
Aditia dan Lisa makan kembali untuk yang kedua kalinya di hari ini. Padahal sekarang baru pukul 11, dan belum waktunya makan siang, tapi Aditia dan Lisa sendiripun entah kenapa merasa cepat lapar kembali, tidak biasanya.
Suasana yang berbeda kini terasa di meja makan. Tidak seperti biasanya yang selalu fokus dengan makanannya masing-masing, Lisa dan Aditia kini selalu sering mencuri-curi pandang.
Dan setiap kali Aditia dan Lisa ketahuan mencuri pandang oleh salahsatunya, pasti Aditia ataupun Lisa akan menunduk, menatap makanannya kembali dsn terlihat tersenyum-senyum sendiri.
Hal itu berlangsung selama makan hingga selesai.
...***...
Setelah makan siang selesai, Aditia dan Lisa naik kembali kedalam kamar. Dan bersama-sama berniat akan membereskan tempat tidur yang berantakan karna ulah keduanya tadi pagi.
Lisa yang memang belum mengetahui bahwa di sprei terdapat noda darah membelalakan matanya ketika melihat noda tersebut, dan sontak membuatnya menarik sprei itu dan menggulungngnya dengan asal.
Aditia kaget dengan tindakan istrinya. Tapi Aditia pun tahu apa penyebab Lisa menarik sprei itu, apalagi saat ini pipi Lisa terlihat memerah dan tiba-tiba dia terlihat salah tingkah.
"Kenapa?" Tanya Aditia mencoba bertanya, meskipun dia tahu apa penyebabnya.
Dengan pertanyaan dari Aditia, Lisa terlihat semakin salah tingkah dan terlihat gugup.
"Ti, tidak apa-apa om.. Ini sprei biar nanti Lisa yang cuci sendiri ya? Jangan sama bibi..." Ujar Lisa dengan kegugupannya.
Aditia tertawa geli melihat tingkah istrinya tersebut.
"Iya, nanti kita cuci bersama-sama ya.." Jawab Aditia sambil mengusap pelan puncak kepala istrinya tersebut. Dan hal itu membuat Lisa sedikit menunduk menyembunyikan pipinya yang merah, karna merasa malu.
...***...
Hari ini Aditia dan Lisa benar-benar menikmati kebersamaannya di waktu yang sama-sama bolos dari kegiatannya di dalam kamar yang kini telah rapih kembali.
Di atas tempat tidur, Aditia mengusap kepala Lisa yang setengah tidur bersandar pada dada nya sambil membaca sebuah buku.
__ADS_1
Lisa yang memang sebentar lagi akan melaksanan ujian akhir memang harus banyak belajar.
Kembali, saat ini Aditia mengingat kejadian tadi. Dimana ternyata itu adalah yang pertama untuk Lisa dan itu membuat Aditia kembali mengingat malam skandal itu, dan Lisa yang memintanya menikahinya waktu itu.
Ingin Aditia bertanya tentang hal itu pada istrinya, namun karna Lisa sedang membaca dan Aditiapun tidak ingin merusak suasana saat ini dengan pertanyaannya. Akhirnya Aditia menyimpan sendiri pertanyaannya, dan mungkin nanti di waktu yang tepat barulah Aditia akan menanyakan hal ini. Dan itu tidak akan terjadi hari ini.
...***...
Sore hari Aditia mendapatkan telpon dari Jo yang menggantikan posisinya saat ini di kantor, memberi kabar bahwa ada klien yang ingin bertemu dengan dirinya.
Aditia sudah mencoba memberitahu Jo untuk menyampaikan kepada klien yang ingin bertemu dengannya itu untuk memberitahu tujuannya kepada Jo saja, biar nanti Aditia tinggal bertanya pada Jo saja tentang apa yang di sampaikan klien tersebut.
Terlebih lagi Aditia tidak ingin kemana-mana hari ini, tidak ingin jauh dari Lisa yang sampai saat ini masih berada di posisi yang sama. Namun saat ini Lisa telah tertidur.
