
Selamat membaca ...
...****************...
Hari ini Marko pergi dari rumah menuju Empang milik pak Burhan, untuk menemui gadis pujaannya yang telah ditikung oleh rival abadinya, Arka.
Namun, betapa kecewanya ia setelah sampai di tempat tujuan, tetapi tidak ada orang yang ia cari. Marko mulai mengedarkan pandangannya ke segala arah penjuru di tempat tersebut. Namun, tetap saja ia tak melihat tanda-tanda bahwa Lela ada di sana.
Marko terkejut saat bahunya dipukul ringan oleh seseorang dari arah belakang. Dengan segera, pria itu membalikkan tubuhnya dan melihat ke sumber arah.
"Eh, Nisa! Bikin kaget aja kamu tuh," gerutu Marko dengan tatapan kesal. Gadis usil yang ia kenal sebagai adik dari Didi itu hanya terkekeh menampilkan deretan giginya yang rapih, tanpa merasa bersalah, dan justru terlihat senang seolah melihat hiburan.
"Kang Marko tuh yang bikin Nisa kaget. Kirain ada maling, eh taunya kang Marko. Mau ngapain kang Marko ke sini? Pakan ikan masih ada banyak," tutur Nisa tanpa jeda, hingga membuat Marko menatap aneh ke arah Nisa.
__ADS_1
"Lagian, siapa juga yang mau nanya pakan ikan? Kagak ada! Aku ke sini mau nyari Lela. Mana dia, kok dari tadi aku belum liat sih?" Tanya Marko sambil celingukan mencari sosok Lela yang sejak tadi ia cari.
"Teh Lela--."
"Ada apa lu cari Lela?!" Sela kang Didi yang baru saja datang dan mendengar nama Lela disebut oleh pria lain. Marko yang mendengar suara Didi langsung memasang wajah tak suka. Ia tahu, jika Marko sengaja datang untuk menemui Lela.
"Bukan urusan lu, ngapain coba datang ke sini. Mending urus aja tuh Empang yang belum kelar." Marko kesal saat melihat kedatangan Didi, dan mendengar ocehan yang gak mutu di telinganya.
"Ya udah kang, Nisa ke belakang dulu ya. Kang Marko, kalo ada apa-apa bilang aja sama kang Didi." Marko membulatkan matanya dengan sempurna saat mendengar penuturan yang keluar dari mulut Nisa. Gadis nakal itu segera berlari setelah membuat dua orang pria yang ada di sana merasa kesal.
"Jangan sok bijak Di, kita sama-sama suka sama Lela. Bedanya aku mau usaha, bukan malah pasrah kayak ikan baru dipancing."
"Hilliiihhh, suka-suka lah."
__ADS_1
***
Di sisi lain, sepasang suami istri yang masih malu-malu kucing garong, kini tengah menikmati waktu berdua sambil menonton TV acara gosip lambe nyinyir. Terkadang Lela ikut merutuki artis yang sedang dibahas, dan kadang merasa iba. Sedangkan Arka hanya diam dan tak peduli, karena ia sendiri tidak tertarik dengan acara semacam itu.
Saat ini pikiran Arka justru tengah bergulat dengan pikiran kotornya, yang teringat tubuh semok montok milik istrinya. Tangannya pun mencuri-curi kesempatan untuk meraba beberapa bagian tubuh milik Lela.
"Ih mas kenapa sih suka main gelitikin Lela. Geli tau." Lela merasa terganggu saat merasakan tangan Arka yang sudah nakal dan menjalar ke beberapa bagian intinya.
"La, si KUPER pengen lagi," bisik Arka dengan nada sensual tepat di telinga sang istri. Bahkan, Arka sudah menuntun tangan Lela ke arah si KUPER yang telah mengembang.
"Mas, tapi ini masih pagi." Wajah Lela memerah karena malu, saat tangannya sudah ada di tempat KUPER.
...****************...
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak ya