Menikahi Gadis SMA

Menikahi Gadis SMA
Perubahan hormon


__ADS_3

Aditia dan Lisa baru saja sampai di rumah, setelah di hari kemarin keduanya melakukan cek kandungan ke dokter, di sisa hari kemarin Aditia dan Lisa menghabiskan waktu dengan berbelanja, membeli beberapa jenis makanan dan aksesoris untuk oleh-oleh.


Lisa merasa hari ini badannya terasa tidak enak, dan seperti tidak mempunyai tenaga sama sekali. Padahal niatnya hari ini setelah sampai di rumah dia ingin langsung pergi ke rumah ibu, untuk memberikan beberapa oleh-oleh yang telah dia belikan, dan tentusaja menyampaikan kabar bahagia tentang kehamilan nya.


Namun memang sepertinya hal itu harus di tundanya, setidaknya sampai dia merasa badannya tidak lemas lagi. Bukan hanya saat ini saja, bahkan tadi selama dalam perjalanan Lisa menghabiskan waktu nya dalam mobil dengan tidur di sepanjang jalan.


"Kamu tidak apa-apa? Apa ada suatu hal yang kamu inginkan saat ini?" Tanya Aditia, yang duduk di tepian tempat tidur di sebelah istrinya yang kini tengah berbaring.


Lisa mengambil tangan suaminya, dan menaruhnya di puncak kepalanya, memberi suaminya itu isyarat supaya dia mengelus kepalanya.


"Tidak om.. Lisa hanya lemas dan ingin tidur saja." Jawab Lisa.


Padahal sudah beberapa jam lamanya Lisa tidur, tapi sampai saat inipun dia masih ingin tidur kembali. Rasanya dia tidak ingin melakukan hal apapun saat ini selain tidur. Bahkan untuk makan siang pun Lisa enggan saat ini.


Aditia yang sudah sedikit mengerti dengan perubahan hormon dari seorang perempuan yang sedang hamil dapat mengerti dengan apa yang istrinya alami saat ini. Dan karna hal itu Aditia tidak akan mengganggu istrinya tersebut.


Setelah beberapa saat Aditia mengusap puncak kepala Lisa, terdengar dengkuran yang halus. Menandakan bahwa istrinya itu mulai terlarut dalam tidurnya.


Perlahan Aditia menghentikan aktivitas tangannya, dan dengan sangat berhati-hati berjalan ke arah pintu. Dan dengan sebisa mungkin juga Aditia tidak membuat suara yang keras saat dia membuka pintu.


Sengaja Aditia saat ini keluar dari kamar karna tidak ingin istirahat istrinya itu terganggu. Dan diapun saat ini akan memanggil Jo dan Nathan untuk datang kerumah. Ada beberapa oleh-oleh yang telah dia beli untuk kedua orang kepercayaan nya itu, dan selain itu juga Aditia ingin melihat laporan di kantor setelah tiga hari dia tinggalkan.

__ADS_1


...***...


Sinar dari matahari siang sedang terik-teriknya saat ini, dan Lisa telah terbangun dari sekitar 10 menit yang lalu namun dia masih belum beranjak dari tempat tidur dan masih di posisi yang sama, hampir tidak bergerak sama sekali.


Bukan nya merasa segar karna telah beristirahat, Lisa merasakan tubuhnya malah semakin melemah. Tidak ada tenaga sama sekali dan tidak ingin melakukan aktivitas apapun.


Hal itu cukup membuat dirinya sendiri kesal, karna dengan kondisi tubuhnya saat ini rencana untuk pergi ke rumah ibu harus di tunda. Di saat dalam pikiran nya dia bersemangat untuk pergi ke rumah ibunya, di saat yang bersamaan juga tubuhnya tidak mempunyai semangat sama sekali.


Lisa mengambil ponselnya, yang sedaritadi tergeletak di sebelahnya. Dia akan melakukan panggilan kepada suaminya Aditia, yang tidak Lisa ketahui saat ini dia berada dimana, padahal Lisa bisa saja bangun dari tempat tidur dan mencari suaminya keluar kamar. Namun kembali lagi pada tubuhnya yang lemas tidak bertenaga Lisa memilih untuk menelpon suaminya itu.


