
Rindu, selalu merasa rindu dan itulah hal yang saat ini Aditia rasakan dengan perasaannya terhadap Lisa.
Aditia segera pulang ke rumah setelah semua urusannya di kantor selesai. Dia ingin cepat bertemu dengan Lisa, dia ingin memeluknya dan ingin menghabiskan waktu dengan istrinya tersebut.
...***...
"Bagaimana kegiatan hari ini di kantor om..." Tanya Lisa, dengan mengusap lembut kepala Aditia yang merebahkan badannya di tempat tidur, dengan paha Lisa sebagai bantal bagi kepalanya.
Entah kenapa, saat ini keadaan berbalik dan kali ini Aditia lah yang bermanja pada Lisa. Tidak seperti biasanya.
Aditia berbalik badan, menatap ke samping dan menenggelamkan kepalanya pada perut Lisa, sambil memeluknya.
"Hari ini cukup melelahkan. Karna banyak sekali berkas-berkas yang harus saya urus.. Lebih lagi saya bertemu dengan musuh lama saya." Jelas Aditia.
Tentulah musuh yang Aditia maksud adalah perusahaan Kannai's Grup. Ingin menolak tawaran kerjasama dari mereka tapi semua wajah petinggi di perusahaan itu berbeda semua, Aditia harus dapat mempercayai mereka seperti Jo dan Nathan.
Lisa mengangguk sambil tersenyum, dengan terus mengusap lembut kepala suaminya tersebut Lisa memberitahu Aditia bahwa semua orang tidak akan ada pada sikap yang sama. Entah berubah menjadi lebih baik, atau mungkin lebih buruk dari sebelumnya perubahan itu pastilah ada. Yang terpenting kita tidak membalas kejahatan mereka, karna bukan dari kita sendiripun orang jahat pasti akan menerima akibat dari perbuatannya sendiri.
Terhenyak. Itulah perasaan Aditia mendengar apa yang di katakan oleh istrinya tersebut. Dia tidak menyangka bahwa istrinya dapat berkata hal yang sangat bijak dan dewasa seperti itu.
...***...
Hari ini Aditia berniat untuk mengantarkan sendiri istrinya ke sekolah, dan bukan hari ini saja. Aditia berniat akan mengantar jemput istrinya selama masa-masa ujian juga. hal itu Aditia lakukan sebagai bentuk dari dukungannya kepada Lisa.
"Makasih om.." Lisa tersenyum, sebelum keluar dari mobil dia mencium pipi suaminya terlebih dahulu.
Hari ini di sekolah Lisa tidak belajar, dan tidak ada guru yang memberikan materi bagi seluruh siswa dan siswi di kelas tiga, mereka semua di bebaskan hari ini, bahkan kalau ada murid yang ingin pulangpun guru membebaskannya.
Suasana di setiap kelas terdengar riuh menggema sampai ke setiap koridor. Semua nya menikmati masa-masa jam kosong hari ini, sebelum di esok hari mereka semua akan merasa tegang dengan soal-soal dari ujian.
Lisa yang hanya duduk di bangku saja tanpa ikut bercanda dengan teman-teman yang lain merasa bosan. Baginya lebih baik saat ini dia pulang saja, karna di sekolahpun tidak ada apa-apa.
__ADS_1
Karna merasa bosan, Lisa memutuskan untuk melakukan panggilan video dengan suaminya, untuk menghilangkan rasa bosannya.
"Hai om.." Sapa Lisa melakukan video call dengan Aditia.
"Eh kenapa main ponsel, tidak belajar?" Tanya Aditia.
Lisa memberitahu suaminya itu bahwa hari ini semua murid kelas tiga bebas dari materi, dan karna itu Lisa merasa bosan di sekolah.
Dari sebrang sana Aditia tersenyum melihat istrinya yang terlihat dari layar ponsel dia sangat merasa bosan sekali, karna hanya duduk-duduk saja di bangku. Tidak melakukan aktivitas apapun.
Aditia bertanya kepada Lisa, dia ingin apa saat ini, supaya rasa bosannya hilang.
Dan jawaban dari Lisa dia ingin di jemput dan pulang saja ke rumah, daripada di sekolah.
...***...
