
Lisa tidak hentinya melihat keluar jendela dari lantai dasar yang berada tepat di sebelah pintu depan utama rumah. Hal itu dia lakukan karna saat ini dia tengah menunggu kepulangan suaminya Aditia, yang baru saja dia telpon agar suaminya itu cepat pulang.
Padahal hari belum sampai pada tengah hari, dan ini merupakan hari pertama Aditia masuk lagi ke kantor setelah cuti selama beberapa hari kemarin. Namun baru saja dia mulai bekerja, kini dia harus cepat kembali pulang ke rumah dan terpaksa meminta Jo dan Nathan untuk menghandle sisa tugasnya di hari ini.
Pada saat Lisa mrlakukan panggilan tadi, Aditia sempat bertanya kepadanya tentang ada apa di rumah dan ada hal apa yang terjadi sehingga Lisa meminta nya untuk cepat-cepat pulang. Padahal tidak biasanya Lisa seperti itu.
Namun Lisa tidak menjawab pertanyaan dari suaminya itu, dan tetap berbicara meminta Aditia untuk segera pulang. Hanya itu saja.
Lisa sendiri tidak mengerti dengan apa yang sedang terjadi padanya saat ini, pasalnya tidak biasanya dia tiba-tiba saja merasakan rindu kepada Aditia sampai rindu yang dia rasakan saat ini tidak dapat dia tahan, sehingga meminta Aditia untuk pulang lebih cepat.
Dan walaupun harus menganggu jam kerja suaminya, Lisa tidak perduli. Biarlah nanti setiba nya Aditia di rumah dia akan langsung meminta maaf atas hal ini.
10 sampai 15 menit waktu telah berlalu. Begitu lama Lisa rasa menunggu kepulangan suaminya itu, yang padahal belum sampai 30 menit yang lalu dia melakukan panggilan.
Selain mengintip keluar dari jendela, Lisa juga terus membuka aplikasi whatsapp di ponselnya, menunggu balasan pesan dari Aditia yang sampai saat ini telah di baca namun belum di balas juga oleh suaminya itu.
Padahal biasanya dia tidak seperti ini, dan akan menunggu dengan sabar pukul berapapun suami nya itu pulang dari kantor. Namun saat ini benar-benar berbeda, Lisa sampai merasa resah tidak sabar ingin segera bertemu dengan Aditia yang pastinya saat ini tengah mengendari mobil menuju rumah.
5 menit lagi telah berlalu, kali ini terdengar suara pintu gerbang terbuka dan terlihat mobil Aditia memasuki halaman rumah.
Lisa yang sempat merasa sedikit badmood karna menunggu cukup lama baginya, kini dapat tersenyum kembali dan langsung beranjak dari kursi untuk membuka pintu. Menyambut suaminya yang baru saja keluar dari mobil dan kini tengah berjalan ke arah pintu.
__ADS_1
"Hai.. Tumben sekali. Ada apa?" Tanya Aditia masih merasa heran dengan Lisa yang memintanya cepat pulang.
Lisa berdiri tepat di depan suaminya itu, sambil tersenyum bahagia dia menggelengkan kepalanya dan tiba-tiba saja berhamburan memeluk Aditia.
Mendapat perlakuan Lisa yang tiba-tiba saja memeluknya di saat dia menunggu jawaban tentang ada apa di rumah tentu saja membuatnya sedikit kaget. Hingga Aditia sedikit terhenyak dengan pelukan istrinya itu yang benar-benar tidak di duga olehnya sama sekali.
"Aku kangen.. Kangen banget!" Ucap Lisa dengan nada yang pelan, dan sedikit mempererat pelukannya pada perut Aditia dengan kepala yang di tenggelamkan pada dada suaminya itu.
Aditia tersenyum. Walaupun sangat pelan dan seperti sebuah bisikan, Aditia dapat mendengar apa yang istrinya itu ucapkan barusan. Aditia melepas tasnya dan membalas pelukan istrinya sampai beberapa saat.
