
FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.
HAPPY READING.
“siapa kau?.”
Seorang pemuda bertanya bingung sekaligus kesal pada seorang perempuan yang datang bersama rombongan nya,lalu mengacak-acak rumah nya.
Dengan keadaan yang sudah sangat jauh dari kata rapih,Aira menoleh.
“kau siapa?!berani sekali kau mengacak-acak rumah ku!.”pekik nya kesal.
“tenang bung,kami datang dengan maksud baik-baik.”ujar Alfa tenang.
“kau!bukan nya kau itu alfa?.”sinis nya.
“iya,ini aku.lama tidak berjumpa,Revan.kau sama sekali tidak berubah,tetap memandang ku dengan pandangan sinis.”jawab Alfa santai.
Bugh.
“hai kau!.”
Rendy menahan dada pemuda bernama revan,begitu melihat Reban memukul Alfa.untung nya di belakang,Rey sigap menahan tubuh Alfa agar tidak tersungkur di lantai.
“kami datang bukan untuk mencari masalah,kami datang baik-baik.jika kau berani menyentuh nya sedikit saja,aku benar-benar akan membuat mu binasa.”ancam Rendy.
“siapa kau!.”tanya Revan tidak terima.
“aku kakak dari mereka, karena itu jangan sentuh adik-adik ku sekalipun.aku bisa melakukan hal yang tidak kau duga,anak muda.”
Rendy mendorong bahu Revan menjauh.dia yang paling tua di sini,dan sebagai kakak Rendy mempunyai kewajiban untuk membela adik-adik nya.
Hufh.
Revan menghela nafas panjang.mengatur emosi nya yang mendadak meninggi begitu sana.
“duduk lah!.dan anda mbak,bisa duduk!sebagai tamu anda benar-benar tidak sopan.”sindir Revan.
“sayang,ayo duduk lah!.”
Rey berjongkok,membantu Aira untuk berdiri karena Rey tau,pujaan hati nya itu tidak sanggup lagi untuk berdiri.
“silahkan di minum.”ujar Revan.
“kau tidak berubah,van.masih sama seperti dulu, tempramen.”cibir Alfa.
__ADS_1
“aku masih membenci mu dan teman mu itu.di mana dia sekarang?dia pasti bahagia karena sudah menghancur kan keluarga ibu ku.pada hal,di lihat dari sisi manapun dia lah yang salah.”sindir Revan lagi.
Diam,Aira semakin menunduk kan pandangan nya karena merasa malu.tanpa di beri tau, Aira faham yang sedang di sindir oleh Revan adalah diri nya.
“dan mbak?maaf mbak siapa.kenapa kau datang kesini,lalu tiba-tiba datang ke rumah ini dan menghancur kan rumah ku?.”
“a-aku...”
“apa mbak tiba-tiba bisu?pada hal tadi dari kamar,aku mendengar jelas mbak berteriak-teriak seperti orang gila.jangan-jangan mbak memang sudah gila?.”
“jaga bicara mu pada istri ku!.”sentak Rey tidak suka.
“rey,tenang.biar kan aku yang berbicara lebih dulu.”alfa menengahi lebih dulu.
karena satu-satu nya orang yang paling mengenal Revan adalah diri nya.jadi mau bagaimana pun,Alfa tidak mau Rey menjadi pelampiasan amarah Revan.
“van,kau tau kan kedatangan kami kesini bukan untuk membuat masalah?. jadi jaga bicara mu,dan kita bahas dengan tenang.”titah Alfa.
“bilang saja,aku sudah tidak pernah melihat mu dan sahabat penghancur mu itu bertahun-tahun.lalu untuk apa kau datang kemari sekarang? dengan membawa orang-orang ini?.”tanya Revan curiga.
“dimana mama mu?aku tidak melihat nya?.”bukan nya menjawab,Alfa sengaja melirik l ke arah lain.
“aku bertanya baik-baik,apa maksud kedatangan mu?.apa jangan-jangan....gadis ini adalah sahabat mu!.”
“kau!.”
Revan tidak lagi bisa menahan amarah di hati nya,dia langsung mendekat ke arah Aira,hendak menyerang nya.
