
Aditia menatap wajah istrinya yang terlihat sangat teduh sekali baginya, sudah 10 menit Aditia terbangun dari tidurnya. Namun dia tidak berniat untuk membangunkan istrinya saat ini, yang masih tidur dan tidak biasanya telat bangun.
Wajar saja pagi ini Lisa belum bangun, karna semalaman dia di hajar sampai beberapa kali oleh suaminya itu, hingga hampir subuh mereka berdua barulah tidur.
Biarlah hari ini Lisa tidak pergi sekolah, Aditia takut istrinya akan mengantuk di sekolah kalau dia di bangunkan sekarang. Biarlah Lisa bolos untuk hari ini, Aditia akan membiarkannya istirahat.
Dan Aditia sendiripun sudah pasti dia juga merasa kelelahan dan tentunya masih merasakan rasa kantuk, tapi dia tidak dapat bolos bekerja hari ini. Karna ada pertemuan penting yang sudah di jadwalkan dan tidak dapat di wakilkan oleh siapapun, termasuk Jo dan Nathan sekalipun.
Untuk Nathan, Aditia telah mengirimkan pesan padanya untuk tidak ke rumah dan langsung ke kantor saja, karna memang Aditia sudah berniat tidak akan membiarkan istrinya pergi sekolah.
Aditia mengusap pelan pipi Lisa sambil tersenyum, ada sedikit pergerakan dari istrinya itu ketika dia mengusap pipinya, namun hal itu untung tidak sampai membangunkannya.
Tidak ingin menganggu istirahat istrinya, Aditia mencoba untuk bangun dengan sangat pelan, dan berhati-hati.
...***...
Aditia telah siap untuk berangkat ke kantor saat ini, sedikit lebih siang dari biasanya tapi tidak apa, karna jadwal pertemuannya akan berlangsung siang hari.
Aditia melakukan apapun dengan sangat hati-hati dan pelan, bahkan untuk berganti pakaianpun Aditia masik kedalam kamar mandi, takut suara yang di timbulkannya membangunkan Lisa.
Sebuah senyuman kembali terukir di wajah Aditia ketika dia sedang mengancingkan kemeja tangannya di hadapan tempat tidur dengan menatap istrinya.
Aditia berniat ingin mengecup pipi Lisa saat ini, karna entah kenapa semakin hari semakin berat rasanya bagi Aditia untuk berjauhan dengan istrinya, terlebih lagi hubungan mereka berdua dari hari ke hari semakin dekat, dan telah saling memberikan kewajibannya masing-masing.
__ADS_1
Keputusan Aditia untuk mengecup pipi Lisa itu adalah sebuah kesalahan, saat Aditia membungkuk, wangi dari farfum yang di pakainya menyeruak memenuhi indra penciuman Lisa, dan itu membuatnya langsung membuka mata, sebelum Aditia sempat menyentuh pipinya.
"Om.." Tutur Lisa dengan suara parau khas bangun tidur.
Lisa terlanjur telah bangun saat ini, Aditia duduk jongkok di bawah tempat tidur mengsejajarkan wajahnya dengan Lisa.
"Saya membangunkan kamu ya.. Maaf ya, saya hanya ingin mencium kamu dulu sebelum saya berangkat ke kantor." Tutur Aditia jujur, sambil meminta maaf.
Lisa mengerjapkan matanya berkali-kali, namun dia tidak lantas bangun dari tidurnya walaupun dia tahu pasti dia kesiangan dan sudah telat untuk berangkat ke sekolah.
Lisa merentangkan tangannya, berniat untuk memeluk suaminya itu.
"Iya, om hati-hati di jalan ya.. Lisa mau tidur lagi, badan Lisa pegal-pegal.." Lisa memeluk Aditia, dan tidak lupa Lisa juga berpesan kepada suaminya tersebut untuk cepat-cepat pulang kembali ke rumah.
...***...
Tingkah Aditia membuat Jo dan Nathan untuk yang kesekian kalinya merasa heran, karna tidak biasanya tuannya itu begitu cepat meneyelesaikan setiap berkas yang memang harus di periksanya hari ini.