...***...
"Ini aku sengaja masak buat om! Buat makan siang kita berdua.." Tutur Lisa menyiapkan hidangan di meja makan dengan di bantu oleh bibi. Asisten rumah tangga mereka berdua.
"Kan saya sudah bilang.. Biarkan bibi saja yang mengurus urusan rumah. Kamu istirahat saja, jaga kandungan kamu.." Aditia mencoba mengingatkan Lisa dengan nada yang lembut.
Lisa melirik Aditia sejenak dan tersenyum sambil cengengesan seperti seorang anak kecil yang di beri peringatan oleh orangtuanya. Dia mengatakan bahwa tidak apa-apa sesekali dia kembali memasak untuk suaminya, memang tidak ada yang salah dengan itu. Hanya Aditia saja yang sedikit takut berlebihan mengingat calon anaknya.
Tidak ingin terlalu banyak membahas hal lainnya di meja makan, akhirnya keduanya makan bersama-sama dengan tenang dan hening. Tanpa ada obrolan sama sekali, dan terfokus pada makananya masing-masing.
...***...
__ADS_1
Waktu kini telah hampir pukul 3 sore, sedaritadi dari keduanya selesai makan Aditia dan Lisa langsung naik ke lantai atas dan menghabiskan waktu di atas tempat tidur.
Tidak ada suatu adegan romantis pasangan suami istri yang terjadi, di atas tempat tidur Aditia hanya menjadi pengganti guling untuk pelukan Lisa sambil mengusap-usap kepalanya. Dan Lisa sendiri pun sedaritadi tidak bergeming dari posisinya yang memang nyaman saat ini.
Aditia cukup merasa kesusahan untuk mendapatkan ruang gerak sejak dia pulang tadi, pasalnya istrinya itu terus mengikuti dirinya kemanapun dia pergi. Begitupun disaat tadi Aditia masuk kedalam kamar bersama, di saat Aditia ingin masuk ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya, Lisa terus mengikutinya dari belakang.
Bukan hanya itu saja, bahkan di saat Aditia melepaskan pakaian kantornya dan berganti pada pakaian santai, Lisa menatapnya dari jarak yang begitu dekat.
Tentu saja hal itu membuat Aditia semakin keherenan dengan sikap istrinya itu yang tidak seperti biasanya ini. Dan sudah Aditia coba tanyakan tentang ada apa sebenarnya tapi jawaban yang dia dapatkan dari istrinya hanyalah kata kerinduan. Itulah yang membuat Lisa terus mengikuti Aditia, alasannya adalah rasa rindu yang sedang melanda Lisa saat ini.
"Boleh tidak Lisa meminta sesuatu?" Tanya Lisa dengan nada yang manja.
"Apa itu? Tentu saja boleh.." Jawab Aditia.
Lisa tiba-tiba melepaskan pelukan pada perut suaminya itu dan menggeser sedikit tubuhnya ke samping seperti memberi sedikit ruang pada Aditia.
Lisa menepuk-nepuk tempat tidur memberi kode supaya Aditia ikut tidur bersamanya dan tidak duduk lagi bersandar pada tepian tempat tidur.
"Sini... Peluk..." Lisa merentangkan kedua tangannya dan dengan nada yang manja meminta Aditia untuk memeluknya di saat Aditia telah ikut berbaring di sampingnya.
Terlihat sekali seperti seorang anak kecil begitu manja nya Lisa hari ini pada Aditia, tapi dengan senang hati Aditia menuruti apa kemauan istri kecilnya itu. Karna melihat Lisa yang tersenyum bahagia seperti ini tentu saja dirinya sendiripun ikut merasakan kebahagiaan yang sama.
__ADS_1
Aditia tidur menyamping menghadap Lisa dan sebaliknya Lisa pun menyamping menghadap suami nya itu, dengan keduanya yang saling berpelukan Lisa memberikan kecupan pada pipi Aditia.