Aditia telah sampai di tempat dia akan menjemput istrinya tersebut, Aditia melakukan panggilan pada Lisa memberitahu bahwa dia telah berada di titik jemput.
Sekitar 5 menit Aditia menunggu, dan kini Lisa telah datang.
Aditia berfikir kalau sampai Lisa pulang saat ini, mungkin di rumahpun dia tetap akan merasa bosan. Dan karna hal itu Aditia memutuskan untuk membawa istrinya pergi ke kantor saja, untuk menemani segala aktivitasnya hari ini, dengan begitu mungkin Lisa tidak akan merasa bosan lagi, sekaligus Aditia akan lebih bersemangat kalau di temani oleh Lisa.
"Kita ke kantor saja ya... Di rumahpun pasti kamu merasa bosan." Ajak Aditia.
Lisa hanya membalasnya dengan sebuah anggukan, setelah itu dia bersandar sedikit ke ke belakang dan menutup matanya.
...***...
"Bangun..Kita sudah sampai.." Aditia mengusap pelan wajah Lisa, dengan suara yang lembut dia memberitahu istrinya bahwa kini mobil telah sampai di kantor.
Keduanya berjalan beriringan masuk kedalam kantor, dengan bergandengan tangan.
__ADS_1
sampainya di dalam ruangan Aditia, terlihat Jo dan Nathan langsung sedikit membungkukan badannya, menyambut nona Aditia yang ikut ke kantor hari ini.
"Kamu ingin sesuatu? Makanan atau minuman?" Tanya Aditia, mencoba menghibur dan mengembalikan keceriaan pada Lisa.
"Iya om.. Lisa mau cemilan sama minuman boba.." Jawab Lisa.
Aditia langsung meminta tolong kepada Nathan untuk turun ke bawah, untuk membelikan makanan dan minuman yang di inginkan oleh istrinya itu.
Jo dan Nathan pergi keluar bersama-sama, walaupun hanya Jo yang di perintah, Nathan memutuskan untuk ikut bersama dengan Jo karna dia tidak ingin menganggu tuan dan nonanya, Nathan ingin membiarkan mereka berdua saja.
Aditia langsung fokus kembali dengan laptopnya, berkutat membereskan pekerjaannya hari ini.
Kedatangan Lisa ke kantor seperti munculnya sebuah mood boster bagi Aditia.
Dengan cepat dan tanpa kendala sedikitpun Aditia dapat menyelesaikan semua pekerjaannya dengan cepat. Hal itu membuatnya punya waktu luang lebih, dari hari-hari sebelumnya.
Setelah pekerjaannya selesai Aditia berjalan menghampiri Lisa yang berada di sofa depan kaca, yang menunjukan pemandangan gedung-gedung tinggi.
"Apa kamu masih bosan?" Tanya Aditia.
"Tidak om.." Jawab Lisa.
Sebenarnya dari pertamakali Lisa di jemput oleh suaminya pun dia sudah merasa lebih baik dari sebelumnya. Hanya saja memang hari ini Lisa seperti kurang bersemangat saja.
...***...
Waktu telah sore, seharian ini Lisa benar-benar menemani semua aktivitas suaminya di kantor. Dan kini sudah waktunya untuk keduanya pulang.
Sebelum memutuskan untuk pulang Aditia bertanya terlebih dulu pada istrinya, apakah dia ingin langsung pulang saja, atau kemana. Siapa tahu Lisa mempunyai suatu tempat yang ingin dia kunjungi sore ini.
Dan ternyata memang ada suatu tempat yang ingin Lisa kunjungi sore ini, yaitu pergi ke makam ayahnya. Karna Lisa seharian ini memang ingat dengan almarhum ayahnya setelah dia mendengar perkataan dari Aditia yang mengatakan akan mengantar jemputnya ke sekolah sebagai rasa penyemangatnya.
__ADS_1
Dan hal itu pernah dia dengar dulu, dari ayahnya. Yang hampir sama berkata demikian di saat Lisa akan melaksanan ujian sekolah dasar waktu kelas 6 sd.
Setelah mendapatkan apa keinginan istrinya, tidak menunggu lama lagi, Aditia langsung keluar dari area kantor dengan istrinya, menuju ke sebuah pemakaman.