
Selamat membaca ...
...****************...
Jika Arka yang sedang kesal karena istrinya yang tidak peka. Maka kang Didi tengah geram setelah mengetahui kabar, jika Marko mendekati Lela, hingga wanita itu ketakutan. Saat ini Nisa sangat berguna untuknya, karena telah menjadi cctv berjalan mengawasi hal yang berkaitan dengannya.
Ia memang menyukai Lela, gadis polos nan lugu itu sangat menarik perhatian dan membuat orang ingin langsung memilikinya. Akan tetapi, ia tidak akan pernah melakukan hal bodoh seperti yang telah dilakukan oleh Marko. Pria itu sudah kurang ajar.
"Sabar kang, orang sabar pasti kesel," celetuk Nisa dengan santai, dengan menampilkan raut wajah tanpa dosa. Didi mendengus lalu membuang wajahnya asal ke arah lain.
"Nis, Menurut kamu, Lela suka nggak ya sama kakang?" Tanya kang Didi dengan lirih.
__ADS_1
"Adooooh, kang kalo nanya tuh yang bener. Kakang nanya itu sama Nisa, jelas Nisa gak tau lah. Lagian sih, kang Didi kayak keong. Lambat banget, giliran ditikung orang, malah gak terima," cibir Nisa sambil menyuapkan singkong rebus, yang ia oleh selepas pulang dari Empang pak Burhan.
"Nis, sebenernya kamu ini dukung kakang gak sih?! Dari tadi mojokin terus. Kakang udah nunggu lama buat dapetin Lela, karena liat keadaan yang pas. Eh taunya si Arka itu pulang langsung nikahin Lela secara dadakan." Pria dewasa itu semakin kesal lantaran wanita yang ia incar dinikahi anak bosnya sendiri.
"Kang, aku denger sih mereka nikah karena kepergok warga. Katanya kang Arka masuk ke sumur umum di dekat gang rumah mereka. Menurut kakang, apa teh Lela mau, nikah dadakan sama laki yang baru dia kenal?" Tanyanya pada sosok pria yang kini tengah menyeruput kopi hitamnya.
Kang Didi tersedak setelah mendengar penuturan dari Nisa. Ia baru tahu akan hal ini, karena ia hanya tahu, jika Lela sudah menikah dengan anak pak Burhan.
***
Di sisi lain, Marko tengah ditegur habis-habisan oleh pak RT Juki, bapaknya. Pria paruh baya itu merasa sangat malu, seolah mukanya dicoreng dengan eek ayam milik Bu Kokom.
__ADS_1
Bagaimana tidak, putranya justru mempermalukan dirinya sendiri dengan melakukan hal yang tidak senonoh di depan muka umum. Alasannya hanya satu, yaitu penasaran dengan tanda merah yang dilihatnya pada leher Lela.
Pak RT hanya memijat kepalanya yang tak pusing, saat mendengar alasan tersebut. Kenapa Marko bisa berbuat hal ceroboh seperti itu. Apakah sebuah tanda merah pada leher Lela harus ia ketahui, karena alasan ia mencintai gadis itu? Itu sama sekali tidak ada urusannya dengan Marko! Bagaimana pun, Arka pasti sudah menjamah istrinya.
"Marko, sebaiknya kamu perhatikan kelakuan mu! Jangan bikin bapak malu kayak tadi! Jauhi Lela, dia udah nikah Mar!" Geram pak RT seraya menatap tajam ke arah Marko. Sedangkan pria itu masih menunduk, dan menunggu bapaknya selesai pidato.
"Tapi paaak ... Marko maunya Lela. Dari awal, Lela milik Marko, tapi si Arka tukang ngintip itu nikung Marko. Aku gak terima pokoknya."
"Terserah kamu. Bapak udah cape koar-koar kayak bebek Bu Titin, tapi gak kamu dengerin satu pun."
...****************...
__ADS_1
Terima kasih