
Selamat membaca ...
...****************...
Tiga bulan kemudian ...
Sore hari ini tampak seorang wanita yang sedang berkutat di dapur untuk menyiapkan makan malam, sambil menunggu kedatangan sang suami. Lela, wanita itu sudah 3 bulan tinggal di sebuah kota dan merintis usaha kecil-kecilan bersama suaminya, Arka.
Akan tetapi, sudah beberapa hari ini sikap Arka kian berubah. Pria itu tak lagi hangat seperti biasanya, bahkan cenderung dingin dan sesekali menghindari dirinya. Namun Lela tak ingin ambil pusing, karena berpikir suaminya hanya sedang sibuk dengan pekerjaannya di kantor.
Meskipun terkadang ada rasa takut dalam hatinya, tapi ia tetap memilih untuk percaya pada sang suami yang telah mengikrarkan janji suci. Entah kenapa hari ini ia merasa sangat lelah, tak seperti biasanya memang.
"Sepertinya aku sedikit tidak enak badan. Akhir-akhir ini sering merasa pusing," gumam Lela seraya memijat kepalanya yang terasa begitu berat, tapi tetap melanjutkan kegiatan yang telah ia lakukan. Ia tidak ingin Arka melihat pekerjaannya tidak pernah selesai saat di dapur.
Tak berselang lama terdengar sebuah pintu terbuka dari arah luar. Lela yakin jika itu pasti suaminya yang baru saja pulang dari kantor. Dengan cepat, lelah akhirnya bergegas pergi untuk mengambil kedatangan Arka.
"Mas kamu baru pulang. Aku siapkan air panas dulu untuk mandi. Aku juga sedang menyiapkan untuk makan malam kita." Hati Lela mencelos saat melihat Arga yang acuh h tak acuh pada dirinya. Bahkan seolah tanda dengar setiap ucapan yang ia lancarkan pada sosok pria tersebut. Sakit tentu saja ia rasakan.
__ADS_1
Lela mematung di tempat, saat menyadari kebodohannya. Mungkin rasa takutnya selama ini telah terbukti, jika Arka memiliki wanita lain selain dirinya.
Ia terlalu naif, jika harus percaya dengan ucapan Arka di masa lalu. Bagaimanapun, saat ini Arka sudah menjadi pria tampan dan mapan. Ada banyak wanita yang begitu menginginkannya, dan tentu saja wanita itu jauh lebih baik daripada dirinya. Pantas jika Arka mudah berpaling ke lain hati.
Pikiran buruk langsung menghinggapi benaknya. Bahkan dadanya terasa sesak saat merasakan sakit yang begitu luar biasa. Tiba-tiba saja matanya berkunang-kunang dan mulai kabur, hingga semuanya terasa gelap. Lalu kemudian tak sadarkan diri.
***
Arka terus tersenyum lembut setelah mengetahui kabar kehamilan wanita yang telah menjadi istrinya. Pria itu menciumi tangan lembut milik wanita yang masih tak sadarkan diri, di atas brankar di sebuah ruangan serba putih. Ia hanya berharap, dengan kabar kehamilan ini, pernikahan yang telah mereka jalani akan semakin membaik dan menjadi keluarga yang bahagia.
“Apa ada yang sakit, hm? Atau kau ada yang merasa tidak nyaman?” tanya Arka dengan beruntun, tepat di samping wanita cantik yang belum mengumpulkan kesadaran sepenuhnya.
"Mas! Apa yang kau lakukan. Aku ada di mana?” tanya Lela yang terkejut saat melihat Arka ada di depan matanya.
“Sayang, tenanglah. Kita ada di rumah sakit, tadi kau pingsan karena kelelahan,” jawab Arka dengan lembut. Sungguh! Ia seperti mendapat kejutan secara bertubi-tubi dari istrinya. Bayi yang ia harapkan ternyata sudah hadir dalam keluarga kecilnya.
“Mungkin aku hanya sedikit kecapean mas, tadi aku sedikit pusing, sampe gak sadar. Biasanya aku gak kayak gini kok. Mending kita langsung pulang aja. Kamu pasti sibuk, dan capek ngurus kerjaan,” ungkap Lela yang merasa tak enak hati, dan merasa menjadi beban bagi suaminya. Entah kenapa akhir-akhir ini ia menjadi sentimental.
__ADS_1
"Ini gak masalah bagi ibu hamil, sayang, kamu juga jangan terlalu banyak aktivitas. Kamu terlalu memaksakan diri. Setelah ini, kamu harus lebih berhati-hati,” celetuk Arka sambil menampilkan senyumannya.
“A-apa maksud mu?” tanya Lela terkejut dan berusaha untuk bangkit dari tidurnya,tapi Arka langsung menahan wanita itu agar tidak duduk terlebih dahulu.
“Kau hamil, sayang. Kamu hamil anakku, dia anak kita. Anak yang sudah kita nanti selama ini,” jawab Arka menjelaskan. Lela hanya diam tak percaya dengan apa yang diucapkan oleh pria yang ada di hadapannya tersebut. Rasa senang yang tak dapat ia pungkiri, hingga membuatnya tak bisa mengungkapkan dengan kata-kata.
"Kamu gak bohong kan mas! Aku hamil! Aku sudah hamil anak kita. Ini semua bukan hanya mimpi kan!” Lela bahagia hingga mengguncangkan tubuh Arka dengan cepat.
"Benar sayang, kamu hamil. Maaf sebelumnya, aku tidak pernah memperhatikan kamu, karena aku pikir aku akan memberikan sebuah kejutan untukmu, tapi pada akhirnya aku yang diberikan kejutan. Terima kasih sayang, Aku sangat mencintaimu. Maafkan Aku,” ungkap Arka berusaha menenangkan Lela yang masih menangis dan semakin terisak.
"Maafkan aku juga, aku udah berpikir bahwa kamu memiliki wanita lain di luar sana. Maafkan aku mas, tapi aku pokoknya masih mau ngambek, karena mas sudah bikin aku kesel,” ungkap Lela seraya mendelikkan matanya tanda tak suka. Arka hanya menghela napasnya panjang saat mendengar ucapan Lela. Ia sudah tahu sifat Lela, Jadi ia hanya bisa pasrah saja.
Arka langsung mencium kening Lela dengan lembut dan mengeratkan dekapannya. “Sekarang kita akan bahagia. Aku tidak akan pernah membiarkan mu merasakan rasa sakit lagi dalam kehidupan ini. Sayang, kita akan menjalani hari-hari kita menuju peran orang tua yang sesungguhnya.”
"Mas janji ya Jangan bersikap seperti itu lagi, soalnya Lela takut mas. Lela takut kalau mas benar-benar selingkuh di luar sana." Arka menganggukan kepalanya tanda sebuah jawaban. Jujur saja ia sangat menyesal, karena telah membuat Lela merasa kecewa dan merasa tak dibutuhkan.
"Mas janji sayang, mas janji tidak akan melakukan hal itu lagi."
__ADS_1