
"Kamu yakin baik-baik saja?" Tanya Aditia setelah mobil berhenti tepat di depan rumah ibu Lisa.
Sore ini memang Aditia dan Lisa pada akhirnya pergi ke rumah ibu, setelah Lisa yang memaksa kepada Aditia untuk jalan sore ini juga karna tidak sabar ingin memberitahukan kabar gembira tentang kehamilan nya.
Sebelum berangkat tadi Aditia sempat beberapa kali bertanya istrinya itu yang memang terlihat masih lemas, yakinkah ingin pergi berangkat sore ini juga dan tidak menunggu besok saja. Setidaknya sampai kondisi Lisa sudah membaik, dan jawaban dari tetap sama dia ingin berangkat saat itu juga. Jadilah mereka berdua akhirnya berangkat ke rumah ibu, karna keinginan dari Lisa.
"Iya om.. Aku gapapa kok! Ayo masuk.. Aku tidak sabar ingin segera bertemu dengan ibu." Jawab Lisa sembari membuka pintu mobil. Merasa tidak sabar untuk bertemu dengan ibu nya.
Ternyata kedatangan Aditia dan Lisa telah di ketahui oleh ibu yang secara tidak sengaja melihat mobil menantunya itu pada saat berhenti beberapa saat yang lalu, dan jadilah sebelum Lisa sempat mengetuk pintu rumah, ibu terlebih dahulu membuka nya dan menyambut kedatangan putri dan menantunya tersebut.
"Loh.. Bukan kah seharusnya kalian pergi berlibur ke Bandung selama satu minggu? Ibu rasa ini belum satu minggu dari waktu kalian berpamitan kepada ibu waktu itu.." Ujar ibu sambil duduk di kursi, bersebrangan dengan Aditia dan Lisa.
Aditia dan Lisa saling melempar tatapan. Terukir sebuah senyuman yang sangat manis di wajah Lisa. Yang sudah tidak sabar ingin memberitahukan sebuah kabar yang pastinya membahagiakan.
"Emmm... Bu.." Pertama-tama Lisa memberikan dulu beberapa barang, makanan dan aksesoris kepada ibu nya itu, sebagai oleh-olehnya liburan dari Bandung.
Ibu menerima beberapa pemberian dari putrinya tersebut dengan bahagia, dan langsung membuka isinya satu persatu karna Lisa yang meminta ibu untuk membukanya langsung.
Terlihat ada beberapa model pakaian dengan brand lokal dari kota kembang, dan tidak lupa dengan berbagai makanan khas bandung yang di belinya.
Setelah semuanya selesai di buka, ibu kembali merapihkan semuanya kembali dan pergi sebentar untuk menyimpan semua pemberian dari putrinya itu.
Sekitar 10 menit ibu pergi ke belakang kini ibu telah kembali, duduk bersebrangan dengan Aditia dan Lisa.
__ADS_1
"Bu, ada satu oleh-oleh lagi yang aku dan om Adit bawa pulang dari Bandung.." Tutur Lisa langsung menyampaikannya, karna sudah tidak tahan lagi.
Lisa mengulurkan tangannya dan menaruh sebuah amplop kecil di meja di hadapannya. Dan meminta ibu untuk membukanya.
Ibu mengambil amplop dari meja tersebut, dan sebelum membuka nya ibu sempat menatap Aditia dan Lisa secara bergantian. Berbeda dengan Aditia yang saat di tatap oleh ibu hanya tersenyum saja, untuk yang kedua kalinya ibu diminta untuk segera membuka amplop kecil itu dan melihat isinya pada saat berganti menatap Lisa.
Akhirnya perlahan ibu membuka amplop tersebut, dan mengeluarkan isinya yang berupa benda kecil yang merupakan sebuah alat tes kehamilan, atau biasa disebut tespack.
Ibu memperhatikan tespack itu dengan seksama dan melihat tanda garis dua berwarna merah itu, dan sesaat kemudian ibu menatap Lisa kembali.
"Sayang.. Kamu hamil?" Tanya ibu dengan tatapan yang berbinar tanda bahagia.
Lisa mengulum senyumnya dan dengan malu-malu menganggukan kepalanya.
