Menikahi Juragan Empang

Menikahi Juragan Empang
Percaya diri


__ADS_3

Selamat membaca ...


...****************...


Setelah membuat kerusuhan di kampung, Arka segera membawa Lela kembali pulang ke rumah. Awalnya ia hanya ingin membawa Lela jalan-jalan sore mengelilingi Kampung tersebut.


Akan tetapi di tengah jalan muncullah sosok pria yang tiba-tiba saja menghadang mereka. Siapa lagi jika bukan Marko. Pria itu buru-buru mendekati Lela saat melihatnya. Apalagi sampai menelisik leher Lela yang sedikit terbuka, dan memperlihatkan beberapa tanda kepemilikan.


Untung saja pak RT Juki langsung datang ke tempat kejadian untuk menghentikan keributan. Mengingat jika Marko adalah putranya, tapi tak membuat pak RT Juki membedakan antara anaknya dan warga lain.


Saat ini Lela hanya duduk diam bagai patung hidup, seraya menikmati teh yang ia buat untuk merilekskan pikirannya.


"Apa kau masih memikirkan kejadian tadi?" Tiba-tiba saja Arka datang dari arah belakang sambil menepuk bahu sang istri dengan pelan.

__ADS_1


"Sedikit mas, tadi Lela hanya terkejut karena kang Marko langsung ngagetin. Mas, jangan perpanjang urusan ini ya, Lela takut." Wanita itu menatap Arka yang kini sudah duduk di sampingnya.


"Iya mas tau, tapi bagaimana pun Marko tidak boleh dibiarkan begitu aja. Lagian biar dia kapok. Mas tau dia orang seperti apa." Arka masih ingat jika pria yang jadi rivalnya itu akan melakukan apapun untuk mencapai tujuannya.


"Mas Arka kenapa bisa jadi musuh sama kang Marko?" Tanya Lela pada suaminya penasaran. Ia ingin tahu apa yang telah terjadi, hingga dua orang pria itu bisa jadi sepasang rival.


"Sebenarnya kami dulu adalah sahabat, tapi sayangnya hubungan itu berubah setelah kami menyukai orang yang sama. Kami selalu berusaha untuk mengalahkan satu sama lain, untuk mendapatkan hati gadis primadona di sekolah waktu itu. Pada akhirnya wanita itu tidak memilih satu diantara kita, Karena ternyata dia sudah punya pacar." Arka menjelaskan panjang lebar dengan santai, tanpa melihat raut wajah Lela yang sudah berubah menjadi muram. Bibirnya mengerucut dengan mata yang tajam seolah ingin menguliti suaminya sendiri.


"La, kamu kenapa?" Akhirnya Arka memberanikan diri untuk bertanya, karena tak tahan dengan suasana saat ini. Ia baru saja menikmati masa-masa pengantin baru, dan jangan sampai ia membuat kesalahan, hingga membuat Lela tak memberikan dirinya jatah.


"Siapa gadis itu?" Bukannya menjawab, Lela justru bertanya balik dengan nada kesal dan tatapan mengintimidasi.


Jadi, istrinya itu hanya fokus pada sosok wanita yang ada dalam cerita Arka? Ah! Arka jadi tak habis pikir. Lela sudah seperti orang yang sedang cemburu saja. Eh, tunggu! Cemburu? Jika memang begitu, jangan salahkan Arka yang akan menggoda istri kecilnya.

__ADS_1


"Namanya Mila, dulu dia gadis yang paling cantik di sekolah, hingga dapat gelar primadona. Aku dan Marko pun sampe bersaing dan berakhir menjadi rival." Eh! Arka melongo saat Lela tiba-tiba bangkit dari duduknya dan pergi meninggalkan ia seorang di teras rumah.


"Lela, sayang ... Mas hanya bercanda. La ...." Arka mengejar Lela dan segera meraih tangan mungil milik Lela. Pria itu segera menarik Lela dalam pelukannya.


"Kamu cemburu?" Bisiknya tepat di telinga sang istri.


"Dih, siapa juga yang cemburu. Lela tuh mau ngambil cemilan di dapur, buat dengerin curhatan mas." Ingin rasanya Arka memaki, setelah mendengar penuturan dari Lela. Bukankah sekarang ia seperti terlalu percaya diri? Ah sial!


"Jadi, Lela gak cemburu sama sekali?" tanya Arka memastikan. Istrinya hanya mengangguk kecil tanda sebuah jawaban.


...****************...


Jangan lupa tinggalkan jejak ya

__ADS_1


__ADS_2