Menikahi Gadis SMA

Menikahi Gadis SMA
Positif Hamil


__ADS_3

Harap-harap cemas. Itulah yang saat ini di rasakan oleh Lisa yang menunggu besok pagi tiba untuk melakukan pengecekan. Bukan hanya Lisa saja, begitupun Aditia, sebagai seorang suami tentusaja dirinya sendiri juga merasakan kecemasan yang sama, dan merasa tidak sabar untuk melihat hasilnya besok.


Lisa menutup matanya, dengan kedua tangan yang melingkar pada perut suaminya dia merasa nyaman dengan posisinya saat ini.


Aditia sempat ingin berganti posisi karna merasa sedikit pegal dengan posisinya saat ini, namun Lisa dengan cepat berbicara padanya untuk tetap seperti ini dan tidak berganti posisi.


Tidak perduli seberapa pegal yang di rasakan oleh Aditia, Lisa ingin tetap seperti ini.


"Om.. Bagaimana kalau ternyata Lisa benar-benar hamil?" Tanya Lisa pelan.


Aditia tersenyum sambil mengusap puncak kepala istrinya itu, memangnya apa yang salah dengan perempuan yang telah bersuami bila dia sampai hamil. Bukan kah kehamilan adalah sesuatu yang di inginkan oleh semua perempuan.


"Apa yang kamu khawatirkan?" Tanya balik Aditia.


Tidak ada yang Lisa khawatirkan, untuk hal apapun itu Lisa sama sekali tidak perlu mengkhawatirkan apapun. Bahkan untuk seluruh kehidupan nya dia tidak perlu memikirkan apapun lagi, karna tentu saja Aditia yang bertanggung jawab penuh padanya.


"Tidak ada yang Lisa khawatirkan... Hanya saja Lisa merasa kaget kalau memang di waktu yang sangat singkat ini Lisa kini telah mengandung." Jawab Lisa dengan tangan mengusap lembut dada Aditia. Yang sedaritadi menjadi tumpuan bagi kepalanya. Menggantikan posisi bantal.


Aditia mengangkat wajah Lisa dengan pelan dan lembut, untuk membuat keduanya saling bertatapan. Dan kemudian Aditia mengucapkan kata-kata yang saat ini juga langsung membuat hati Lisa terasa meleleh atas ucapan dari suaminya itu, yang mengucapkan bahwa apapun hasil dari tes besok pagi, dan kalaupun hamil atau tidak, Aditia tetap akan bertanggung jawab atas segalanya kepada Lisa. Karna dia adalah istrinya dan Aditia tidak akan pernah berubah.


...***...


Pagi telah tiba, semalaman keduanya hampir tidak bergerak sama sekali ketika tidur. Dan keduanya pun terbangun masih dalam posisi yang sama, dengan Lisa yang memeluk dan menjadikan dada Aditia sebagai bantal tidurnya.


"Om ternyata sudah bangun.." Lisa tersenyum sambil menatap Aditia yang mengusap kepalanya dengan pelan.


"Iya.. Bagaimana keadaan kamu sekarang?" Tanya Aditia, menanyakan tentang kondisi tubuh dari istrinya tersebut.

__ADS_1


Memang semalaman Lisa masih merasa tidak enak badan, dan sengaja Aditia bertanya tentang kondisinya pagi ini, karna Aditia berfikir untuk pulang saja dan menyudahi acara liburannya di Bandung kalau kondisi Lisa belum membaik di hari ini.


Ternyata acara liburan sepertinya akan tetap di lanjutkan, begitu Lisa memberi jawaban kepada Aditia bahwa badannya hari ini sudah terasa enakan daripada di hari kemarin. Dan itu artinya acara liburan dan rencana akan berkunjung ke beberapa tempat wisata yang lainpun akan di lanjutkan, dimulai dari nanti siang.


Lisa beranjak dari tempat tidur, karna dia ingin membuang air kecil. Ketika dia akan masuk kedalam kamar mandi, tidak lupa Aditia mengingatkan istrinya untuk melakukan pengecekan dengan tespack yang kemarin dia beli.


Lisa hampir lupa dengan hal itu, dan setelah di ingatkan oleh Aditia diapun membawa alat tes kehamilan tersebut kedalam kamar mandi.


...***...


Sudah hampir 10 menit waktu berlalu semenjak Lisa masuk kedalam kamar mandi, dan sampai saat ini dia belum kunjung keluar juga. Padahal di dalam kamar, di tepian tempat tidur Aditia tidak sabar menunggu hasil dari alat tes tersebut.


