Menikahi Juragan Empang

Menikahi Juragan Empang
Teh Manis


__ADS_3

Selamat membaca ...


...****************...


Arka menghela napasnya kasar sambil meringis, saat melihat si KUPER mulai baper, hingga ingin muntah sampai lumer. Bagaimana tidak, Lela justru meminta sebuah nama untuk miliknya sendiri. Entah apa kesalahannya di masa lalu, hingga harus memiliki istri yang sangat menjengkelkan Tapi sangat menggemaskan. Mau tidak mau, ia harus mencari sebuah nama untuk milik Lela, agar si KUPER bisa bermain di dalamnya.


"La, gimana kalo namanya Teh Manis?" Tanya Arka berharap sang istri setuju dengan nama yang ia ajukan.


"Teh Manis? Emang artinya apaan mas? Lela gak mau dikasih nama yang jelek. Pokoknya mas Arka harus cari nama yang bagus dan keren, sama kayak si KUPER gitu loh, mas." Lagi dan lagi, Arka hanya bisa menghela napasnya kasar saat menghadapi sifat Lela yang kelewat polos. Atau mungkin istrinya ini terlalu menjengkelkan.


"Teh Manis artinya, Tembem, hangat, mantap dan istimewa. Gimana bagus kan? Sekarang si KUPER udah bisa masuk kan La? Liat! Si KUPER udah berdiri tegak loh, masa Lela tega," Bujuk Arka yang sebenarnya sudah tak sabar ingin segera menerkam istrinya.

__ADS_1


"Wah itu bagus juga, mas. Kalo si KUPER pegel berdiri, suruh duduk aja sih." Sabar, Arka harus banyak bersabar. Malam pertama gagal, malam ke sekian pun harus menanggung penyakit hati karena istrinya sendiri.


"La, jangan bermain-main lagi. Sekarang mas mau minta jatah mas." Tanpa menunggu aba-aba, Arka langsung melahap bibir ranum milik Lela dengan lembut, tapi sangat kuat, hingga membuat Lela sedikit kewalahan. Lela bahkan kesulitan bernapas saat Arka Terus menghisap bibir serta membelit lidahnya dengan kuat, seperti mesin Vacuum Cleaner.


"Ah mas, Lela gak bisa napas." Lela mendorong tubuh Arka hingga terlepas dari bibirnya. Lela terkejut saat melihat raut wajah suaminya sudah berubah menjadi sangat liar, dengan mata yang merah dan napas yang memburu.


"Em ... Maaf, mas hampir kelepasan. Mas janji setelah ini bakal lembut. Kamu cukup diam dan nikmati permainan yang mas pandu ya," pinta Arka sambil meraih gaun tidur milik Lela, dan melepaskan kancingnya satu persatu hingga terlihat dua gundukan kenyal, sintal dan padat milik sang istri. Senang bukan main, mata Arka langsung terbelalak seolah ingin keluar. Tubuhnya semakin memanas dan bergairrah, apalagi si KUPER sudah tuing tuing ingin segera keluar masuk liang hangat milik Lela si Teh Manis.


"Mas, Lela malu," ucap Lela lirih seraya menyilangkan kedua tangannya di depan dua bukit Himalaya miliknya. Namun, Arka segera meraih tangan itu agar tidak menghalangi pemandangan indah yang ada di depan mata.


Dengan perlahan Arka memulai kembali permainannya dengan lembut, agar Lela tidak merasa gugup dan ketakutan seperti sebelumnya. Secara perlahan ia mulai meremmas dua bukit Himalaya yang begitu indah dan masih terasa segar di tangannya.

__ADS_1


Pelan tapi pasti, Arka sudah menelusupkan tangannya untuk meraba si Teh Manis yang ternyata sudah mulai berkedut dan mulai basah. Hati Arka berdebar kencang saat tangannya sudah berkelana di daerah tropis berumput tipis, dengan danau di tengah hutan yang dalam, sedalam Palung Mariana.


"Ahh mas, Lela sepertinya basah." Arka hanya tersenyum menanggapi ucapan sang istri, dan masih melanjutkan aksinya dengan pelan tapi pasti. Arka mulai memasukkan jarinya ke sebuah liang hangat yang sudah becek dan berkedut. Ah! Ternyata dia sudah berhasil merobek dinding mahkota milik istrinya. Hatinya sangat senang tak dapat digambarkan dengan kata-kata, karena ialah orang pertama kali yang menyentuh sang istri.


"La, tahan sebentar ya, mas mau masukin. Ini sedikit sakit," ucap Arka yang kini sudah mengarahkan si KUPER di depan Teh Manis.


"Tapi mas!" Seru Lela sambil menahan Arka.


"Apa lagi, La?"


...****************...

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak ya


__ADS_2