Menikahi Gadis SMA

Menikahi Gadis SMA
Pusing dan Mual


__ADS_3

Seharusnya di sisa hari ini Aditia dan Lisa pergi ke tempat wisata yang lain, setelah keduanya pulang dari Dago Bakery Punclut. Tapi hal itu di urungkan oleh kedua nya dan memilih untuk langsung pulang ke hotel, tidak lama setelah keduanya selesai makan siang.


"Bagaimana? Apa masih pusing?" Tanya Aditia, dengan membawa secangkir teh hangat di tangan nya.


Pusing dan mual. Itulah alasan keduanya urung melanjutkan perjalanan ke tempat wisata yang lain di sisa hari ini, karna tidak lama setelah makan Lisa merasa pusing dan mual-mual.


Tidak ingin sesuatu hal yang buruk terjadi kepada istrinya itu, Aditia akhirnya memutuskan untuk langsung pulang ke hotel saja untuk berisitrahat. Karna mungkin Lisa mual dan pusing karna badannya kelelahan.


"Lumayan om.. Lemes banget.." Jawab Lisa dengan nada yang pelan. Karna sudah beberapa kali dia bolak-balik ke kamar mandi karna merasa ingin muntah.


Aditia duduk di belakang istrinya, dan memijat pelan tengkuk Lisa, untuk membuatnya merasa lebih baik.


Rasa sayang Aditia yang saat ini sedang bertumbuh pastilah membuatnya merasa khawatir kepada kondisi Lisa saat ini. Beberapa kali Aditia mengajak Lisa untuk pergi ke dokter, namun Lisa menolaknya karna dirasa mungkin ini hanya tidak enak badan biasa saja. Dan bisa jadi tidak enak badan nya saat ini di sebabkan dari jauhnya perjalanan kemarin untuk sampai ke Bandung. Di tambah lagi yang di hari keduanya langsung jalan-jalan ke tempat yang udara nya jelas-jelas sejuk, bisa jadi itulah penyebabnya merasa tidak enak badan saat ini.


Setelah beberapa menit memijat pelan tengkuk Lisa, Aditia menyuruh Lisa untuk tidur, sedangkan dia sendiri akan turun dahulu ke bawah, untuk membeli obat. Karna Lisa memang belum di berikan obat, hanya secangkir teh hangat saja.


Aditia berjalan keluar dari kamar, menuruni lift untuk sampai ke lobi. Dan bertanya kepada resepsionis dimana letak apotik terdekat dari hotel.


"Makasih ya.." Ucap Aditia setelah dia di beritahu tentang letak apotik terdekat oleh resepsionis.


Saat bertanya barusan, ada satu karyawan hotel yang menawarkan untuk biar dia saja yang pergi ke apotik, dan membeli obat untuk Lisa, namun Aditia menolaknya dan ingin pergi sendiri, tanpa meminta tolong kepada orang lain untuk membeli obat bagi istrinya.


...***...


"Mbak, istri saya mual dan pusing.. Kira-kira itu obatnya apa ya.." Tanya Aditia kepada mbak penjaga apotik.

__ADS_1


Mbak penjaga apotik langsung mengeluarkan beberapa macam obat yang memang obat itu adalah obat mual dan pusing, hanya saja berbeda merek. Tapi memiliki khasiat yang sama.


"Ini seperti nya cocok pak.. Tapi beberapa obat seperti ini terkadang memiliki efek samping yang cukup keras.. Boleh saya tahu, apakah istri bapak itu sedang mengandung atau tidak? Supaya saya bisa memberikan obat yang cocok. Karna sebagian obat ada yang tidak boleh di minum oleh ibu hamil.." Jelas mbak penjaga apotik kepada Aditia.


Aditia terdiam mendengar penjelasan sekaligus pertanyaan itu, yang bertanya tentang apakah istrinya sedang hamil atau tidak, Aditia tidak mengetahuinya.


Aditia memberitahu mbak nya bahwa dia sama sekali tidak mengetahui apakah istrinya itu sedang hamil atau tidak saat ini, karna Aditia sendiripun tidak tahu bagaimana cara melihat Lisa hamil atau tidaknya.