Tidak lama setelah melakukan panggilan telpon terdengar suara pintu terbuka, dengan Aditia yang berjalan masuk kedalam kamar.


"Kenapa?" Tanya Aditia dengan duduk kembali di tepian tempat tidur.


"Masih lemas?" Tanya Aditia kembali, setelah Lisa tidak menjawab pertanyaan pertamanya.


Lisa mengalungkan kedua tangannya memeluk perut Aditia sambil menenggelamkan kepalanya Lisa mengangguk pelan, menjawab pertanyaan dari suaminya itu.


Aditia tersenyum, sambil mengusap puncak kepala istrinya itu.


Saat ini Lisa belum makan siang, begitupun dengan Aditia yang sama-sama belum makan karna ingin makan bersama dengan istrinya, dengan itu sedaritadi sengaja Aditia menahan sedikit rasa laparnya menunggu Lisa bangun.

__ADS_1


Sebetulnya jam makan siang pun telah sedikit terlewat, namun karna istrinya itu belum makan dan Aditia mengerti bahwa perempuan hamil membutuhkan banyak nutrisi untuk tubuh dan janin dalam perutnya, Aditia mengajak istrinya itu untuk makan. Walaupun Lisa sempat menolak untuk makan dan mengatakan bahwa dia tidak merasa lapar.


Untuk makan siang keduanya, Aditia memilih untuk memesan makanan secara online dan membiarkan istrinya memilih menu makanan apa yang dia inginkan saat ini.


Sambil menunggu makanan yang di pesan tiba, Aditia ikut berbaring dan memeluk tubuh istrinya itu.


Sekelebatan dalam pikiran Aditia teringat kembali tentang malam terjadinya skandal itu. Dan dengan keadaan yang saat ini, dimana saat dia melakukan yang pertama kali dengan Lisa ternyata dia masih perawan, dan kali ini Lisa baru mengandung, lalu bagaimana dan apa yang sebenarnya telah terjadi dimalam itu. Mulai timbul rasa penasaran dalam pikirannya.


...***...


"Aku isi bathub sama air hangat ya buat kamu mandi, siapa tau nanti sudah bersih-bersih tubuh kamu terasa segar.." Ucap Aditia.


Aditia dan Lisa baru saja selesai makan bersama-sama. Bahkan untuk makan pun Lisa enggan keluar dari kamar dan dengan terpaksa Aditia dan Lisa pun akhirnya makan di dalam kamar.


"Iya om.. Tapi kita mandi sama-sama ya.." Pinta Lisa dengan nada yang sangat manja.


Aditia cukup terkejut dengan permintaan dari istrinya itu, bukannya tidak senang. Hanya saja menurut Aditia permintaan dari istrinya itu adalah hal yang tidak biasa. Tapi tentu saja dengan sangat senang hati Aditia mengiyakan keinginan istrinya itu.


"Eh tapi ada syaratnya! Ingat cuma mandi saja om.. Tidak yang lain-lain!" Ancam Lisa, mengingatkan suaminya bahwa permintaannya itu mutlak hanya ingin mandi dan berendam bersama saja di dalam bathub, tanpa melakukan kegiatan yang lain.


Sambil berdiri dan berjalan menuju ke kamar mandi, Aditia mengiyakan kembali permintaan istrinya itu dengan sedikit tertawa Aditia mulai mengisi bathub dengan air hangat.

__ADS_1


Ada-ada saja permintaan dari istrinya itu, bagaimana mungkin bisa Aditia tidak melakukan hal apapun kepada istrinya yang akan dalam keadaan tidak mengenakan sehelai kainpun di tubuhnya, dan berendam di bathub yang sama. Aditia mungkin tidak akan sanggup untuk menahan nafsunya sendiri, tapi dia akan mencoba menuruti keinginan istrinya itu.


Aditia memandang bathub yang perlahan-lahan mulai terisi oleh air hangat. Tanpa sadar dia melamun, kembali memikirkan kejadian dimalam itu, dan sungguh Aditia ingin tahu dengan apa yang sebenarnya terjadi pada saat itu.


__ADS_2