MENIKAHI PEMBANTU CULUN.

MENIKAHI PEMBANTU CULUN.
pada nyata nya kau berbohong.


__ADS_3

FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.


HAPPY READING.


“akhh!sakit!sakit,mas Rey tolong.”


Rey yang sibuk dengan leptop di hadapan nya,segera mendongak.ia yang sedang asyik bersandar di brankar Aira,segera mengalihkan pandangan nya.


“ra,Ra,bangun.”


Rey mengguncang badan Aira.


“hiks,hiks.”aira sibuk dengan mimpi buruk nya.


“ra,Aira bangun!.ra.”


Rey mengguncang bahu aira.karena lagi-lagi tidak mendapat respon, dengan terpaksa Rey menarik kedua tangan Aira sampai sang istri terduduk.


“sakit...”lirih Aira,membuka mata nya karena rasa sakit di perut nya.


“mas, sakit...”isak nya.


“maaf,kau bermimpi buruk tadi.”rey menenangkan.


“akh! silet,jauhkan!jauhkan benda itu dari ku sekarang?!.”


Setelah tenang beberapa detik,Aira kembali histeris melihat sebuah silet yang terletak tidak jauh dari tempat tidur nya.


“ra...”


“jangan mendekat,mereka akan memukul ku.”


Aira meringsek mundur ke belakang.


“tidak tenang,tidak akan ada yang memukul mu.percaya pada ku?.”


“percaya pada mu?di saat mereka memukul ku, kau di mana?.”lirih Aira dengan bibir bergetar hebat.


Skak mat.


Perkataan Aira bagaikan sebuah tamparan yang mengenai sampai ke nadi terdalam.


Dimana kau saat mereka memukul ku?.hanya satu jawaban nya.saat peristiwa itu terjadi,Rey sedang membahas masalah bersama Valerina.


Entah kenapa aku merasa sudah menjadi suami penghianatan yang tukang selingkuh.


Harga diri Rey terluka.


“ra...”


“sakit,semua nya sakit.badan ku sakit.”tubuh aira bergetar karena kesakitan.


“sakit mas,”


Aira mendekap tubuh nya sendiri.tubuh yang bergetar hebat,kala sebuah kilasan menusuk ingatan nya.kilasan tentang perundungan yang terus-menerus terjadi.


“maaf,maaf kan aku Aira...”


Andai aku tidak sibuk dengan dunia ku sendiri,janin mu pasti akan baik-baik saja.


“pada kenyataan nya aku hanya istri mu,tapi bukan orang penting di hidup mu.”

__ADS_1


“jangan bilang seperti itu,Ra....”


Rey mendekap tubuh Aira.sekarang giliran Rey yang terisak, membayangkan janin tidak berdosa harus lenyap hanya karena obsesi seseorang pada nya.


***


Aira menghela nafas panjang.kembali menggeleng,saat sebuah sendok berisi bubur ayam favorit nya,hendak di suapi oleh Rey.


“aku tidak lapar!.”lirih Aira.


“tapi kau belum makan sesendok pun, seharusnya jika ingin segera sembuh kau harus makan.”bujuk Rey.


“aku bilang tidak lapar, kenapa mas maksa sih?!.”


Sekarang giliran Rey yang menghela nafas sangat pelan.sedari tadi dia sibuk membujuk ini dan itu,tapi yang di bujuk hanya diam dan marah.


Pyar.


Astagfirullah,sabar rey.sabar,kau seharus nya sabar.ingat kalian berdua sama-sama sedang berduka, mengalah ada hal yang terbaik.


Rey menatap tajam ke arah mangkuk bibir yang baru saja di banting Aira, sampai-sampai pecah berkeping-keping dengan isi yang berceceran dimana-mana.


berulang kali Rey mengelus dada nya pelan.aira masih labil,dan sebagai suami Rey harus terus mengalah.


“jangan membuang makanan,ku rasa sebagai seorang anak yatim-piatu.kau pernah melihat orang-orang di jalanan,rela mengais nasi di tong sampah,demi makan.tapi kau?kau membuang makanan.”


Aira terhenyak mendengar perkataan rey.dulu ia sering kelaparan,dan sekarang setelah Allah memberi kan nya kenyamanan,aira justru menyia-nyiakan makanan.


