
FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.
HAPPY READING.
“aku merindukan mu Al,aku tidak menyangka kau akan kembali ke Indonesia.”
“aku harus kembali,Aira menunggu kehadiran ku senior,bukan begitu Devan?.”alia menoleh, tersenyum sangat tipis ke arah Devan.
“iya.”singkat nya.
“kau akan benar-benar kembali ke sini kan?.kau tidak akan pergi lagi ke Singapura kan?.”tanya Andra beruntun.
“apa maksud mu senior?.aku tentu akan tetap kembali ke Singapura,study ku baru di mulai.devan juga sudah mendapat pekerjaan di perusahaan teknologi terbaik di sana,aku tidak akan pernah tinggal di Indonesia lagi.”jawab Alia panjang lebar.
Alia mengulas senyum manis,menunjuk kan bahwa ia sedang sangat bahagia sekarang.
Sebenar nya,Alia berencana untuk kembali ke indonesia.tapi sang papa memberikan nya titah untuk tetap di sana,pada hal Alia benar-benar sudah berusaha membujuk sang ayah.tapi karena Devan juga sudah mendapatkan pekerjaan di perusahaan teknologi terbaik di sana,papa Alia memaksa putri bungsu nya itu untuk tetap di sana dengan alasan sudah ada yang menjaga nya.
“kau bercanda?.”tanya Andra tidak percaya.
“tidak, kami hanya datang untuk mengunjungi kedua orang tua.di tambah lagi,kami sudah memesan cincin untuk pertunangan.”
Deg.
Hati Andra memcolos mendengar perkataan alia.ternyata cinta nya sekarang,tidak ada harapan lagi.
“bayi nya sudah di bersihkan,maaf siapa yang akan mengadzani nya?.”
Karena terlalu sibuk dengan kondisi Aira yang mendadak kritis.semua orang sampai melupakan bahwa baby Sulthan belum di azanni.
__ADS_1
“aku!boleh kah aku yang mengadzani nya?.”devan mengangkat tangan nya,pertanda dia yang ingin melakukan nya.
“aku sudah mengadzani baby Reyna!kau boleh mengadzani nya!.”
“biar aku yang mengantar!.”mia langsung berhamburan, mengikuti suster bersama dengan Devan.
Di belakang,Alia,Andra dan bintang juga tidak mau ketinggalan.mereka juga ikut ke ruang bayi,yang di batasi dengan kaca transparan.jadi mereka bisa melihat dari luar.
Demi menjaga ke-sterilan,Mia dan Devan mengenakan pakaian khusus.
“mau aku yang menggendong nya?leher bayi sedikit sensitif?.”tawar Mia.
“sebelum nya,terima kasih banyak kak.tapi aku terbiasa menggendong bayi baru lahir,jadi jangan cemas.”
Jawab Devan santai,mulai menggendong tubuh mungil baby Sulthan, dengan sangat hati-hati.
Allahuakbar...
Allahuakbar...
Ternyata Devan benar-benar laki-laki baik.
Alia memandang sendu ke Dalam ruang bayi.di mana Devan mengadzani baby Sulthan.
Sekilas percakapan saat kedua nya tinggal seapartemen dan hanya beda kamar melintas di fikiran nya.
“untuk apa kau belajar seperti itu Devan?kau mau membuat bayi dengan siapa?.”
Alia mencibir, karena Devan pulang larut malam hanya demi belajar mengurus bayi di sebuah tempat yang di sediakan khusus untuk papa papa muda.
__ADS_1
Segala hal tentang bayi ada di sana.sekalipun lelah,Devan sama sekali tidak pernah absen.
“kau terus saja mengoceh!aku lelah.”
Devan berjalan ke dapur,menegak air dingin.
“memang nya kenapa?aku sendirian di apartemen!.”sungut Alia tidak suka.
“alia,aku lelah sekarang.kau selalu saja mengoceh,aku baru pulang kerja.”
“aku tidak mengoceh,hanya saja.aku penasaran untuk apa kau mengikuti les seperti itu?memang nya kau mau punya anak dengan siapa?.”
“dengan mu!.”
“apa?!aku tidak tertarik!.”alia menyilangkan kedua tangan nya di depan dada.
“aku bertanya serius jangan bercanda Devan!kau benar-benar menjengkel-kan.”alia menggerutu karena kesal.
“kau tau kan aku orang yang perhitungan?.ini memang keputusan ku untuk belajar dari awal,supaya nanti saat kau melahirkan aku bukan hanya siap dalam finansial,tapi juga dalam mental.mempunyai bayi buksn hal mudah,apalagi kalau suami nya acuh tak acuh.memiliki bayi itu sangat merepotkan, suami-istri itu harus saling menolong.supaya tidak ada yang kelelahan.dan aku?aku tidak mau kau kelelahan karena sendirian.”
Sekilas percakapan itu berhasil membuat Alia tersenyum sangat lebar.
Tiga jam kemudian.
“bagaimana dokter?.”
“pendarahan nya sudah berhasil di atasi,Allah masih menyayangi aira.dia berhasil selamat,saya harap segera hubungi Rey,dia harus pulang secepat nya.”jawab dokter Sinta.
“allhamdullilah.”
__ADS_1
# Like, komen and vote ya reader kesayangan author bidadari ayah.