MENIKAHI PEMBANTU CULUN.

MENIKAHI PEMBANTU CULUN.
Muhammad Sulthan binantara.


__ADS_3

FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.


HAPPY READING


Oek,oek....


Mama,Revan,rendy,Devan,Alia dan Mia yang mendengar suara tangis langsung memekik penuh bahagia,berbagai kalimat syukur mengalirkan dari bibir mereka.


“allhamdullilah,Aira sayang anak mu sudah lahir dengan selamat.”


“aku mengantuk Bu.”hanya itu gumaman yang di beri kan oleh Aira.


Sebisa mungkin Aira menahan diri nya untuk tidak tidur sekarang,pada hal mata nya sejak awal sangat ingin tertutup.


“no,jangan tidur sayang.kau baru saja melahirkan,jangan tidur!.”ibu Revan auto panik.


“aku mengantuk ibu.”mata Aira mulai sayu.


“aira,bangun! pertahankan kesadaran mu sekarang.apa kau tidak mau melihat anak mu? lihat lah wajah nya sangat tampan.”


Dokter Sinta mengambil alih baby Aira yang sudah di bersihkan oleh seorang suster.tangis nya yang nyaring,berhasil membuat aira bertahan untuk membuka mata nya.


“sebentar,kita akan melakukan metode skin to skin supaya baby nya hangat.”dokter Sinta menempelkan tubuh ringkih itu di dada aira yang terbuka.


“lihat kan sayang?putra mu sangat tampan.mirip sekali dengan ayah nya,Rey pasti akan senang.”puji ibu Revan.


Mas Rey,dia sangat mirip dengan mu.aku sudah menduga nya,dia pasti akan tampan dan berbudi pekerti luhur.


“welcome to my world,baby Muhammad Sulthan binantara,nama benar-benar menunggu kehadiran mu di dunia ini.”gumam Aira lirih.


“ra,Aira sayang jangan tidur!cepat buka mata mu!.ibu akan benar-benar marah,kalau kau sampai memejamkan mata mu!.”


Bentak ibunda Revan frustasi,karena lagi dan lagi mata Aira berubah sayu.


“aku mengantuk Bu!.”


Sebisa mungkin ibunda Revan mengajak Aira mengobrol, memotivasi dan mengajari nya mendidik anak.namun selang beberapa detik,Aira benar-benar memejamkan mata nya.


“dokter!dia tertidur!.”


Dokter Sinta yang hendak melepaskan sarung tangan nya,langsung berhamburan mendekat.


“aira!Aira bangun!hey Aira bangun!bangun Ra atau Rey akan marah!.”pinta dokter Sinta.

__ADS_1


“suster ambil alih bayi nya!”titah nya lagi.


“dokter,tekanan darah nya menurun drastis.”


Suster berujar panik,melihat dari layar monitor tekanan darah Aira setelah melakukan operasi menurun drastis.di tambah pasokan oksigen yang ikut menurun.


Ini seharus nya tidak terjadi,Aira tadi baik-baik saja.


“ambil persediaan kantung darah golongan o- cepat!.”bentak suster Sinta.


“dok!apa yang harus kita lakukan?.”


“pertolongan pertama!kau tetap jahit perut nya,tolong pasang kan alat bantu pernafasan.aku akan menangani ini sesegera mungkin.dimana kantung darah nya!kenapa lama sekali!!!.”teriak suster Sinta panik.


Tidak lama,seorang suster kembali datang dengan langkah tergopoh-gopoh.membawa beberapa kantung darah yang langsung ia pasang,tangan nya dengan lincah menekan-nekan.


“bawa bayi nya ke ruang bayi!kita harus menangani ini sesegera mungkin!.”


Dokter Sinta mulai melakukan pertolongan pertama untuk menyelamat kan nyawa Aira.


Ya Allah,aku tidak berharap banyak.tapi ku mohon, izinkan anak itu berada dalam dekapan ibu nya.


Doa dokter Sinta.


Para dokter di ruang operasi saling bahu-membahu untuk menyelamatkan Aira yang sekarang berada dalam kondisi cukup kritis.


***


Pesawat.


Dodit menoleh ke arah Rey yang terus berkeringat dingin di sebelah nya.


“rey kau berkeringat?.ini bukan pertama kali nya kau naik pesawat kan?.”ledek Dodit.


“entah lah,aku saja heran.”jawab Rey melirik ke arah tangan nya yang bergetar,dan dahi yang terus berkeringat.


“ini makan dulu!mungkin saja kau bergetar karena lapar kan?.lain kali makan dulu sebelum berangkat ”


“ah sendwich?aku benar-benar merindukan ini.”


“apa aira tidak membuat kan mu sarapan?biasa nya dia yang paling rajin membuat kan mu sarapan?. ”tanya Dodit heran.


“aku tidak sempat memakan nya,tadi kan kita harus mengejar penerbangan.”

__ADS_1


Tadi,sebelum berangkat ke sini. Rey memang di buat kan sarapan oleh aira,sebuah sandwich isi daging dan juga secangkir kopi hitam.tapi, karena harus mengejar penerbangan,alhasil tidak ada satu pun makanan yang di sentuh oleh nya.


“kau seharus nya tetap memakan nya!ibu hamil itu sensitive.”saran Dodit.


“ya aku tau!ini memang bukan kali pertama ku menghadapi ibu hamil,dulu kak Mia juga begitu.”


“kenapa perjalanan ini terasa sangat lama ya?.”rey menyandarkan kepala nya di jendela,sembari menikmati sandwich.


“sabar,kita hanya tinggal di pulau K selama tiga hari setelah itu kau bisa menemani Aira sampai dia bersalin nanti.”dodit menenangkan.


“tolong Didit,tolak semua jadwal yang mengharus kan untuk keluar kota dalam waktu dekat,aku sangat ingin menemani Aira bersalin Nanti.”pesan Rey pada Dodit yang langsung mengangguk patuh.


***


“kenapa kau berisik sekali sih!.”


Rena melempar bantal ke arah keranjang bayi nya.wajah nya sudah merah padam,lagi dan lagi tidur siang nya tergangu.


“sudah ku bilang jangan berisik anak sialan!.”maki nya.


“rena!kau sudah gila,kenapa kau memarahi nya?!.”kesal papa.


“diam mas!jangan ikut campur.ini sudah siang,kenapa mas masih di rumah?!.pergi sana,kerja yang becus supaya bisa jadi orang kaya!.”reba ikut memaki sang suami.


“menjaga satu anak saja tidak becus!.”


Pyar,dug..


Rena kali ini tidak main-main,dia langsung menghadiahi sang suami dengan lemparan guci dan sebuah tendangan.


“kau itu diam saja dasar tidak becus!.masih untung aku tidak memecat mu sebagai suami ku!sudah tua,peyot miskin pula.”


Kesal Rena.


Oek,oek...


“diam!sebelum aku membunuh mu.”


Bukan nya mendiamkan sang bayi,Rena lebih memilih menyetel musik kencang-kencang dan melanjutkan tidur siang nya.


bayi mungil itu menangis tanpa henti pertanda kelaparan,tapi suara tangisan nya teredam oleh musik kencang yang Rena hidupkan.


benar-benar menjengkelkan,kenapa juga aku harus punya anak.

__ADS_1


Rena terus menggerutu tidak jelas.


# Like, komen and vote ya reader kesayangan author bidadari ayah.


__ADS_2