"Sudah tuan. Saya sudah mencoba meyakinkan kepada klien untuk menyampaikan perihal apa tujuannya kepada saya. Tapi klien itu tidak ingin memberitahukan pada saya, dan terus memaksa untuk bertemju langsung dengan tuan. Dan dia ingin bertemh hari ini juga, tidak ingin di lain hari..." Jelas Jo dari sebrang telpon, menjelaskan situasi di kantor saat ini.
Aditia menarik nafasnya dalam-dalam.
Aditia menatap Lisa dan meminta maaf padanya, karna telah brisik sampai membuatnya terbangun.
Lisa tersenyum, sambil mengusap wajah suaminya tersebut. Dan kembali mengatakan pada Aditia untuk lebih baik berangkat ke kantor dulu, karna bisa saja ini adalah hal penting dan Aditia tidak boleh melewatkan hal ini. Tapi tetap dengan syarat yang Lisa ajukan. Yaitu untuk langsung pulang saat telah selesai dengan kepentingannya di kantor.
Akhirnya dengan izin dari istrinya, dengan berat hati Aditia harus meninggalkan istrinya sebentar untuk ke kantor.
...***...
"Dimana orangnya Jo? Siapa sih yang datang? Ko maksa banget mau ketemu saya..." Gerutu Aditia merasa kesal.
Jo meminta maaf kepada Aditia, karna gagal mengurus kegiatannya di kantor. Sampai saat ini Aditia sendiri yang harus turun untuk mengurus sesuatu yang Aditia sendiri belum tahu siapa yang datang dan ada kepentingan apa.
Mendapatkan permintaan maaf dari Jo, Aditia tidak menyalahkan Jo untuk hal ini.
__ADS_1
"Ini bukan salahmu, sekarang dimana orangnya.. Saya ingin cepat pulang." Tanya Aditia.
Setelah mendapatkan infomasi keberadaan klien yang saat ini menunggu di ruangan meeting, Aditia langsung bergegas ke ruangam tersebut.
Aditia masuk kedalam ruangan, dan langsung mengedarkan pandangannya karna penasaran dengan siapa orang yang telah menganggu waktunya bersama dengan Lisa.
"Hai, selamat sore ganteng.. Akhirnya kamu datang juga." Sapa klien tersebut. Yang ternyata itu adalah tante Riska.
Aditia berdiri terdiam selama beberapa saat, karna kaget melihat tante Riska yang sudah hampir satu tahun ini menghilang tanpa memberi kabar apapun padanya.
"Tante..." Gumam Aditia pelan.
Tante Riska yang duduk di salahsatu bangku, berdiri dan menghampiri Aditia yang masih berada di depan pintu.
"Apa kabar ganteng.." Bisik tante Riska dengan tangan yang mengusap lembut dada Aditia.
Tante Riska menelusuri bagian atas tubuh Aditia dengan tangannya. Sampai menyentuh bibir Aditia dengan tangannya.
Kembali, karna Aditia masih saja terdiam dan tidak mengeluarkan sepatah katapun. Tante Riska bertanya kembali, dan kali ini dengan tubuh yang saling berhadapan, dan hampir menempel. Hanya berjarak beberapa inci saja.
...***...
Waktu telah pukul 7 malam. Aditia dalam perjalanan pulang ke rumah, setelah selama hampir beberapa jam lamanya dia bertemu dengan orang yang di panggilnya tante Riska.
Sebelum sampai ke rumah, Aditia sempat menelpon istrinya dan bertanya ingin makan apa malam ini. Karna memang waktu yang telah malam dan Aditia tahu, pasti Lisa menunggunya saat ini dan mungkin belum makan juga.
Setelah Aditia mengetahui apa yang istrinya inginkan untuk makan malam, Aditia pergi ke salahsatu restoran bintang 5 terlebih dahulu, yang satu arah dengan arah pulang kerumahnya.
Pesanan telah selesai, cukup banyak makanan yang Aditia beli untuk di bawa pulang.
Kembali dalam perjalanan pulang Aditia mengingat pertemuannya dengan tante Riska. Yang tidak pernah Aditia sangka-sangka perempuan itu akan hadir kembali menemuinya.
__ADS_1