Tidak ada Aditia yang kalem seperti biasanya, semua berlalu dengan cepat. Dan tinggal beberapa pekerjaan lagi Aditia dapat pulang.
"Jo, Nathan.. Siapa yang akan datang hari ini?" Tanya Aditia.
"Beberapa orang merupakan perwakilan dari Kannai's Grup tuan." Jelas Jo.
__ADS_1
Kannai's Grup. Mendengar namanya Aditia mengingat sesuatu, sesuatu yang pernah terjadi di tahun-tahun kebelakang yang melihatkan orang-orang dari Kannai's Grup. Aditia tidak pernah lupa dengan kejadian itu.
"Apa kau yakin?" Tanya Aditia.
"Iya tuan! Mereka semua kini berada di bawah naungan tuan Xavier. Beberapa bulan terakhir ini memang nama Kannai's Grup naik kembali tuan.. Semua itu karna seorang pengusaha dari negara Francis bernama Xavier memberikan investasi yang sangat banyak pada perusahaan itu, sehingga kini mereka dapat bangkit kembali dan pulih dengan cepat." Jelas Nathan yang telah mengorek informasi tentang perusahaan bernama Kannai's Grup tersebut.
Aditia diam mengigit ujung pulpen yang di pegang olehnya, dapatkah kali ini dia mempercayai orang-orang dari perusahaan yang dulu hampir membuat karirnya hancur lebur. Andai saja Jo dan Nathan waktu itu tidak datang tepat waktu sebelum para investor menarik dana nya kembali, Aditia akan hancur waktu itu juga, dalam satu hari itu karir yang di bangun ayahnya dan di teruskan olehnya hingga saat ini bisa hilang pada hari itu juga.
Tapi Aditia harus percaya saat ini, karna yang mengatur semuanya adalah Jo dan Nathan, dan kalau mereka berdua telah menerima orang-orang dari Kannai's Grup untuk dapat kembali membangun kerjasama dengannya, Aditia sendiripun harus dapat menerimanya. Karna memang selama semuanya berjalan dengan lancar Aditia tidak masalah dengan siapa dia bekerjasama.
Tidak lama Nathan mendapatkan sebuah panggilan dari pihak karyawan yang ada di bagian penerimaan tamu, di lantai 1. Yang memberinya kabar bahwa orang-orang dari Kannai's Grup telah datang.
Segera Nathan menyampaikan hal itu pada Aditia.
Aditia bergegas masuk kedalam ruangan yang telah di persiapkan untuk menyambut tamu-tamunya. Sedangkan Jo dan Nathan di tugaskan untuk menjemput tamunya kebawah.
Tidak dapat Aditia bohongi perasaannya saat ini, dia sedikit cemas dengan tamunya kali ini. Tapi kembali lagi mengingat Jo dan Nathan, Aditia harus mempercayai kedua orang kepercayaannya itu, yang memang selama ini di mata Aditia tidak pernah sekalipun mereka berdua melakukan kesalahan.
Pintu terbuka, Jo dan Nathan menatap Aditia, memberikan isyarat bahwa semuanya kini telah hadir.
Aditia berdiri dari duduknya, dengan mencoba untuk tetap tenang Aditia menyambut semua tamu nya dengan sebuah senyuman dan sapaan hangat.
Ada yang berbeda, dan yang baru di ketahui oleh Aditia saat ini. Di pikirannya pantas saja Jo dan Nathan dapat menerima orang-orang ini, ternyata semua orang yang datang ke kantor Aditia saat ini adalah orang baru di perusahaan Kannai's Grup, yang berasal dari tiga negara yang berbeda, dan tidak satupun Aditia mengenalinya.
__ADS_1
Tiga orang yang hadir ke kantor Aditia saat ini semuanya adalah petinggi di perusahaan, dan ketiga orang itu berasal dari tiga negara yang berbeda, dari Francis. UK dan US.
Aditia sedikit merasa lega, karna ternyata orang-orang lama di perusahaan itu yang di bayangkan Aditia hari ini akan bertemu kembali, ternyata tidak terjadi.