
Pagi-pagi setelah keduanya telah selesai sarapan Aditia kini telah siap untuk pergi berangkat ke kantor. Namun sebelum dia pergi, dia menunggu istrinya terlebih dahulu di halaman depan yang setelah sarapan tadi meminta nya menunggu sebentar. Entah apa yang akan di berikan oleh istrinya yang meminta menunggu, Aditia berfikir mungkin Lisa akan menyiapkan bekal makan siang untuk dia bawa ke kantor.
Beberapa menit Aditia menunggu sambil memainkan ponselnya terdengar suara langkah sepatu dari dalam yang berjalan menghampirinya. Aditia menyimpan ponselnya kedalam saku dan melihat ke arah suara, yang ternyata kini Lisa telah berdiri tersenyum di hadapannya dengan pakaian yang telah rapih.
Aditia mengernyitkan dahinya melihat istrinya yang kini telah rapih, padahal pada saat sarapan barusan istrinya itu masih mengenakan pakaian tidurnya.
"Mau kemana?" Tanya Aditia.
Lisa tersenyum-senyum sendiri dan mengatakan pada Aditia bahwa dia ingin ikut pergi ke kantor dan menemaninya selama seharian bekerja di hari ini.
Aditia menghela nafasnya, jadi inilah alasan Lisa memintanya menunggu dulu sebelum berangkat ke kantor. Yang awalnya Aditia pikir Lisa meminta nya menunggu karna akan menyiapkan bekal makan siang untuknya ternyata Lisa ingin ikut pergi ke kantor. Menemaninya bekerja hari ini.
Akhirnya sambil tersenyum Aditia merentangkan tangannya dan menggandeng istrinya itu untuk masuk kedalam mobil yang pintunya telah dia buka terlebih dahulu untuk istrinya itu.
...***...
"Tuan! Ada yang ingin saya sampaikan.." Ucap Nathan di hadapan Aditia yang menggandeng tangan istrinya untuk masuk kedalam ruangan kerjanya.
Aditia terlihat heran, pasalnya tidak biasanya Nathan meminta izin terlebih dahulu padanya untuk menyampaikan sesuatu, yang biasanya dia akan langsung menyampaikan hal apapun itu pada Aditia.
"Ada apa? Katakan saja.." Jawab Aditia.
Nathan terlihat sedikit ragu untuk langsung menyampaikan hal yang menurutnya ini bukan waktu yang tempat untuk menyampaikannya di hadapan istri bos nya itu. Tapi bagaimanapun juga Nathan memang harus menyampaikan nya saat ini juga supaya Aditia tidak kaget dengan apa yang telah menunggunya di dalam ruangan kerja nya saat ini.
__ADS_1
Hening. Selama 1 menit semuanya terdiam, Nathan yang ragu, Aditia yang menunggu, dan Lisa yang hanya ingin mendengar saja.
"Cepat katakan, ada apa? Kenapa kamu malah diam?" Tanya Aditia kembali tidak sabar.
Akhirnya dengan penuh keterpaksaan Nathan menyampaikan kepada tuannya itu bahwa saat ini di dalam ruangan kerja nya telah ada tante Riska yang sedaritadi telah menunggu kedatangannya.
Nathan yang memang mengetahui masalalu Aditia dan tante Riska tentu saja di penuhi keraguan untuk menyampikan hal itu, apalagi saat ini tuannya itu sedang bersama dengan istrinya. Yang tidak Nathan sangka bahwa Lisa di hari ini akan ikut ke kantor dengan Aditia. Sungguh sesuatu yang sangat kebetulan sekali, di saat tante Riska datang bersamaan dengan Lisa yang ikut ke kantor.
...***...
"Ada apa?" Tanya Aditia.
Saat ini setelah tadi Aditia dan Lisa masuk kedalam ruangannya, Aditia langsung meminta tante Riska untuk ikut bersamanya ke ruangan yang lain, dan meminta Lisa untuk menunggu nya sebentar. Sementara dia akan berbicara dulu dengan tante Riska secara empat mata.
"Siapa perempuan yang kamu gandeng tadi? Apa itu pacarmu?" Tanya tante Riska.
