
FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.
HAPPY READING.
Pukul 12:30.
Aira duduk diam dengan memandang kosong ke arah bangku taman.setelah shalat Dzuhur ia kembali termenung,di dekat kampus,tepat nya di sebuah taman yang cukup sepi untuk di nikmati pada siang yang terik.
Sedari tadi di kampus.aira sama sekali tidak bicara,baik pada Alia,Nanda atau pun nana fikiran nya benar-benar berantakan sekarang.
Apa Aira belum melupakan Alfa ya?.
Tidak jauh dari tempat Aira duduk.seorang pria memandang ke arah nya dengan bingung,di tangan nya terdapat dua kotak nasi,di ikuti dua cup pop ice kesukaan Aira.
“aira.”sapa Rey.
“mas Rey di sini?.”
Aira mendongak.mata nya sedikit menyipit, karena Rey berdiri menghalangi sinar matahari.
“mau makan?aku sudah beli.”
“ah mas Rey,memang suami paling best.”aira memekik girang.
Rey duduk di sebelah nya,membuka satu persatu kotak dan menyerah kan nya pada Aira.
“wah ayam panggang?mas Rey memang tau favorit ku apa.”puji Aira penuh semangat.
“bagaimana hari mu di kampus?apa ada yang mengganggu mu karena penampilan baru mu?.”
Rey menoleh pada Aira,yang di toleh mengulas senyum tipis.
Penampilan Aira sekarang benar-benar berbeda dari biasa nya.dia memang tidak bisa makeup sendiri,Rey yang membantu nya memakai bedak dan sebagai nya.
Pakaian yang dulu lusuh kini berubah drastis,Aira sangat cantik.semua laki-laki kini memandang ke arah Aira penuh kekaguman.
Memang sedikit membuat tidak nyaman,tapi Aira sadar.untuk bersanding di sebelah sosok Rey,dia butuh tampil cantik dan glowing.
“apa ada yang mengganggu mu?.”
“tidak mas,mereka semua tidak mengganggu ku.hanya saja,semua laki-laki menatap ke arah ku dengan tatapan lapar.”
Aira bergedik ngeri,membayang kan pandangan para laki-laki tadi pada nya.padangan yang membuat Aira semakin risih.
berani sekali mereka.
Rey tersenyum paksa,tapi kedua tangan nya saling mengepal.tatapan mata nya berubah tajam.
“ayo makan!.”
ajak Rey.
“em enak...”
“kau tau Ra,makanan paling lezat di dunia itu apa?.”
“memang nya apa mas?.”aira menoleh bertanya bingung.
“semua makanan yang kita syukuri.semua rasa nya akan terasa benar-benar nikmat."jawab Rey penuh semangat.
***
malam hari.
__ADS_1
pukul 01:00.
bruk.
awh.
Rey tersentak dari tidur nya,begitu mendengar suara barang jatuh.
secara perlahan rey menoleh,mata nya membulat sempurna melihat keadaan Aira yang jatuh terduduk di lantai.
“astagfirullah,Ra ada apa?.”
Rey bangkit dari tidur nya.menggendong tubuh Aira,lalu membawa nya untuk tidur di ranjang.
“kau mau apa Hem?.”rey bertanya lembut.
“a-aku lapar.”
Huh...
Rey menghembus kan nafas nya panjang.
“lalu kenapa bisa jatuh?.”
Tanya Rey sembari berdiri menghidup kan lampu utama kamar.
Cetak.
Suara saklar di tekan.aira mendongak, sekarang pandangan nya benar-benar terlihat.dada bidang Rey yang tidak terbalut pakaian, terekspos sempurna.
“aku kesandung kursi.”jawab Aira lirih.
“kau benar-benar lapar?.”
Aira memegangi perut nya.
“tunggu di sini,aku akan membuat kan mu sesuatu.”
Menyahut kaos yang ada di atas sofa,Rey langsung turun ke lantai paling bawah.berjalan menuju dapur.
“kau sedang apa?!.”
“abang!.”
