
FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.
HAPPY READING.
Di sebuah kamar kosong.
Seorang pemuda tampan tengah meringkuk di sudut ruangan.suara gedoran pintu,tidak lagi ia perduli kan.
Aira,maaf kan aku.
Sebuah foto ia dekap dengan sangat erat.foto sepasang anak kecil yang saling merangkul,dengan senyum lebar yang terpatri di bibir mereka masing-masing.
Di belakang nya terdapat background panti asuhan kasih bunda.
“aira,maaf.”
Alfa terisak kencang.
Di kamar yang minim cahaya,dan hanya di Sunari oleh cahaya matahari.alfa terisak kencang,tubuh nya lusuh.dengan kamar pribadi yang dulu rapih sekarang berubah berantakan.
“alfa!ini mama sayang,buka pintu nya!.”
Tante nindi menggedor-gedor pintu kamar Alfa.
“alfa,please.”
Alfa hanya diam.selama beberapa hari ini,Alfa hanya berdiam diri sembari berteriak-teriak seperti orang setres.
Seorang psikolog juga di datang kan untuk mengechek keadaan Alfa.dan berakhir dengan,di ketahui nya Alfa mengalami depresi berat.
Aira,aku harus menemui nya sekarang.
hanya itu yang ada di dalam fikiran Tante nindi.
dengan mengendarai mobil nya sendiri, Tante nindi melajukan mobil nya ke dalam rumah sakit tempat Aira di rawat.
sret.
Rey yang sedang duduk sembari mengelus pelan kepala Aira,langsung mendongak.tatapan nya berubah tidak suka,untung ayara sudah tidur karena efek samping pereda rasa sakit.
“sedang apa Tante di sini?.”tanya Rey tidak suka.
“rey,Tante mau bicara dengan Aira."pinta Tante nindi lirih.
“aku tidak mengizinkan nya.apa Tante tidak tau?kami baru saja kehilangan calon bayi kami,dan Tante mau mengusik Aira lagi?.”
Rey berujar sinis.
Aira mu sudah terlalu lelah.
batin Rey.sembari mengelus pelan kepala Aira yang masih terlelap,do pangkuan nya.
mata sembab Aira semakin membuat dada Rey terasa di remas-remas.mengingat,semua nya adalah kesalahan nya.
“alfa depresi Rey, dia hanya memanggil nama Aira terus.tante mohon Rey, izinkan tante bicara dengan Aira sebentar.”mohon Tante nindi.
“alfa depresi?.”kaget Rey.
“sejak pertengkaran terakhir kalian,Alfa terus mengurung diri di dalam kamar.setiap hari dia membanting semua barang yang ada di dalam kamar,lalu menangis dan terisak kencang.sampai sekarang,Alfa tidak pernah mau keluar rumah.hanya nama Aira yang terus ia panggil.”
__ADS_1
Rey termenung mendengar cerita dari Tante nindi tentang Alfa.sebenci apapun Rey pada Alfa,ia tidak bisa menampik Alfa adalah salah satu sepupu yang paling dekat dengan nya,walau pun perselisihan sering kali terjadi di antara kedua nya.
“ini semua adalah kesalahan Tante,kenapa Tante melakukan hal-hal gila yang berujung pada Alfa depresi?!.”kesal Rey.
“tante mohon,minta Aira untuk bicara dengan alfa.”mohon Tante nindi.
“aku akan bicara kan nya nanti,tapi aku tidak janji dalam waktu dekat.kondisi Aira belum pulih.”jawab Rey penuh pertimbangan.
“terima kasih,Tante pamit dulu ya Rey?. terima kasih banyak.”
setelah mendapat kan apa yang dia ingin kan,Tante nindi segera pamit undur diri dari sana.
Seperti nya Tante nindi.rey kembali termenung sepanjang malam,bimbang dengan keputusan nya sendiri sekarang.
Pagi hari.
“pagi ra.”
Aira yang baru membuka mata nya, tersenyum tipis.seperti yang terjadi beberapa Minggu terakhir,Rey akan selalu menyambut nya setiap pagi.