“a-aku...”


“sudah Aira,jika kau tidak mau makan,setidak nya jangan membuat kekacauan.”


“mas Rey,apa kau benar-benar akan tetap bersama dengan ku?.”


Rey yang hendak menarik handle pintu, segera menghentikan langkah nya.


“apa maksud mu?.”tanya nya tanpa menoleh.


“aku dengar dari orang-orang di kampus,mereka melihat mu bersama dengan Valerina.apa kau akan kembali bersama nya?dan meninggalkan ku sendiri?.”


tanya Aira lirih.


“kau tidak mempercayai ku?aku suami mu sendiri,Aira.”jawab Rey.


“aku bukan nya tidak mempercayai mu mas,tapi aku bukan lah sosok yang kau cintai.bisa saja,mas berpaling begitu saja.”


“ra!aku tidak peduli sikap mu atau tanggapan mu kepada ku.tapi jangan lupa satu hal,kau istri ku dan tidak ada yang dapat merubah nya.”


Istri?.


Batin Aira bertanya-tanya.


“apa kau pernah menganggap ku sebagai istri mu?.”tanya Aira.


“bukan nya aku yang seharus nya bertanya Ra?.apa selama ini kau menganggap ku sebagai suami mu?atau hanya sebatas kewajiban mu saja.kewajiban yang tidak bisa kau tinggalkan.”tanya Rey balik.


Diam.


Aira menunduk.rey benar,selama ini Aira menjalankan semua hanya demi kewajiban.kewajiban nya sebagai seorang istri,tidak lebih.


“mas,aku sudah telat dua Minggu dari jadwal ku terakhir haid.apa jangan-jangan aku sedang hamil?.”

__ADS_1


Aira bertanya penuh dengan semangat.mereka sudah menikah selama dua bulan,tanpa peduli apa mereka saling cinta atau tidak.yang pasti Aira ingin kehadiran buah hati.


“mas,ini rumah sakit kan?.aku mau periksa ke dokter,bisa saja aku sedang hamil.”


Ujar Aira penuh kebahagiaan.mata nya terus-menerus berbinar,senyum terbit di wajah nya.


Nyut.


Rey menahan rasa sesak di dada nya.berbanding terbalik dengan Aira yang terus berbinar,mata Rey berkaca-kaca.


Kita sudah kehilangan nya,ra.kehilangan yang sudah kau harap kan ini.


Batin Rey meronta-ronta.


“mas Rey kenapa?.”


Tanya Aira sembari berusaha untuk turun dari brankar.


“shhhh.”


Aira meringis merasakan sakit di bagian bawah perut nya.


Rey segera berbalik.secepat kilat membantu Aira untuk duduk kembali ke tempat tidur.


“aku mau bertemu dokter,bisa saja aku sedang hamil.”kesal ayara.


“aira,jangan berharap seperti itu.”


lirih Rey.menangkup wajah cantik sang istri,yang terlihat banyak sekali luka sayatan.


“pasti ini sakit?.”


lirih Rey mengusap satu-persatu


luka di wajah Aira,lalu mengecup nya.


“mas,kenapa?apa mas tidak mau punya anak dari perempuan culun seperti ku?.”


“ra,terkadang dalam hidup kita tidak bisa mendapatkan apapun yang kita mau.”bujuk Rey.


“shhh...”


Aira kembali meringis.satu gerakan saja bisa membuat perut nya kesakitan.


“ada apa dengan perut ku mas?.kenapa sakit sekali?.”


Aira menatap mata Rey.untuk pertama kali nya,selama menjadi istri seorang Reynaldi binantara,Aira melihat Rey menangis.


“mas,jangan bohong.apa yang terjadi dengan perut ku?.”tuntut Aira.


“tidak ada yang akan terjadi,aku janji.”


Rey menggengam kedua tangan aira dengan erat.berulang kali meyakinkan bahwa tidak ada yang akan terjadi.


“mas bohong.”


“aku tidak bohong.”


“pada nyata nya mas berbohong pada ku,bukan hanya sekali tapi berkali-kali.”


# Like, komen and vote ya readers kesayangan author bidadari ayah.

__ADS_1


__ADS_2