
Tempat untuk berlibur telah di putuskan. Bandung lah yang menjadi tempat tujuan nya, dan sebelum berangkat ke bandung Aditia dan Lisa akan pergi berkunjung ke rumah ibu terlebih dahulu. Karna sudah satu minggu ini Aditia belum kesana untuk memenuhi kebutuhan rumah ibu mertuanya itu.
Hari telah malam, dari pulang makan siang tadi bersama dengan istrinya, Aditia sampai malam hari ini hanya menghabiskan waktu untuk menemani istrinya menonton film genre kesukaannya, yaitu film horror.
Sebetulnya Aditia sendiri kurang suka dengan film ber genre horror, tapi karna Lisa yang meminta nya untuk menemani, Aditia dengan terpaksa harus melihat film yang tidak ia sukai ini. Dan ini merupakan film kedua yang Lisa putar, setelah film pertama yang hampir berdurasi kurang lebih dua jam baru saja selesai.
"Lisa, apa kamu tidak merasa takut?" Tanya Aditia. Melihat istrinya yang begitu sangat fokus pada film di depannya.
Lisa tidak menggubris pertanyaan dari Aditia, dengan menekuk sebuah boneka kecil di pelukannya, Lisa terlihat sangat menikmati film yang sedang di putar. Berbeda dengan suaminya Aditia yang tidak terlalu fokus pada film karna memang kurang suka.
Menit demi menit berlalu, keduanya tidak berbicara sepatah katapun, hanya terdengar suara dari film saja yang terkadang membesar dengan sendirinya ketika memperlihatkan adegan jumpscare.
Aditia melihat istrinya itu kini sesekali mengucek matanya, dan terkadang menguap juga. Seperti memberitahu bahwa kini dia telah merasa mengantuk.
"Yuk tidur.." Ajak Aditia.
Dengan mata yang masih berfokus pada film, Lisa menggelengkan kepalanya. Dan memberitahu Aditia bahwa dia masih ingin menonton, karna sudah lama sekali dia tidak dapat menonton film tengah malam seperti sekarang ini, dan karna sekolahnya sekarang sudah hampir selesai, Lisa baru dapat menonton film tengah malam kembali.
"Nanti di bandung kita cari rumah hantu ya om.." Pinta Lisa.
Aditia kaget reflek menatap istrinya tersebut ketika mendengar permintaan darinya. Selain tidak terlalu suka, Aditia juga tidak ingin menguji nyali nya sendiri dengan masuk pada wahana rumah hantu. Itu tidak pernah dilakukan nya, dan mungkin tidak akan. Tapi sekarang hal yang tidak di inginkan olehnya itu malah menjadi sebuah permintaan dari istrinya sendiri, harus bagaimana kah dirinya saat ini.
"Kenapa diam om..." Tanya Lisa kembali, karna Aditia belum menjawab keinginanannya.
Dengan sangat-sangat penuh keterpaksaan karna tidak ingin memperlihatkan rasa takutnya masuk kedalam wahana rumah hantu, Aditia menganggukan kepalanya. Menyetujui keinginan istrinya itu.
__ADS_1
...***...
Hari telah berganti, kini Aditia dan Lisa akan berangkat ke rumah ibu terlebih dahulu. Tentunya bersama dengan Jo dan Nathan, yang nanti akan membeli segala kebutuhan ibu mertuanya itu.
Aditia dan Lisa berangkat menggunakan dua mobil, dengan Nathan yang di kursi kemudinya, dan Jo membawa satu mobil lainnya.
Rencananya Aditia dan Lisa akan berlibur di bandung selama satu minggu, dan selama satu minggu itu pula Lisa telah menyiapkan segala rencana akan pergi kemana saja mereka berdua.
Sementara untuk urusan di kantor, segala hal penting memang telah di kosongkan dari jadwal oleh Jo dan Nathan untuk satu minggu kedepan, dengan begitu Aditia tidak akan terganggu oleh urusan pekerjaan selama dia pergi berlibur.
Cukup lama perjalanan akhirnya mereka semua kini telah tiba di rumah ibu Lisa, mertua Aditia.
