
Hari ini adalah hari kedua bagi Aditia dan Lisa berada di bandung. Dan di hari kedua ini, petualangan mereka berdua baru akan di mulai, setelah seharian kemarin keduanya memutuskan untuk hanya berada di dalam kamar hotel saja seharian.
Lisa kini telah berada di lobi hotel, dan telah siap bahkan sangat-sangat siap untuk mulai menjelajahi kota bandung di hari ini. Dengan mengenakan kaos polos dan celana selutut, lengkap dengan tas dan sneakers. Lisa kini tengah menunggu suaminya Aditia yang sedang mengobrol dengan resepsionis, meminta informasi tentang tempat-tempat wisata hits di kota bandung.
Tidak berselang lama, Aditia terlihat tersenyum dan samar terdengar mengucapkan kata terimakasih, kepada salahsatu staff hotel yang telah memberinya informasi, dan berjalan menghampiri Lisa istrinya yang telah menunggu.
"Ini sudah ada beberapa nama tempat wisata populer di bandung.. Yang barusan di tulis oleh staff. Kamu tinggal pilih ingin pergi kemana dulu.." Aditia memberikan selembaran kertas yang bertuliskan nama-nama tempat wisata di bandung.
Lisa mengambil lembaran kertas tersebut dari suaminya, dan melihat satu persatu nama-namanya.
Terdapat beberapa nama di kertas, seperti museum geologi. Yang menyediakan pameran batu dan mineral, serta fosil invertebrata dan vertebrata. Tempat yang lumayan cocok bagi mereka berdua terutama Lisa, untuk dapat menambah ilmu pengetahuan, mengingat pasti terdapat banyak sekali sumber ilmu yang dapat dia ambil di dalam museum.
Ada juga sebuah taman, The Great Asia Afrika. Yang sudah pasti menjadi salahsatu tempat paling wajib di kunjungi bagi para wisatawan yang berkunjung ke bandung. Dengan keunggulan taman bertema Afrika dan Asia, dan di lengkapi dengan replika desa. Dan kebun binatang kecil, yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan.
Beberapa nama lain dari tempat wisata di lihat oleh Lisa, sampai berhenti pada sebuah nama tempat wisata yang tidak begitu asing baginya, karna pernah melihat foto-foto liburan Tania.
Dago bakery punclut. Tempat kuliner sekaligus yang menjadi tempat destinasi wisata, dengan gaya bangunan khas Eropa klasik berbentuk kastilnya tempat ini menjadi favorit bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Di tambah lagi dengan bangunan ini yang berada di ketinggian tentu saja menyuguhkan pemandangan yang sangat indah, selain dari bangunan-bangunan kastilnya.
"Ayo kita kesini, sekalian makan siang nanti om.." Ajak Lisa yang kini telah menemukan tempat tujuan wisata pertamanya di kota Bandung ini.
Sesuai dengan apa yang di inginkan oleh istrinya itu, Aditia tidak banyak berkomentar. Dan langsung membuka google, mencari informasi tentang tempat wisata tersebut, sekaligus mencari alamat dan berapa lama waktu yang harus di tempuh olehnya untuk sampai disana.
...***...
Waktu yang di tempuh oleh Aditia dan Lisa untuk sampai ke Dago Bakery Punclut memakan waktu sekitar 70 menit dari hotel tempat mereka berdua menginap.
Dan saat ini kedua nya telah tiba di tempat itu.
"Ya ampun.. Ini indah sekali! Ternyata tempat ini lebih indah kalau kita kesini langsung.." Ujar Lisa dengan senyuman manis merekah di wajahnya.
Aditia yang berjalan berdampingan dengannya hanya bisa tersenyum saja melihat kebahagiaan dari istrinya tersebut.
__ADS_1
Tidak di sangka oleh Aditia, dia yang terbiasa liburan ke luar negeri dan kerapkali mengunjungi tempat-tempat ternama di berbagai belahan dunia yang menurutnya itu biasa saja, kini melihat dan bahkan mengenali seseorang yang hanya dia bawa berlibur ke tempat wisata saja terlihat begitu bahagia sekali.
"Om, ayo kita berfoto bersama disana.." Tunjuk Lisa pada salahsatu bangungan berbentuk kastil di tempat ini.