"Maaf pak, kalau boleh saya tahu.. Gejala apa saja yang di rasakan oleh istri bapak, selain pusing dan mual?"


Memang, selain pusing dan mual Lisa juga mengalami beberapa gejala lain. Seperti tubuhnya yang lemas, nafsu makan nya yang naik dan beberapa perbedaan pada Lisa yang baru-baru ini terjadi.


Aditia menjelaskan semuanya kepada mbak penjaga apotik. Dan setelah selesai menjelaskan, mbak apotik itu tersenyum, lalu mengambil satu tespack pada Aditia.


"Mbak, saya butuh obat... Bukan ini." Ucap Aditia.


Aditia terdiam, dia yang memang tidak mengetahui bagaimana gejala-gejala yang akan di rasakan oleh perempuan yang sedang mengandung di usia kandungan yang masih sangat muda.


Apa benar saat ini istrinya sedang mengandung, Aditia harus segera mengeceknya.


...***...


Aditia kembali masuk kedalam kamar hotel, dengan membawa satu tespack di kresek kecil, dan tidak jadi membeli obat apapun.


Untuk tatacara penggunaan alat ini, Aditia juga telah di beritahu oleh mbak penjaga apotik itu tadi sebelum dia kembali, dan saat ini pastinya Aditia tidak sabar menunggu besok pagi. Dimana alat itu akan di gunakan oleh istrinya.

__ADS_1


"Kenapa?" Tanya Lisa yang sedang meringkuk di tempat tidur. Dia merasa aneh karna Aditia masuk dan duduk di sebelahnya dengan wajah tersenyum-senyum.


"Mana obatnya?" Tanya Lisa kembali.


Aditia mengangkat tangan nya yang masih memegang kantong kresek kecil itu, dan menyuruh Lisa untuk menggunakannya besok pagi.


Lisa menautkan kedua alisnya sambil menatap Aditia dengan merasa heran, bukankah obat itu seharusnya dia minum secepatnya supaya kondisi tubuhnya lekas membaik, tapi ini Aditia malah meminta nya untuk menggunakan nya besok pagi.


"Om.. Kalau minum obat itu, bukankah lebih cepat lebih baik.. Kenapa om minta Lisa meminumnya besok pagi?" Tanya Lisa.


Aditia merogoh alat dalam kantong kresek kecil tersebut dan memberikannya kepada Lisa.


"Ini.." Ucap Aditia.


Lisa membelalakan matanya, ketika melihat benda apa yang di pegang oleh suaminya saat ini. Dan sebagai seorang pelajar yang baru saja lulus sekolah, Lisa sudah tahu benda apa yang di pegang oleh suaminya itu.


Kemudian Lisa bertanya kepada Aditia, kenapa suaminya itu malah membeli alat tes kehamilan, dan bukan obat untuk pusing dan mual.


Dengan ekspresi wajah yang penuh kegembiraan, Aditia kembali menjelaskan tentang percakapannya dengan penjaga apotik disaat tadi dia bertanya tentang obat apa yang cocok untuk istrinya itu.


Tidak lupa, Aditia juga mengatakan tentang gejala-gejala Lisa tadi, dan hasil dari semua obrolannya dengan mbak penjaga apotik inilah hasilnya. Aditia pulang tidak membawa obat apapun, melainkan alat tes kehamilan, yang memang di perkirakan oleh mbak penjaga apotik tadi, Lisa istrinya saat ini sedang mengandung.


Dengan ragu-ragu Lisa mengambil alat yang masih terbungus rapih itu dan melihatnya dengan seksama. Dia tidak percaya, setelah sempat mempelajari tentang beberapa hal yang bersangkutan dengan ini dicsekolah, kini dia akan merasakan menggunakannya.


Rasanya waktu begitu cepat berlalu bagi Lisa, dari semua hari yang telah dia jalani selama ini, kini dia telah bersuami dan kemungkinan saat ini dia memang sedang mengandung anak dari Aditia suaminya, yang selama ini pernikahan mereka berdua terjadi karna sebuah skandal yang Lisa sendiripun tidak tahu apa-apa.

__ADS_1


Dan saat ini, malah kemungkin Lisa sedang mengandung anak dari orang yang selama ini telah dia sangka merebut mahkotanya.


__ADS_2