
FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.
HAPPY READING.
Sebuah mobil putih melaju dengan kecepatan sangat tinggi.pedal gas di injak dengan sangat kencang, beberapa kali sang pengemudi tampak menyalip beberapa kendaraan.
Tin.
Tin
Tin.
Pengemudi nya terus menekan klakson.meminta para pengendara untuk segera menepi dari jalan.seakan-akan menyuruh mereka untuk memberi jalan pada nya.
“rey,jangan seperti orang kesetanan.”
Teriak Rendy kesal.karena sang adik menyetir seperti orang kesurupan.
“diam lah bang!kita harus cepat.aku benar-benar khawatir dengan keadaan Aira sekarang!.”
kesal Rey.
satu tangan memegang kemudi.sementara satu tangan nya lagi mengambil handphone.
tut...
Tut...
[halo?]~rey.
[ada apa Rey?aku baru tidur ini loh].Andra langsung mengoceh penuh amarah.
[Andra, cepat hubungi bintang.minta mereka untuk membawa teman-teman Aira ke kampus Sekarang]~tita Rey.
[ada apa?apa ada yang terjadi dengan Aira?bilang saja sekarang?]~pinta Andra.
[Aira belum pulang ke rumah.sudah ku hubungi tapi tidak di angkat,posisi terakhir nya di kampus].
[baik.]
tut.
begitu panggilan di mati kan oleh Rey.andra segera loncat dari tempat tidur nya, menyahut kunci mobil sembari mengklakson ke arah rumah bintang.yang berada tepat di depan rumah nya.
“andra, apaan sih?!.”
Bintang yang sedang asyik bermain PS mengumpat kesal karena suara klakson dari Andra.
Dengan cepat,bintang membuka jendela kamar atas nya.
“woy!ngapain malam-malam?.”bentak bintang kesal.
“aira hilang.”
“apa?!.”
Bintang langsung terpekik kaget.
“cepat turun!bawa handphone mu.kota harus segera menghubungi teman-teman Aira, menanyakan keberadaan aira pada mereka.”
Pekik Andra lagi.
***
Universitas xxx.
“sial,kenapa mereka lama sekali sih?!.”
__ADS_1
Rey mengumpat kesal.
“sabar Rey,mereka masih harus menjemput teman-teman aira.”
Jawab Rendy menenang kan.
“bang,ini Aira hilang loh!.”kesal Rey pada sikap sang Abang yang sangat santai.
“sabar Rey.satpam juga sedang mengambil kunci gerbang,kau tenang saja,dia pasti akan baik-baik saja.”rendy kembali menenangkan.
Tin.
Rendy dan Rey menoleh.
Mata Rey berbinar penuh bahagia,menatap mobil Andra yang melaju sangat kencang ke arah mereka.
“kenapa belum masuk?.”
Tanya Andra,sembari keluar dari mobil masih mengenakan baju tidur berwarna hitam.
“dimana teman-teman nya Aira?.”
Rey tidak menghiraukan pertanyaan Andra,yang terpenting sekarang adalah keberadaan sang istri,aira.
tidak lama keluar lah dua gadis yang memakai piyama Doraemon di iringi oleh bintang sebagai pengawal.
Nana dan Alia menatap bingung tiga pemuda yang sedang mencari keberadaan teman mereka.
“ada apa ini senior?kenapa kalian mencari Aira?.”tanya nana panik.
“kapan terakhir kali kalian lihat keberadaan Aira?.dia belum pulang?.”tanya bang Rendy panik.
“tunggu,ada hubungan apa kalian dengan Aira.jangan-jangan kau suami nya!.”
Nana si ketus langsung menuduh.jari telunjuk nya menunjuk ke arah Rendy,dengan tatapan tajam.
Adik ipar?.
“jadi senior Rey adalah istri teman kami?!!!!.”
Pekik Nana dan Alia bersamaan.
“kembali ke leptop!!!.”pekik Andra kesal, karena topik melenceng dari pembicaraan utama mereka.
“kapan kalian terakhir melihat Aira?.”tanya Rey serius.