Tentu saja Lisa tidak ingin melewatkan momen berliburnya dengan tidak mengambil foto dari tempat yang begitu bagus ini.
Beberapa foto telah dia ambil, dan kali ini Lisa ingin berfoto bersama dengan sang suami Aditia.
Satu foto, dua foto, tiga foto, dan beberapa foto seterusnya dia ambil dengan berbagai fose bersama dengan suaminya.
Tidak ada kecanggungan lagi sedikitpun di antara keduanya, bahkan Lisa sudah tidak segan-segan untuk memeluk suaminya itu ketika mengambil gambar.
Begitupun dengan Aditia, dia seperti tidak memperdulikan akan kah ada orang yang mengenalinya bersama dengan Lisa di tempat ini atau tidak, dia tidak perduli lagi dengan hal itu.
Layaknya seorang pasangan sungguhan keduanya mengambil beberapa foto dengan berbagai fose yang mesra, dan terlihat kebahagiaan di raut wajah keduanya.
Selesai mengambil beberapa foto Aditia melihat jam di ponselnya, yang ternyata saat ini telah memasuki waktu makan siang.
Lisa mengangguk, dia ingin makan di restoran yang ada di tempat wisata ini, dan menikmati makanannya dengan pemandangan indahnya.
"Baiklah, ayo kita makan dulu.. Setelah itu baru kita jalan-jalan lagi.." Aditia tersenyum sambil mengulurkan tangannya.
Dengan senyuman yang merekah di wajahnya Lisa menyambut tangan suaminya, dan berjalan bersama dengan tangan yang bertaut satu sama lainnya.
...***...
"Mau makan apa?" Tanya Aditia.
Kedua nya kini telah berada di salahsatu tempat makan yang tersedia disini.
Lisa memperhatikan beberapa menu makanan, dari berbagai macam nasi goreng dengan segala jenis topping nya. Selain nasi goreng, di tempat ini juga tersedia menu western food, seperti chiken steak, beef lasagna, spaghetti, dan berbagai macam menu lainnya.
__ADS_1
Setelah mendapatkan makanan apa yang di inginkan, keduanya mengobrol ringan sambil menunggu makanan mereka berdua tiba.
Sambil mengobrol, Lisa membuka ponselnya dan melihat-lihat hasil foto nya. Ada lumayan banyak sekali foto yang di ambilnya, ada yang sendiri, dan tentunya berdua dengan sang suami dengan berbagai macam fose.
Lisa tersenyum-senyum sendiri, melihat setiap slide nya bersama Aditia.
"Kamu kenapa senyum-senyum begitu?" Tanya Aditia.
Lisa berdiri dar tempat duduknya dan menghampiri kursi Aditia yang duduk bersebrangan dengannya.
"Ini om.." Lisa berdiri di sebelah Aditia sambil memperlihatkan satu persatu foto kebersamaan keduanya.
Dalam hatinya, ada keinginan untuk memposting ke publik foto-fotonya bersama dengan Aditia, tapi kembali Lisa mengingat status hubungannya dengan si pengusaha muda ini masih di sembunyikan dari publik, dan itu membuatnya tidak dapat memperlihatkan foto-foto yang bersama dengan Aditia di sosial medianya.
Tidak lama, makanan telah datang.
Lisa menyimpan ponselnya dan kembali duduk di kursinya, segera mencicipi makanan pesanannya yang terlihat begitu mengugah selera nya.
"Om ko ga pesan nasi?" Tanya Lisa melihat piring Aditia.
Aditia memang tidak memesan menu yang sama dengan istrinya yang lebih memilih nasi goreng, di bandingkan dengan banyaknya pilihan menu berbagai olahan.
"Kamu mau coba?" Aditia mengambil satu sendok spaghetti dari piringnya dan menyuapi Lisa.
"Gimana?" Tanya Aditia.
Lisa mengangguk, pertanda makanan yang di pesan oleh suaminya itu memang enak.
Bergantian dengan Aditia, Lisa mengambil satu sendok nasi goreng dari piringnya, dan menyodorkan kepada Aditia. Dengan senang hati Aditia menerima suapan dari istrinya.
Pada akhirnya keduanya menikmati makanannya dengan saling menyuapi satu sama lain.
__ADS_1