Aditia basa-basi, sambil menyuapi istrinya tersebut.


"Aku 2 hari lagi ujian om, aku harus banyak belajar suapaya nilai ujian ku bagus.." Jawab Lisa sambil mengunyah, seperti anak kecil yang bercerita kepada orangtua nya.


Aditia mengangguk, kini dia mengerti kenapa dari bangun tidur hingga sarapan pun istrinya itu tetap membaca buku. Ternyata Lisa sedang belajar dan menyerap ilmu, mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian akhir.


Dalam hati Aditia, dia berniat akan mencarikan universitas terbaik yang ada di kota ini. Atau bahkan di Indonesia, untuk kelanjutan pendidikan istrinya tersebut.


Sesuai dengan apa yang dia janjikan pada Lisa dan keluarganya, dia akan membiayai segala kebutuhan istrinya itu. Dan jika Lisa ingin melanjutkan pendidikannya ke Universitas, Aditia dengan senang hati akan memberikan yang terbaik untuk istrinya ini.


"Oh pantas saja kamu daritadi terus baca buku.. Tapi, lain kali kalau sedang makan, makan dulu. Habiskan makannya dulu.. Jangan lupa hal lain karna terlalu fokus pada buku." Jelas Aditia dengan lembut.


Lisa tersenyum sambil mengangguk. Menerima saran dari suaminya.


...***...


Lisa kini dalam perjalanan menuju ke sekolahnya, dengan Nathan yang mengantarkan seperti biasanya.

__ADS_1


Dalam mobil, Lisa tersenyum-senyum sendiri dan tidak sabar ingin segera menyelesaikan ujian yang akan segera berlangsung. Karna tadi sebelum berangkat Aditia menjanjikan sebuah liburan ke manapun yang dia inginkan setelah ujiannya selesai.


Dan Lisa tidak sabar untuk itu.


Sudah lama sekali Lisa tidak pergi berlibur. Bahkan Lisa sampai lupa kapan terakhirkali dia pergi berlibur, karna setelah ayahnya meninggal hidupnya sedikit ada perbedaan, ibunya lebih sering bekerja sampai larut malam sebagai penjahit pakaian.


Bukan itu saja, Lisa dan ibunya juga menjadi jarang berkomunikasi.


"Nona.. Sudah sampai." Panggil Nathan dari kursi kemudi.


Lisa yang melamun sedikit kaget dengan panggilan dari Nathan, yang memberitahunya bahwa mobil telah sampai di sekolahan.


"Oh iya om.. Terimakasih.." Lisa turun dari mobil.


...***...


Jam istirat tiba. Lisa dan Tania sedang makan siang di kantin sat ini.


"Gimana suamimu? Apa dia baik, atau dia jahat padamu?" Tanya Tania dengan suara yang pelan.


Tania, adalah satu-satunya orang di sekolahnya yang mengetahui bahwa sahabatnya itu telah menikah. Karna Tania memang tempatnya beradu dan berbagi cerita tentang hal apapun itu yang memang perlu dia ceritakan.


Tapi karna Tania memang tempatnya bercerita, dengan senang hati Lisa menceritakan sedikit kehidupan rumah tangganya dengan Aditia. Dan dengan sangat penuh antusias Lisa mengatakan kepada Tania bahwa dia akan pergi berlibur dengan Aditia ketika ujian telah berakhir.


...***...


Siang ini Aditia kembali kedatangan tamu yang sebenarnya kedatangannya tidak di inginkannya lagi. Yaitu tante Riska.


Untuk kali kedua setelah hampir satu tahun lamanya tidak bertemu dan hilang tanpa kabar, tante Riska kembali datang ke kantor di saat Aditia akan pergi untuk makan siang.


Hal itu membuat Aditia membatalkan niatnya yang akan pergi keluar karna merasa tidak enak untuk meninggalkan tante Riska di saat baru datang, dan untuk mengajaknya pergi bersama untuk makan siangpun rasanya kali ini tidak bisa.


"Kamu semakin sukses ya sekarang.." Basa-basi tante Riska di kantin kantor. Bersama dengan Aditia yang pada ahirnya lebih memilih untuk makan di kantor.


"Begitulah.." Jawab Aditia fokus pada makanannya.


Tante Riska yang tidak ikut makan dan hanya menemani Aditia saja tersenyum, dengan kedua tangan yang di tangkup untuk menahan dagunya.


"Tante mau minta maaf." Tiba-tiba ucap tante Riska.

__ADS_1


"Sudah aku maafkan." Jawab Aditia cepat. Sambil mengangguk-anggukan kepalanya.


Entah kenapa, setelah permintaan maaf dari tante Riska dia kehilangan selera makannya, tanpa menghabiskan makanannya dan tanpa berpamitan pada tante Riska, Aditia berlalu keluar dari kantin.


"Jo, kamu dan Nathan tolong handle sisa hari ini. Saya akan pulang.." Tutur Aditia pada Jo dan Nathan. Dia ingin pulang saat ini karna tidak ingin terlalu lama melihat tante Riska karna suatu alasan.


...***...


Sampainya di halaman rumah Aditia menarik nafasnya dalam-dalam sebelum membuka pintu mobil.


Dia mencoba untuk menenangkan diri terlebih dahulu, dan tidak membawa rasa kesalnya sampai kedalam rumah. Apalagi sampai bersikap cuek pada istrinya karna rasa kesal itu. Aditia tidak ingin sampai seperti itu.


Setelah di rasa dirinya sedikit lebih tenang Aditia keluar dari mobil.


"Om..." Terdengar suara Lisa dari balkon kamar di lantai atas. Dengan tangan yang melambai lengkap dengan senyum manisnnya.


Aditia diam menatap dan membalas lambaian tangan dari istrinya tersebut. Dan tidak lama Lisa kembali masuk kedalam kamar.


Di depan pintu, sebelum Aditia melangkah lebih jauh kedalam rumahnya. Dia teringat dengan perkataan istrinya yang selalu memperingati untuk melepas sepatu saat masuk keladam rumah.


Entah kenapa saat ini Aditia mengingat hal itu, dan memutuskan untuk melepaskan sepatunya.


Baru saja selesai melepaskan sepatu, dan belum sempat untuk berdiri lagi. Terdengar suara dari dalam rumah yang berteriak memanggil namanya.


Lisa berlari menghampirinya sambil merentangkan tangannya, menyambut kepulangan suaminya itu yang tidak biasanya pulang di waktu yang belum terlalu sore.


Aditia berdiri dan ikut merentangkan tangannya, menyambut istrinya kedalam pelukannya.


"Om tumben pulang sore.. Pas sekali." Kata Lisa sambil memeluk Aditia.


Aditia mengusap pelan punggung Lisa, dan menatutkan kedua alisnya karna heran dengan perkataan Lisa yang mengatakan pas sekali barusan.


"Pas? Memangnya ada apa?" Tanya Aditia menatap Lisa.


Lisa tersenyum sedikit menengadahkan kepalanya, karna Aditia memang sedikit lebih tinggi darinya.


"Pas sekali, pas Lisa kangen sama om. Eh.. Taunya om pulang.." Jawab Lisa tersenyum seperti anak kecil.


Aditia mengusap puncak kepala istrinya itu dan mengajaknya untuk masuk kedalam.

__ADS_1


Dalam pikiran Aditia, baru kali ini dia mendengar penuturan langsung dari istrinya yang mengatakan bahwa dia kangen dengan Aditia.


__ADS_2