“sewaktu pelajaran terakhir.tadi waktu pelajaran terakhir,seorang senior mendatangi kelas kami.mereka bilang Aira di panggil dosen,jadi Aira langsung pergi.sampai kelas bubar Aira tidak kembali ke kelas,kami tidak tau.kami pulang duluan, karena kami fikir dia juga pulang duluan.”jelas Alia mengingat-ingat.
“senior?siapa yang kalian maksud?.”tanya bintang.
bintang menerka-nerka.karena tadi, saat pelajaran terakhir Anita pergi dan tidak kembali-kembali sampai pelajaran usai.
“siapa ya?aku lupa nama nya.”jawab Alia bingung.
“anita,mantan nya senior rey.dia yang tadi memanggil Aira.”jawab Nana yakin.
“sial.”
umpat empat laki-laki tampan itu secara bersamaan.
“kita ke ruang kendali cctv.aku harus mengecek keberadaan aira.”
Rey langsung berlari ke ruang kendali di bantu oleh dua satpam yang kebetulan sedang shift malam.
“kita butuh izin dari Dekan untuk melihat cctv.”
begitu sampai di depan pintu ruang cctv,Andra berujar bingung.
__ADS_1
“tenang,papa ku akan mengurus nya,kan dekan nya kakek ku.aku tadi sudah cerita, beliau sudah mengubungi satpam untuk mengizinkan kita melihat cctv.”
Alia menjawab sangat santai.kakek nya adalah dekan universitas,semua nya akan berjalan aman sekarang.
“toilet.”
ujar mereka semua bersamaan begitu melihat di rekaman cctv terlihat Anita and the geng mengajak Aira ke arah toilet perempuan di lantai dasar.
“rey!!bawa senter dulu!.”
pekik Andra kesal.
“senior jangan banyak bicara,kita harus mengajar nya.”
Nana berujar ketus,tangan nya langsung menyahut senter dari tangan Andra,lalu berlari mengejar Rey.
gelap gulita.
mereka semua menghenti kan langkah secara bersamaan.karena kondisi toilet gelap gulita ad minim penerangan.
“na,aku takut.ini kan toilet tempat ada mahasiswi yang aborsi.”
Alia merapatkan tubuh nya pada nana.bulu kuduk nya berdiri,mengingat cerita kelam di area ini.di Mana ada seorang mahasiswi yang meninggal akibat gagal melakukan aborsi.
“astagfirullah.”nana berulang kali istighfar.
“rey,tunggu.ini toilet angker,ini juga sudah malam.”bintang menahan tangan Rey yang hendak berlalu pergi ke area toilet.
“istri ku dalam bahaya sekarang,dan kau masih memikirkan itu?!.”bentak Rey kesal.
“pelan kan suara mu rey.bukan hanya kita yang tinggal di bumi ada makhluk lain juga yang ada di sini.jaga tata Krama mu.”
Rendy yang paling sulung langsung mengeluarkan nasehat nya.
“bang bagaimana ini?.”tanya Rey putus asa.
“bismillahirrahmanirrahim.”
Rendy berucap bismillah berjarak 5 meter dari area toilet.di mana ada banyak pintu yang berjajar.
“kenapa tidak mendekat sih?.”kesal Rey.
“diam,di toilet tidak boleh membaca ayat suci.karena itu Abang akan membaca nya dari jarak yang agak jauh.supaya kita semua terlindungi,angkat tangan kalian.”
Rendy memerintah kan.dengan cepat semua orang mengangkat kedua tangan mereka, memohon pertolongan pada Allah dari gangguan makhluk lain nya.
ayat kursi melantun merdu di sertai beberapa doa.
“amin, assalamualaikum..."salam Rendy lirih.
sebagai yang paling tua.rendy maju lebih dulu,mereka membawa cukup banyak penerangan,ada delapan senter besar yang mereka bawa.
“aira!”
“aira!!.”
“aira kau dimana?.”
mereka mulai memanggil manggil.
hening.
tidak ada sahutan apapun,membuat mata Rey mulai mengembun.
sampai pandangan mereka teralihkan pada satu toilet tertutup dengan tulisan sedang di perbaiki.
# Like, komen and vote ya readers kesayangan author bidadari ayah.
__ADS_1