
Dalam kamar mandi Lisa bercermin sambil mengusap-usap pelan bibirnya sendiri. Dia tidak percaya bahwa dia kini telah merasakan ciuman pertamanya, dan itu dia dapatkan dari suaminya sendiri.
Mengingat momen semalam seketika dada nya berdebar hebat, darah bersedir cepat dan tubuhnya terasa hangat. Entah kenapa hal itu bisa terjadi.
"Lisa, kamu masih lama?" Terdengar suara ketukan di pintu, dengan Aditia yang memanggilnya.
Lisa tersadar dari lamunannya, dengan cepat dia membetulkan handuk yang di pakainya lalu membuka kunci pintu.
Tidak seperti biasanya, Aditia melihat Lisa yang hanya mengenakan handuk saja karna baru selesai mandi, terdiam menatapnya.
Padahal biasanya Aditia akan cuek saja dan langsung masuk kedalam kamar mandi, tidak memperhatikan Lisa yang selesai mandi. Dan ini adalah yang pertama kalinya Aditia menatap tubuh Lisa yang hanya berbalut handuk seatas dada saja.
Lisa sadar akan tatapan dari Aditia. Walaupun wajar saja sebenarnya untuk pasangan suami istri, dan suami menatapnya seperti itu, tapi tidak untuk Lisa. Karna memang belum ada hubungan yang lebih jauh dengan Aditia, Lisa sedikit merasa risih mendapatkan tatapan dari suaminya tersebut.
"Om... Malah melamun, sana mandi! Nanti kesiangan ke kantor..." Lisa memecah lamunan Aditia.
Tersadar dari lamunannya, Aditia berlalu masuk kedalam kamar mandi.
...***...
Aditia dan Lisa baru saja selesai sarapan bersama-sama. Dan kini keduanya tinggal berangkat, untuk melakukan aktivitasnya masing-masing.
Lisa membuka tas sekolahnya, dan mengeluarkan seluruh isi tas di meja makan. Mencari sesuatu yang sepertinya tertinggal di dalam kamar.
"Nyari apa?" Tanya Aditia.
"Ada buku yang ketinggalan..." Jawab Lisa sambil berlalu, berjalan menuju kamar di lantai atas.
Ternyata tanpa Lisa sadari, suaminya Aditia mengikutinya masuk kedalam kamar. Dan hal itu baru Lisa sadari saat dia membuka kamar dan langsung melengos masuk kedalam tanpa menutup pintu. Dan tiba-tiba terdengar suara pintu tertutup dengan suara pintu yang di kunci.
Lisa yang kaget sontak reflek berbalik badan menatap kebelakang ke arah pintu, dan ternyata ada Aditia yang berjalan menghampirinya.
"Eh om.. Kaget tau! Kirain ga ngikutin.." Kata Lisa.
Aditia tidak mengubris ucapan Lisa, dengan tatapan yang sulit di artikan oleh Lisa. Aditia terus berjalan pelan semakin mendekatinya, dan Lisa tidak tahu harus berbuat apa saat ini.
Tiba-tiba Aditia merangkulnya, memeluk pinggangnya dan tidak mengalihkan pandangannya.
__ADS_1
Lisa sedikit kaget dengan perlakuan Aditia, tapi dia sendiri tidak tahu harus berbuat apa. Karna walaupun masih berusia 18 tahun, Lisa tahu apa-apa saja kewajiban seorang istri pada suaminya. Dan hal itulah yang membuatnya tidak dapat menghindar saat ini.
Lisa menaruh kedua telapak tangannya pada dada Aditia.
"Om... Kenapa pintunya di kunci?" Tanya Lisa pelan.
Aditia masih tidak mengeluarkan sepatah katapun. Tatapannya yang awalnya menatap manik Lisa kini beralih pada bibirnya.
Pelan-pelan Aditia semakin mendekatkan wajahnya dengan Lisa, hingga hidung keduanya beradu.
"Om..." Panggil Lisa pelan.
"Saya, mau kamu.." Bisik Aditia pelan.
Jantung Lisa kembali berdebar dengan cepat seperti semalam, dan mungkin kali ini berdebar lebih cepat karna bisikan Aditia barusan yang mengatakan menginginkan dirinya.