Aditia tersenyum sinis. Sudah dia duga pasti pertanyaan itu akan keluar dari mulut tante Riska dan membuatnya tidak kebingungan untuk memberikan jawaban yang sejujurnya tentang Lisa pada tante Riska, yang memang Aditia telah benar-benar siap untuk mempublikasikan statusnya dengan sang istri.
Aditia tidak lantas langsung menjawab pertanyaan yang menurutnya tante Riska datang ke kantor bukan untuk membahas hal ini yang memang ini hanya sebuah kebetulan saja. Pasti ada suatu hal lain yang ingin di sampaikan olehnya, dan Aditia ingin langsung berbicara pada hal inti nya. Tidak ingin membuang waktu berlama-lama dengan tante Riska dan membuat istrinya menunggu dengan lama di dalam ruangan kerja nya.
"Apa yang ingin tante sampaikan padaku?" Tanya Aditia.
Kali ini giliran tante Riska yang terlihat tersenyum sinis dan berdiri dari kursinya mendekati Aditia, yang memang sengaja memberi jarak antara keduanya.
__ADS_1
Kembali, dengan tangan yang menggerayangi punggung Aditia dengan lembut tante Riska bertanya tentang perempuan yang bersama dengan Aditia tadi. Tante Riska menekan Aditia untuk memberi jawaban tentang hal itu terlebih dahulu sebelum dia akan menyampaikan apa kepentingannya datang ke kantor Aditia hari ini.
"Pentingkah untuk tante mengetahui siapa perempuan yang bersamaku itu?" Tanya Aditia.
Aditia masih mencoba untuk tidak memberikan jawaban tentang siapa Lisa pada tante Riska yang memang ini tidak terlalu penting untuk tante Riska mengetahuinya. Yang saat ini Aditia inginkan dari tante Riska adalah ada kepentingan apa yang membuatnya datang kesini.
Tante Riska yang memang saat ini berdiri di belakangnya lalu sedikit membungkukan tubuhnya, mendekatkan wajahnya dengan telinga Aditia dan berbisik.
"Aku cemburu melihatmu menggandeng tangan perempuan itu! Katakan dia siapa.." Bisik tante Riska.
Aditia kembali tersenyum sinis mendengar bahwa tante Riska ternyata dengan dia yang masuk kedalam ruangan tadi sambil menggandeng tangan istrinya sendiri.
Karna tidak ingin berlama-lama, Aditia akhirnya memberitahu tentang siapa perempuan yang bersamanya itu pada tante Riska.
...***...
Aditia berjalan sedikit cepat untuk segera sampai kedalam ruangannya dan menemui istrinya yang pasti telah menunggunya saat ini.
Tadi di saat Aditia menceritakan tentang Lisa pada tante Riska terlihat perubahan ekspresi dari tante Riska yang terlihat begitu marah saat mengetahui bahwa ternyata Aditia telah menikah dan orang yang di gandengnya tadi adalah istrinya.
Dan tidak lama setelah itu, tante Riska langsung keluar dari ruangan tanpa mengucapkan sepatah katapun pada Aditia, bahkan dia tidak menyampaikan alasan utama nya datang ke kantor Aditia hari ini.
Dalam setiap langkahnya saat ini, selain Aditia yang akan meminta maaf karna telah membuat Lisa menunggu, Aditia juga memikirkan jawaban untuk sebuah pertanyaan yang mungkin saja istrinya itu akan bertanya tentang siapa perempuan yang telah berbicara dengannya itu, sampai-sampai Aditia hanya ingin berbicara empat mata dan meminta Lisa menunggu di dalam ruangan kerja nya dengan di temani oleh Jo dan Nathan.
__ADS_1
Aditia kini telah sampai di depan pintu ruangan kerjanya, sebelum membuka pintu dan masuk kedalam Aditia menghela dan terlebih dahulu mengatur nafasnya yang tidak beraturan akibat berlari berlari barusan. Dan tentunya Aditia juga menyiapkan mentalnya untuk menerima pertanyaan dari istrinya yang padahal belum tentu Lisa akan bertanya.