
Selamat membaca ...
...****************...
Pagi-pagi sekali, Lela telah bangun dari tidurnya dan segera membersihkan diri. Wanita itu bangkit dan melihat dirinya di depan cermin. Ia meringis malu dengan wajah yang merah merona, tatkala melihat ada banyak tanda kepemilikan di area leher dan dadanya. Bahkan di bukit Himalaya miliknya pun terdapat tanda yang ditinggalkan oleh suaminya. Ia merasa malu saat mengingat kejadian semalam yang membuat dirinya seolah hilang kendali karena mabuk kepayang yang disebabkan oleh sentuhan Arka.
Tak butuh waktu lama, Lela akhirnya sudah rapih dengan mengenakan kaos sehari-hari yang sering ia gunakan, dengan rok berwarna cokelat panjangnya selutut. Wanita cantik itu menggeraikan rambutnya yang basah, sekaligus menutup beberapa warna kemerahan di leher jenjangnya.
Ia sengaja bangun lebih awal, karena pak Burhan sudah kembali ke rumah sejak pukul 4 dini hari tadi. Tepat saat ia dan Arka sedang kembali memadu kasih layaknya sepasang pengantin baru, meski kalimat pengantin baru sudah kadaluarsa bagi mereka berdua.
Lela akan malu jika berhadapan dengan bapak, ketika rambutnya saat sedang basah. Maka dari itu, ia bangun lebih awal. Bahkan mentari pun belum muncul. Sedangkan Arka, pria itu masih terlelap karena kelelahan, setelah hampir semalaman bekerja keras demi sebuah kenikmatan.
"Ah untungnya bapak kembali ke rumah, setelah aku dan mas Arka baru selesai nganu. Semoga bapak gak dengar aku anu-anu sama anaknya deh," gumam Lela sambil menuju ke arah dapur, untuk menyiapkan sarapan. Wanita itu dengan gesit dan telaten memegang alat dapur dan memasak.
__ADS_1
Hingga pagi mulai menampilkan sinarnya, pak Burhan maupun Arka belum terusik dari tidurnya. Mau tidak mau, Lela harus membangunkan suaminya lebih dulu.
Namun, wanita itu langsung mengernyitkan dahinya saat melihat seisi ranjang sudah kosong melompong. Lalu terdengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi, yang menandakan jika pria itu tengah membersihkan diri.
Lagi dan lagi, Lela dibuat terkejut saat pintu kamar mandi itu terbuka, hingga menampilkan sosok pria tampan dengan sehelai handuk yang melilit di pinggangnya, serta rambut yang basah.
Lirikan Lela langsung tertuju pada kediaman si KUPER, karena bagian inti tersebut sedikit menonjol hingga mencuri perhatian Lela. Arka berusaha menahan kekehan nya saat melihat mata sang istri yang nakal dengan memperhatikan si KUPER miliknya.
"La, kamu mau liat si KUPER punya mas lagi?" Tanya Arka dengan tiba-tiba, hingga membuat Lela tersentak kaget, dan langsung memalingkan wajahnya ke arah lain. Wajah Lela sudah merah bagai udang rebus, karena menahan rasa malu saat ketahuan oleh sang empunya.
***
Di sisi lain, sosok pria tengah berdebat dengan pria paruh baya. Sosok pria yang tak lain adalah Marko dan ayahnya, RT Juki. Marko yang tak terima jika wanita incarannya sudah dinikahi oleh rivalnya, masih berusaha keras untuk merebut kembali apa yang sudah ia cap sebagai miliknya. Meskipun RT Juki melarang, karena itu perbuatan yang tidak baik dan sangat tercela. Ia tidak ingin putranya dicap sebagai pebinor atau semacamnya.
__ADS_1
"Mar, jangan nekat kamu! Bapak gak mau kamu terjerumus lebih dalam lagi. Lupakan Lela, dia sudah menikah. Bapak bisa carikan kamu wanita yang jauh lebih baik dari Lela," cegah RT Juki menasehati. Namun, Marko justru menatap ayahnya dengan tatapan mengintimidasi.
"Apa bapak bilang? Mar?! Jangan panggil aku Mar doang dong pak! Nanti dikira Markonah. Kenapa sih, bapak gak kasih aku nama yang keren, misalnya Willy, Jack atau Ariel?!" RT Juki melongo saat mendengar penuturan dari sang putra yang kelewat bodoh.
"Bapak ragu, kalo kamu ini anak bapak, Mar."
...****************...
Jangan lupa tinggalkan jejak ya...
Sambil menunggu, silakan mampir di karya author Weny Hida yang paling aduhai, yaaa...
Judulnya Aku Cinta Bukan Lara
__ADS_1