Aditia tidak tahan lagi untuk terus menunggu, akhirnya dia mendekati pintu kamar mandi dan mengetuknya.


"Lisa, apa kamu baik-baik saja?" Panggil Aditia.


Kembali, Aditia mengetuk pintu dan memanggil istrinya tersebut. Dan kali ini dengan sedikit lebih keras dari yang pertama. Aditia berfikir mungkin saja Lisa tidak mendengar panggilan darinya karna pelan, dan tersamarkan oleh suara air.


Dan benar saja dugaan dari Aditia, Lisa kali ini menjawab dan juga mengatakan dari dalam kamar mandi bahwa suara dari Aditia terdengar pelan dan tidak terlalu jelas. Selain itu seperti mendengar dengan jelas apa yang di katakan oleh Aditia, Lisa menjawab bahwa dia terus mandi untuk menyegarkan tubuhnya.


"Kenapa om.." Tanya Lisa keluar dari kamar mandi berbalutkan kimono dan handuk menutupi rambutnya.


Aditia tidak lekas berbicara, karna seharusnya Lisa sendiri sudah tahu hal apa yang ingin suaminya itu ketahui saat ini.


"Oh.. Om nunggu hasil itu ya.." Tanya Lisa sambil berbalik masuk kedalam kamar mandi, karna dia lupa membawa hasil tespacknya keluar.


"Ini.." Lisa memberikan tespack kepada Aditia, terlihat di alat tes kehamilan itu ada dua garis berbawarna merah.

__ADS_1


Aditia tidak mengetahui apa arti dari dua garis merah yang terlihat di tespack itu, karna kemarin dia tidak bertanya tentang itu, dan saat mbak apotik memberitahunya untuk melihat arti nya yang tertera di luar kemasan, Aditia belum membacanya sampai saat ini.


"Ini.." Ucap Aditia pelan.


Lisa tersenyum sambil menganggukan kepalanya. Terlihat raut wajah kebahagiaan saat ini padanya, dan kemudian dia mengucapkan satu kalimat pada Aditia yang membuat Aditia langsung memeluknya.


"Lisa positif hamil om.." Ucap Lisa.


...***...


Raut wajah penuh kebahagiaan dan sebuah senyuman yang terus berseri-seri di wajahnya saat ini seolah memberitahu betapa bahagia nya Aditia saat ini dengan kabar kehamilan istri kecilnya Lisa.


Tidak lama setelah mengetahui hasil tespack, Aditia dan Lisa pergi sarapan sebentar di restoran yang tersedia di hotel. Dan setelah itu keduanya memutuskan untuk pergi ke dokter kandungan, untuk lebih mengetahui bagaimana kondisi dan sudah berapa lama kiranya usia kandungan dari Lisa.


Jantung yang berdebar cepat bercampur rasa bahagia mengiringi langkah keduanya yang berjalan beriringan dengan tangan yang saling bertaut masuk kedalam ruangan dokter.


"Selamat pagi pak, bu.. Silahkan duduk.." Ucap dokter menyambut keduanya.


45 menit lamanya keduanya berada di dalam ruangan dokter akhirnya kini keduanya akan pulang.


Dari perkiraan dokter yang telah mengecek kandungan Lisa, dokter memperkirakan usia kandungannya baru berumur 2 minggu. Karna belum terlihat begitu jelas pada saat melakukan USG.


Selain Lisa yang telah positif hamil, dengan kandungan yang belum terlihat di USG dan masih di perkirakan baru berumur 2 minggu itu, Lisa juga di anjurkan oleh dokter untuk berisitrahat total sampai usia kandungannya terlihat jelas. Setidaknya 1 sampai dua bulan. Karna usia kandungan yang masih sangat muda ini sangat rentan sekali kemungkinan besarnya Lisa dapat mengalami pendarahan dan keguguran.


Dan dengan dari penjelasan dokter tersebutlah, pada akhirnya kini Aditia dan Lisa akan pulang dan menyudahi masa-masa liburannya.


Ada rasa kecewa pada hati Lisa, karna baru saja mengunjungi satu tempat saja kini dia dan suaminya sudah harus pulang.

__ADS_1


Tapi disisi lain kesedihan Lisa yang dia rasakan saat ini karna gagalnya menjelajah kota Bandung terobati oleh hal yang lebih hebat lagi. Tentu saja dengan kehamilan nya.


__ADS_2