“maaf.”
Aira langsung berlutut di lantai,tepat di hadapan revan.bersimpuh,merendahkan harga diri nya.
tangan Revan yang terangkat,terkepal di udara.
“apa maaf mu bisa membuat semua nya kembali seperti dulu?!kau mau tau kan di mana ibu ku?!ikut aku sekarang!.”
Revan menarik tangan Aira untuk ikut dengan nya masuk ke sebuah kamar.
karena khawatir terjadi sesuatu pada Aira,Rey,Rendy dan juga Alfa langsung berlari mengejar nya.
deg.
mata Aira membola melihat seorang perempuan paruh baya yang sangat di kenal oleh nya terbaring lemah di atas ranjang.
“ma, kita kedatangan tamu.dia putri dari pelakor itu!.”sinis Revan.
__ADS_1
diam,wanita yang berada di atas ranjang sama sekali tidak menoleh.
“maaf,hiks aku benar-benar minta maaf.”aira terisak kencang.
“ini semua adalah salah ku,andai aku tidak hadir di dunia ini.”lirih Aira.
“untuk apa kau datang kemari?apa kau mau merebut harta warisan kami?.”tanya ibu Revan lirih.
“a-aku tidak datang untuk itu.aku datang untuk minta maaf nyonya,aku sudah menikah sekarang.aku takut perbuatan ibu membuat ku terkena karma,aku benar-benar tulus meminta maaf pada mu nyonya.”
Aira terisak,ia berlutut di sebelah ranjang dimana ibu Revan terbaring lemah tidak berdaya.
“kau sudah menikah?bukan menjadi selingkuhan kan?.”tanya ibu Revan.
“tidak,dia istri ku.istri ku satu-satu nya,menantu bungsu keluarga binantara.”jawab Rey tegas.
“binantara? syukurlah,kau tidak menjadi seperti ibu mu.menjebak laki-laki beristri hanya demi kekayaan.”ujar ibu Revan.
Aku benar-benar membenci mu ibu.aku tidak tau harus bagaimana,selain takut karena karma mu.ini yang paling aku takut kan,banyak orang yang mengatai ku anak haram.
Aira memejamkan mata nya.anak dari selingkuhan,membuat cap jelek di masyarakat.
“dimana suami mu?.”
Mendengar nama nya sedang di cari,dengan cepat Rey mendekat.ikut berlutut di sebelah ranjang,jujur sampai detik ini wanita adalah makhluk Tuhan yang paling di hargai oleh Rey.
“kau tampan,dan seperti nya kau adalah laki-laki baik.”
“terima kasih.”jawab Rey tersipu.
Tangan ibu Revan terangkat,mengelus pelan dan penuh kasih sayang pada pipi Rey.
“aku yakin kau laki-laki baik.nak,aku kenal ibu mu nyonya binantara,aku juga yakin didikan nya tidak main-main.dia pasti mengajar kan mu untuk menjadi pria yang menghargai perempuan.baik aku ataupun mama mu, sama-sama merasakan sakit nya di selingkuhi,nak.tapi aku lebih beruntung, karena aku tidak memiliki putri jadi aku tidak perlu takut putri ku terkena karma.tapi kau? kau punya adik yang mungkin saja menanggung karma ayah mu,karena itu berfikir lah jutaan kali sebelum bertindak.”
sebuah wajengan di beri kan pada rey.karena bagaimana pun,Rey titik tumpu keluarga.
“maaf ibu mertua,kenapa ibu terbaring di sini?apa ibu sedang sakit?.lalu kenapa tidak di rawat di rumah sakit?apa kalian tidak punya uang?aku bisa memberikan nya.”tanya Rey khawatir.
ibu Revan tersenyum mendengar panggilan yang di beri kan Rey pada nya.
“nak, seseorang bisa sembuh jika dia ingin sembuh.pada kenyataan nya,sejak awal aku tidak ingin sembuh.”jawab ibu Revan santai.
kau membuat banyak dosa ibu, aku tidak tau harus berkata apa.
# Like, komen and vote ya reader kesayangan author bidadari ayah.
__ADS_1