MENIKAHI PEMBANTU CULUN.

MENIKAHI PEMBANTU CULUN.
Devan si tampan dan tenang.


__ADS_3

FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.


HAPPY READING.


“sudah habis?.”


“em.”


“biar aku yang membuang nya.”


Devan mengambil alih botol air mineral yang sudah kosong dan juga cup mie.lalu membuang nya ke kotak sampai yang berada cukup jauh dari nya.


“kau mau ke toilet sekarang?.”tawar Devan.


“aku bisa sendiri.”tolak Alia lembut.


“kau bilang kan sakit perut tadi, aku tidak mungkin meninggalkan mu sendiri.”tegas Devan.


“bagaimana dengan koper kita?nanti di ambil orang.”tanya Alia bingung,menunjuk ke arah koper kedua nya.


“panggilan masuk ke pesawat masih dua puluh menit lagi,tenang saja tidak akan ada yang mengambil nya.ayo cepat!jangan membuat ku kesal,kau belum pernah melihat ku marah kan?.”ancam Devan.


“memang nya kau bisa marah pada ku?.”


Alia mendongak,memasang wajah super imut yang ia punya.karena perbedaan tinggi yang cukup drastis,membuat Devan juga harus menunduk untuk menatap Alia.


Tinggi Devan yang kurang lebih 183 cm berbanding cukup jauh dengan Alia yang hanya setinggi 159 sangat jauh.


“ah,aku memang tidak pernah bisa memarahi mu.ayo cepat lah!aku akan mengantar mu.”


Dari pada membuat nya marah,lebih baik aku menurut saja.


Alia pasrah,berjalan lebih dulu menuju ke toilet.di ekori oleh Devan yang dengan setia berjalan di belakang nya.


Begitu sampai di toilet, Alia masuk lebih dulu.sementara Devan menunggu di luar,berdiri bersandar cukup jauh dari toilet.mata tajam nya terus mengamati ke arah lain.


“dimana Alia?.”


“kau siapa?untuk apa mencari calon istri ku?.”


“aku ada urusan dengan nya.”

__ADS_1


“dia sedang di toilet,nanti saja.”


“lalu untuk apa kau disini hah?!seharus nya kau biar kan saja dia sendiri!.”


“dan membiarkan pria seperti mu menemui calon istri ku.maaf,aku tidak sebodoh itu.”devan menjawab dengan sangat tenang.


Senyum tipis yang terukir di bibir Devan,menunjuk kan pria tampan ini adalah orang yang tenang.tidak mudah meledak ataupun marah-marah hanya karena hal-hal sepele.


Wah, Alia pasti sangat beruntung memiliki pria seperti ini.


Aira yang berdiri cukup dekat,memandang kagum ke arah Devan.


“sudah ku bilang jangan memandang pria lain lebih dari lima detik.”bintang menutupi mata Aira.


“ish,kak bintang aku kan tidak salah.salah mas Devan lah,kok ganteng.”


Devan langsung terkekeh kencang mendengar protes yang di layangkan Aira pada bintang.


“maaf nona,saya takut suami anda cemburu.karena itu jangan memuji saya.”sela Devan sopan.


“astaga, bagaimana bisa mas Devan tau aku sudah menikah?.”tanya Aira heran.


“alia sudah menceritakan semua nya,tentang orang-orang yang ada di sekitar nya.termasuk kau bintang,dan terkhusus,kau! andra.”


“apa kau sedang bercanda sekarang,Alia bukan orang seperti itu,dia gadis yang introvett.”andra menyanggah.


“tapi bukti nya dia yang memberitahu ku segala nya.”sahut nya tenang.


“devan,ternyata kau the best,kau tidak malu membelikan ku ini!.”


Tidak lama,Alia yang tadi nya sibuk di dalam toilet.sudah keluar,terus berceloteh tanpa sadar ada banyak orang yang mendengar nya.


“kalian?.”kaget Alia.


“dia membelikan mu apa?.”karena penasaran,Aira mengambil alih kantong kresek di tangan Alia.