Rey memekik kaget,saat tiba-tiba saja bang Rendy sudah berdiri di belakang nya.
“jangan berteriak, suara mu membangun kan seisi rumah.”kesal Rendy.
“kenapa Abang ke dapur?.”
“ambil minum,kakak ipar mu terbangun karena haus.”jawab Rendy.
Ah, benar-benar suami perhatian.
Rey terkekeh,sembari memandangi sang Abang yang sibuk menuangkan air dari teko ke gelas kaca.
“kau juga sedang apa di sini Rey?lapar?.”
“bukan aku,Aira yang lapar.efek terlalu lapar,dia sampai tersandung kursi.”jawab Rey jujur.
“wah,ternyata adik ku berubah perhatian ya?.”
Bersandar di meja dapur,Rendy mengamati kegiatan sang adik yang sibuk mondar-mandir kesana-kemari.entah apa yang di lakukan oleh laki-laki itu.
__ADS_1
“cari apa?.”tanya Rendy bingung.
“mau masak.”
“memang nya kau bisa masak? dulu saja saat mama mendatang kan chef di rumah kau kabur lewat pintu dapur.”
cibir rendy.semua orang di rumah ini memang bisa memasak,kecuali Rey.alena yang pemalas saja bisa memasak, karena setiap satu bulan sekali dulu, mama selalu mengundang chef terkena untuk mengajari anak-anak nya masak.
hanya saja,saat itu Rey yang paling bandel.dia selalu bolos saat chef datang.
“aku tidak bisa masak bang.”
“salah mu sendiri.”acuh Rendy
“lalu, bagaimana ini bang?.”
Rey bertanya bingung.
“di rak paling atas sebelah kanan,ada mie.tinggal masak mie, selesai.”
Rey mengangguk antusias,tangan nya terulur mengambil sebuah pop mie.mulai menyeduh nya mengguna kan air panas.
“rena masih mengganggu mu Rey?.”tanya bang Rendy penasaran.
“sering, gara-gara kakak membekukan semua aset papa.hampir tiap hari dia datang ke perusahaan,mengoceh ini lah itu lah.”
geram Rey.
“kau punya petugas keamanan kan?pinta mereka mengusir nya.”jawab Rendy enteng.
“bang,kenapa sih mama belasan tahun rela di madu sama nenek lampir?.”
Rey berbalik memandang ke arah sang Abang.
diam.raut wajah Rendy langsung berubah drastis,dan itu tidak bisa di tutupi oleh nya.
“jangan bilang cinta!aku tidak percaya mama mencintai papa.”tukas Rey.
“kau sudah dewasa rupa nya?.”puji Rendy.
“rena bukan perempuan baik bang.kita semua sama-sama tau, selama ini dia selalu berusaha menguasai rumah utama binantara.pada hal dia jelas tau,dulu papa bukan siapa-siapa.”
ujar Rey kesal.
tekanan darah Rey selalu meninggi jika mengingat tentang Rena dan segala kebodohan mama.
“kau benar.”jawab Rendy singkat.
“dan mama,oh ayo lah.mama selalu diam mendengar kan celotehan Rena yang benar-benar kelewatan.aku ingat saat itu,saat Abang menampar Rena untuk pertama kali nya.”ujar Rey bersemangat.
“aku kesal dia mengambil tas saint Laurent punya mama.”sahut Rendy tak kalah geram.
“lalu bang?apa alasan mama selalu diam dengan perlakuan papa dan Rena?.mama kaya?tentu, perusahaan dan semua aset atas nama mama.lalu kenapa mama bertahan?.”
rasa penasaran yang selama ini di tutupi oleh Rey akhir nya tercurah kan juga.
“karena Alena.”
jawab Rendy serius.
karena Alena?apa lagi ini.
Rey menatap bingung ke arah rendy.bagaimana bisa mama bertahan hanya untuk Alena,pada hal kan Rey adalah anak bontot.
__ADS_1
# Like, komen and vote ya readers kesayangan author bidadari ayah.