Dan Aditia sendiri tanpa menunggu jawaban dari Lisa, untuk yang kesekian kalinya Aditia langsung mengecup bibir mungil istrinya ini. Dengan sangat pelan dan penuh kelembutan.
Lisa diam dengan mata yang terbelalak karna kaget dengan perbuatan Aditia.
Terasa oleh Lisa, saat dirinya membalas. Aditia tersenyum dalam ciumannya, dan hal itu semakin membuatnya tenggelam hingga dia mengalungkan tangannya pada leher Aditia.
...***...
Waktu telah pukul 9 pagi. Lisa terkulai lemas di atas tempat tidur dengan berbalutkan selimut yang menutupi tubuh polosnya.
Aditia yang berada di sebelahnya memeluk perutnya, dan mengecup pipinya.
"Sakit ya? Maaf ya.." Bisik Aditia pelan.
Lisa mengigit bibir bawahnya, karna memang ada rasa sakit yang lumayan dari paha dalamnya dia rasakan saat ini.
"Kamu marah?" Tanya Aditia kembali karna Lisa tidak menjawab pertanyaan nya yang pertama.
Dengan susah payah menahan rasa sakit Lisa berbalik badan, menyamping menghadap suaminya.
"Engga om.. Mana bisa Lisa marah, ini memang sudah kewajiban Lisa. Tapi memang terasa perih..." Jelas Lisa sambil tersenyum, dengan tangan yang mengusap wajah suaminya.
__ADS_1
Hari ini, Aditia batal berangkat ke kantor. Dan Lisapun batal masuk ke sekolah, karna keduanya terlarut dalam kenyamanan yang saling di terima dari masing-masing.
Aditia tersenyum menatapnya, dengan tangan yang masih memeluk perut Lisa, Aditia menarik istrinya tersebut hingga pelukannya tidak berjarak dan tubuh keduanya yang sama-sama polos berbalut satu selimut saling menempel.
Lisa membalas senyuman Aditia sambil menaruh kepalanya dada Aditia dan menutup matanya.
Aditia mengubah posisi tangannya, membuat Lisa bersandar pada sebelah tangannya menggantikan peran bantal. Dan mengusap punggung Lisa dengan pelan.
Hingga tanpa sadar keduanya kembali tertidur.
...***...
Lisa melangkahkan kakinya dengan sangat pelan dan hati-hati. Karna di setiap langkahnya rasa perih dari bagian bawahnya benar-benar terasa, sampai Lisa mengigit bibirnya sendiri untuk menyamarkan rasa sakit itu.
Lisa merendam tubuhnya di dalam bathub yang terisi oleh air hangat.
Rasa dari air hangat yang merendam tubuhnya membuatnya merasa sedikit rilek dan nyaman.
Namun ada sedikit gangguan yang membuatnya mau tidak mau harus segera menyelesaikan acara berendamnya. Lapar. Itulah gangguan yang kini membuatnya harus segera keluar dari kamar mandi, menyudahi aktivitas berendamnya.
...***...
"Kamu mandi ga nungguin aku.." Ujar Aditia di luar kamar mandi, yang memang sedaritadi Aditia sudah cukup lama berdiri di depan kamar mandi menunggu istrinya selesai.
Masih dengan langkah yang menimbulkan rasa perih, Lisa tersenyum.
"Om.. Aku lapar.." Bisiknya.
Aditia kembali tersenyum, dan sebelum masuk kedalam kamar mandi dia mengusap pelan rambut Lisa yang masih basah, dengan mengucup keningnya. Dan meminta Lisa untuk menunggu nya sebentar.
Dalam kamar mandi Aditia merasakan hatinya saat ini berbunga-bunga, dan entah kenapa rasanya saat ini dia mulai menyayangi Lisa istrinya.
Dengan tubuh yang masih terguyur air shower, Aditia baru menyadari sesuatu. Yaitu Lisa yang bisa dia pastikan yang barusan itu adalah yang pertama kali bagi istrinya itu lakukan. Karna Aditiapun dapat merasakannya, terlebih lagi terdapat bercak darah di sprei.
Kalau itu adalah yang pertama kali untuk Lisa, lantas kenapa Lisa saat itu meminta nya untuk langsung menikahinya karna takut dia hamil.
Hal itu kini menimbulkan tanda tanya dalam benak Aditia.
__ADS_1