Sebuah kecupan di layangkan Rey di kening Aira.
“pagi.”jawab Aira.
“mas sudah sehat?.”begitu melihat tidak ada infus yang melekat di punggung tangan sang suami.aira langsung bertanya.
“allhamdullillah,aku harus sehat untuk menjaga mu.”
Ujar Rey.
“kau mau mandi?kau sudah tidak mandi dari kamarin?.”tawar Rey.
Aira tidak menolak,tapi mengisyaratkan enggan mandi karena rasa sakit di perut nya.
“aku akan memandikan mu.”
Apa?!.
Aira yang sedang duduk langsung terbelalak kaget mendengar tawaran yang di beri kan oleh Rey.
“mas bilang apa?.”beo Aira.
“aku akan mamandikan mu.”ulang Rey polos.
“yang benar saja mas,aku bukan bayi.”protes Aira kesal.
“siapa bilang kau bukan bayi?kau bayi ku,bayi mungil kesayangan ku.”
jawab Rey,mencubit pelan pipi Aira.
“tapi mas...”
“diam lah,biar aku yang membantu mu.”
tanpa mendengar kan protes yang di layang kan oleh Aira.rey segera menggendong tubuh mungil sang istri ke dalam kamar mandi yang tersedia di dalam ruang rawat VIP itu.
tiga puluh menit kemudian.
“nah sudah rapih.”
__ADS_1
Rey mengenakan jilbab langsungan pada aira.setelah selesai dengan ritual memandikan aira,sekarang Rey langsung menyambung ritual berikut nya.yaitu membantu Aira, memakai kan baju.
”terima kasih.”
Jawab Aira.
Tok.
Tok.
“masuk!!.”pekik Rey.
Brugh.
Pintu langsung di buka dengan keras oleh tiga gadis barbar yang sedari kemarin menahan diri untuk tidak menjenguk teman karib nya ini.
“aira!!!.”
Nana,Nanda dan juga Alia langsung berhamburan ke arah Aira.baru saja hendak mendekap tubuh Aira,Rey lebih dulu menghalangi mereka dengan tubuh tegap dan tinggi nya.
“aira sedang sakit,jangan menyentuh nya.”tegas rey.
“eh iya senior.”jawab mereka bersamaan.
Rey menyingkir,duduk di sebelah Aira.sembari memantau, sahabat-sahabat Aira yang bisa saja bertindak brutal.
“aira, bagaimana kabar mu?.”tanya Alia.
“kau baik-baik saja kan?.”sambung Nana khawatir.
“tingkah mu ini semakin membuat kami khawatir saja.seharus nya kau kemarin,biar kan saja Nana ikut dengan mu.dia atlet taekwondo,dia pasti bisa menjaga mu.”
timpal Nanda khawatir.
“aku tidak menduga, mereka datang hanya untuk membully ku.”lirih Aira dengan mata berembun,mengingat janin nya gugur begitu saja.
“jangan sedih,ra.kakak ipar mu sudah memberes kan semua nya.”jawab Nana penuh kebanggaan.
“bang Rendy?.”
“iya,Abang senior rey.dia sudah membereskan semua nya sampai tuntas.”
Mengalir lah cerita ke empat sahabat itu.sampai waktu nya mereka untuk kembali kuliah, baru lah mereka berpamitan pulang.
“terima kasih sudah berkunjung.”
Sebagai tata Krama kepada tamu.rey mengantar ketiga sahabat Aira sampai ke pintu ruang rawat.
“oh iya,senior.ketua bem,Adit menanyakan tempat Aira di rawat,kami harus bilang apa?.”tanya Alia ragu-ragu.
“untuk apa dia bertanya?.”tanya Rey tajam.
“aku tidak tau,tapi dia terus bertanya dari kemarin.kami harus bilang apa senior?.”tanya Alia bingung.
“mudah saja,kalian tinggal bilang tidak tau di mana Aira di rawat, karena dia belum menghubungi kalian.”jawab Rey sangat enteng.
“turuti perintah ku!.”
# Like, komen and vote ya readers kesayangan author bidadari ayah.
__ADS_1