“pembalut? astagfirullah,aku tidak menyangka hubungan kalian sudah sampai sejauh ini.sampai-sampai Devan,mau membelikan mu ini.”celoteh Aira bahagia.


“kalian sedang apa di sini?.”tanya Alia.


“aku ingin bicara dengan mu.”

__ADS_1


Alia tersentak,saat Andra tiba-tiba menarik tangan nya.


“jangan bawa calon istri ku!.”devan menahan tangan Alia.


“biar kan aku bicara dengan nya!.”ujar Andra keukeh.


“dia calon istri ku,kau tidak punya hak untuk memaksa nya ikut dengan mu.”jawab Devan tegas.


“aku hanya bicara dengan nya,kau hanya calon nya jangan berani-berani menghalangi ku.”


Andra mengeraskan rahang nya.aura permusuhan antara Devan dan juga Andra sekarang benar-benar terasa.


Devan menahan tangan sebelah kanan, begitu juga sebalik nya,Andra menahan tangan kiri Aira.


“senior,kita bicarakan baik-baik.”aira membujuk.


“senior lepaskan tangan ku!kau tidak berhak menyentuh ku sedikit saja.”alia mulai geram,dengan nada membentak ia langsung menyentak tangan Andra.


“alia,aku mau bicara dengan mu!.”pinta Andra sedikit memaksa.


“senior,anda tidak punya kesempatan untuk bicara dengan saya.kenapa anda tidak menghabiskan malam yang hangat di hotel bersama Nana saja,dari pada harus hujan-hujanan datang ke sini?.”sindir Alia pedas.


“alia,aku datang jauh-jauh untuk bertemu dengan mu,dan apa yang kau lakukan?!.”tanya Andra kesal.


“maaf senior,bukan menyela.tapi anda sendiri kan yang bilang saya bukan tipe anda,saya tidak bisa tampil seseksi Nana yang hanya memakai bikini.lalu kenapa anda mau bicara dengan saya sekarang?.setiap bertemu anda selalu membanding-bandingkan saya dengan Nana, Nana yang ini lah yang itu lah.pria seperti kalian,tidak pernah mengerti perasaan saya.”


Alia menepis pegangan tangan Andra,air mata mengalir begitu saja


andai bisa berteriak,Alia ingin mengadu pada alam semesta.selama berteman dengan Nana,dia selalu menderita.kehidupan nya tidak bahagia,semua pria yang ia suka membanding-bandingkan nya dengan Nana.


“saya bangga menjadi Alia yang sekarang,Alia yang sopan dan sederhana.saya bangga menjadi diri sendiri,saya tidak perlu menjadi Nana yang di agung agung kan banyak orang karena tubuh nya yang sempurna.karena semua itu adalah semu,saat tua semua akan berubah.saya bangga menjadi diri saya sendiri,dengan begitu saya bisa tau mana yang mencinta dengan tulus,atau sekedar nafsu biasa.dari dulu,saya rela di cibir karena penampilan,dari pada di puji karena nafsu.”


telak, perkataan yang di keluarkan oleh Alia berhasil membuat Andra terdiam.seakan baru sadar tentang semua kebodohan nya.


“karena itu senior,jangan sekalipun kau membanding-bandingkan saya dengan nana.karena kami adalah manusia dengan kepribadian yang berbanding terbalik.saya harap ini pertemuan yang terakhir,Aira jaga diri mu.”


setelah berujar panjang lebar, menumpahkan segala keluh kesah yang selama ini di pendam nya sendiri.alia menarik tangan Devan untuk segera pergi dari sana,beriringan dengan panggilan bahwa pesawat yang akan mereka tumpangi segera lepas landas.


“tenang,semua akan baik-baik saja.aku janji.”bisik Devan lirih,merangkul mesra bahu Alia.


bismillah,Alia.ini hidup baru mu.

__ADS_1


# Like, komen and vote ya reader kesayangan author bidadari ayah.


__ADS_2