
Tiga puluh menit kemudian.
Pesawat yang di tumpangi oleh Rey dan juga Dodit mendarat dengan selamat di kepulauan K.
Hufhh,akhir nya aku bisa bernafas.
Rey duduk di atas koper yang memang ia bawa.meminum seteguk demi seteguk air putih, perjalanan kali ini memang membuang waktu yang cukup lama.
“rey,kau mau makan sesuatu sebelum pergi ke hotel?.”tawar Dodit yang menunggu taksi.
“entah lah,aku tidak nafsu makan apapun sekarang.”
Rey menjawab lesu,tangan nya secara perlahan membuka handphone yang sejak tadi tidak ia buka karena berada dalam pesawat.
Ting.
Ting.
Ting.
Begitu banyak pesan yang sudah masuk ke dalam handphone Rey.
Dert dert...
Bulum juga membuka pesan-pesan.bang Rendy sudah lebih dulu menelfon nya.
Via telfon.
[Halo assalamualaikum bang?ada apa?.apa Abang juga yang menuliskan deretan pesan pada ku,maaf bang beberapa detik yang lalu aku baru turun pesawat.apa terjadi sesuatu?Abang tidak biasa nya...]
__ADS_1
[Rey bodoh!kau dimana sebenar nya sekarang?!.semua orang panik setengah mati,tapi kau?kau tidak bisa di hubungi!kenapa kau keras kepala sekali hah?!Abang sudah bilang jangan tinggal kan Aira,kau tau kan istri mu itu sedang hamil besar?! bagaimana bisa kau meninggalkan nya sendirian?]
[Abang, Abang kenapa sih?!Aira sendiri yang memberikan ku izin.jika dia tidak memaksa tentu aku tidak mau pergi.]Rey bersungut-sungut tidak suka.
Andai saja Aira tidak memaksa nya untuk pergi ke pulau K.rey juga tidak akan melakukan nya, kehamilan Aira yang semakin besar membuat nya berfikir ratusan kali.
[Aira sudah melahirkan, kondisi nya kritis sekarang.aku tidak perduli sekarang kau sedang di mana,tapi segera lah pulang!atau kau akan menyesal!.].
Tut.
***
“mas sudah bisa menghubungi nya?.”tanya Mia khawatir.
“em,sudah!Rey baru sampai di pulau k.aku juga sudah mengechek jadwal penerbangan,ternyata dalam tiga hari ke depan tidak ada penerbangan ke Jakarta.”
Keluh Rendy kesal.
“rey harus transit ke Bandung karena penerbangan itu paling cepat dari pulau k.mama tenang saja,Allah akan memudahkan.”rendy menenangkan.
“aku sudah menelpon bintang,dia akan datang ke sini dengan Andra.”
Andra?!.
Alia yang sejak tadi bersandar di dinding langsung menetapkan bahu nya mendengar perkataan Revan.
“kau mau pulang sekarang?kau terlihat tidak nyaman.”melihat gelagat Alia yang terlihat tidak nyaman,Devan langsung bersuara.
Diam,Alia belum beraksi apapun sampai beberapa menit.ia sekarang sedang perang batin.
__ADS_1
“tante,bang.seperti nya aku dan Devan harus pulang dulu!kami belum bertemu orang tua kami,dan juga aku sedikit merasa lelah,maaf.”ujar Alia tidak enak.
“no,jangan merasa tidak enak.tante faham,sejak tadi kalian sudah bersama dengan Aira,kalian bahkan baru sampai dan belum menemui keluarga kalian.jadi lebih baik kalian pulang lebih dulu,dan mengistirahat kan diri.”ujar ibunda Revan.
“ayo!.”ajak Alia.
Baru saja kedua nya hendak berjalan, dua pasang kaki berlarian mendekat.alia tidak bisa menahan diri untuk tidak mendongak.
Andra?.
“alia?.”kaget Andra.
“hai senior,apa kabar?.halo senior bintang,senang bertemu dengan kalian berdua.”alia membungkuk kan badan nya hormat.
“kau sudah pulang?.”tanya bintang.
“aku hanya mengambil cuti satu Minggu, menemui Aira.setelah itu kami tetap akan pulang ke Singapore.”
Jawab Alia santai.
Grep.
Devan memejamkan tangan nya,tersenyum tipis.pada hal sekarang kedua tangan nya sedang mengepal erat.
Devan adalah orang yang tenang,dan sekarang dia sudah membuktikan nya.sekarang,sebisa mungkin Devan menahan diri untuk tidak meledak,pada hal Andra sudah berani memeluk Alia.
“apa anda benar-benar merindukan saya senior?.”ledek Alia.
“sangat,aku bisa gila hanya karena merindukan mu.”jawab Andra.
__ADS_1
“senang bertemu dengan pria hebat seperti anda lagi.