Setelah saling bertanya kabar, ketiganya duduk di ruang tamu yang sederhana ini, dan Aditia langsung membicarakan perihal mereka yang akan pergi berangkat ke Bandung untuk berlibur.
Tidak seperti sebelum-sebelumnya, respon ibu dari istrinya kini terlihat lebih ramah dan hangat padanya, dan itu membuat Aditia cukup merasa senang dalam hatinya, karna akhirnya dia dapat mengobrol dengan santai selayaknya sebuah keluarga.
"Untuk semua kebutuhan di rumah, nanti biar di rapihkan semua oleh Jo, ibu tinggal bilang saja sama dia apa-apa saja yang ibu perlu bantuan, Jo akan membantu.." Tutur Aditia. Karna memang tidak lama setelah sampai ke rumah Jo langsung berangkat kembali ke supermarket untuk membeli segala keperluan di rumah.
Sementara Nathan, dia nanti akan bertugas mengantar Aditia dan Lisa sampai ke bandung, setelah itu dia akan kembali dengan membawa mobil yang Aditia pakai saat ini. Karna memang untuk lebih menikmati suasana liburan di Bandung, Aditia dan Lisa memutuskan untuk tidak menunggunakan kendaraan pribadi, dan akan memakai transportasi umum disana.
Setelah cukup lama mengobrol, dan Jo pun telah kembali ke rumah. Semua nya makan siang bersama-sama.
Di rumah yang sederhana dan tidak terlalu besar ini terdengar canda dan tawa menyelingi obrolan-obrolan kecil di antara mereka semua, dengan makan siangnya.
Rumah menjadi terlihat lebih ramai dari biasana, dan kehangatan suasana saat ini membuat Aditia kini berfikir untuk tidak memperdulikan siapapun orang yang melihatnya bersama dengan Lisa istrinya.
__ADS_1
Ada pertimbangan dalam pikirnya dia akan mulai membuka statusnya ke publik.
...***...
Hari telah sangat siang, Aditia dan Lisa berpamitan kepada ibu untuk berangkat sekarang juga ke Bandung.
"Kalian berdua hati-hati ya.. Terutama kamu Lisa! Jangan menyusahkan suamimu dengan permintaan yang aneh-aneh.." Tegur ibu memperingatkan putrinya.
Ibu tahu betul bagaimana sikap putrinya itu, yang terkadang di balik sosoknya yang terlihat kuat dan tegar ada sikap manja nya yang akan muncul di saat Lisa bersama dengan seseorang yang di sayanginya. Dan ibu yakin, putrinya itu menyayangi Aditia.
Lisa cengengesan mendengar teguran dari ibunya tersebut, dan berjanji tidak akan meminta hal yang aneh-aneh pada suaminya. Walaupun satu permintaan yang cukup aneh telah dia minta semalam, untuk mengunjungi wahana rumah hantu.
...***...
Aditia dan Lisa duduk di kursi belakang. Dengan kepala yang saling bersandar dan tangan saling menggengam. Mereka berdua menikmati waktu perjalanannya menuju ke bandung dengan kesunyian tanpa ada yang berbicara.
Hanya tangan yang saling menggengam saja yang mewakili perasaannya masing-masing.
"Nathan, nanti kamu tidur di rumah ya.. Untuk satu minggu kedepan tidurlah di rumah, kasian bibi sendirian di rumah." Pinta Aditia.
Aditia memang sedikit terpikir pada bibi, asisten rumah tangganya. Yang kalau mereka berdua pergi saat ini, pasti bibi sendirian di rumah dan untuk memastikan semuanya aman juga Aditia meminta Jo dan Nathan untuk tidur di rumah, selama mereka berdua pergi berlibur.
"Baik tuan!" Jawab Nathan.
Semuanya kembali terdiam, tangan yang bertaut itu saling mengusap punggung tangan pasangannya. Tanpa perlu berbicara apapun perasaan Aditia dan Lisa sampai satu sama lainnya dengan usapan lembut itu.
__ADS_1
"Sepertinya saya mulai mencintaimu..." Gumam Aditia dengan sangat pelan.