Setelah beberapa saat berpelukan, ibu kembali duduk di kursi, dan pada saat itu Aditia memberitahu tentang berapa usia kandungan Lisa saat ini, dan tidak lupa Aditia memberitahukan pada ibu tentang hasil konsulitasi nya juga dengan dokter pada saat mengecek kandungan istrinya itu.
"Oh.. Jadi kalian berdua pulang lebih cepat dari berlibur itu karna ini.." Ucap ibu menanggapi cerita Aditia.
"Ah iya begitulah bu.. Saya juga sebenarnya saat itu tidak tahu bahwa Lisa ternyata sedang hamil.. Itu semua dapat di ketahui karna obrolan yang tidak di sengaja dengan penjaga apotik di saat saya akan membeli obat untuk Lisa yang saat itu saya pikir Lisa jatuh sakit.." Jawab Aditia menjelaskan awal mula dia dapat mengetahui kehamilan Lisa.
Setelah mengobrol cukup lama, tidak terasa waktu telah menjelang malam. Sebelum keduanya berpamitan untuk pulang, Aditia dan Lisa makan malam bersama dahulu dengan ibu. Dan kali ini ibu memasak hidangan makan malam untuk mereka semua tanpa di bantu oleh Lisa, yang memang sebelumnya terbiasa membantu ibu. Namun kali ini sengaja ibu meminta putrinya itu untuk tidak membantu, karna telah mengetahui usia kandungan putrinya yang masih sangat muda, dan kalau terlalu cape sangat rentan sekali mengalami keguguran. Ibu tidak ingin sampai hal itu terjadi, apalagi kehamilan Lisa akan menjadi cucu pertama untuknya.
...***...
__ADS_1
"Ibu kami pamit ya.." Lisa dan Aditia berpamitan untuk pulang setelah melewati makan malam bersama.
Ibu memeluk Lisa, dan memberi beberapa nasihat agar putrinya itu tidak terlalu kelelahan dalam menjalankan aktivitas kesehariannya di rumah nanti. Tidak lupa ibu juga berbicara kepada Aditia untuk selalu menjaga Lisa dengan sebaik mungkin, karna ibu tidak ingin mendengar sedikitpun kabar buruk tentang putrinya maupun kandungan putrinya itu.
Setelah selesai berpamitan keduanya masuk kedalam mobil dan mobilpun mulai melaju di jalanan yang di terangi oleh banyaknya lampu-lampu tiang jalan maupun dari toko-toko dan beberapa hal lainnya. Yang membuat jalanan di perkotaan pada malam hari terlihat begitu indah.
Selama dalam perjalanan tidak hentinya Aditia memperhatikan Lisa yang hampir sama sekali tidak kehilangan senyuman di wajah cantiknya itu.
Aditia tahu, pastilah istrinya itu sedang merasa sangat bahagia. Dan bukan hanya istrinya saja diapun pastinya merasakan hal yang sama.
Cukup lama berkendara akhirnya kini mereka telah sampai di rumah. Lisa turun dari mobil dengan keadaan yang sudah setengah mengantuk dan sesekali menguap.
Keduanya masuk kedalam rumah, dan berjalan dengan tangan yang saling bertaut naik ke lantai atas untuk langsung masuk kedalam kamar. Karna setelah perjalanan pulang dari bandung dan sorenya pergi kerumah ibu, pastilah keduanya cukup kelelahan hari ini.
Sampainya di kamar Lisa langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Sedangkan Aditia masuk ke kamar mandi terlebih dahulu untuk mencuci muka.
"Kamu tidak ke kamar mandi dulu?" Tanya Aditia setelah keluar dari kamar mandi, dan melihat istrinya telah berganti pakaian dengan piyama dan tertutup oleh selimut.
Lisa menggelengkan kepalanya dan mengeluarkan kedua tangannya dari dalam selimut. Sambil merentangankan kedua tangan nya Lisa meminta Aditia untuk segera naik ke atas tempat tidur, dan memeluknya.
"Sini om.. Peluk Lisa.." Pinta Lisa dengan sangat manja nya.
Aditia tersenyum dan mengangguk pelan, sebelum naik ke tempat tidur Aditia berganti pakaian terlebih dahulu. Lalu langsung naik ke tempat tidur masuk kedalam selimut dan memeluk istrinya itu.
__ADS_1
"Selamat tidur.." Bisik Aditia dengan lembutnya dengan sebuah kecupan di kening istrinya itu.