MENIKAHI PEMBANTU CULUN.

MENIKAHI PEMBANTU CULUN.
Devan dalam dilema.


__ADS_3

karena takut tangisan baby Sulthan menggangu tidur Aira yang masih nyetak.mau tidak mau,Rey terpaksa membawa sang anak keluar kamar bertepatan dengan Devan yang melintas hendak mengambil air.


“baby Sulthan kenapa?.”tanya Devan bingung.


“dia tidak mau diam.”jawab Rey panik.masih sibuk menimang-nimang baby Sulthan.


“kau saja salah menggendong nya,dia masih bayi.tubuh nya masih sangat rentan,di mana Aira?kenapa tidak dia saja yang membangunkan nya?.”tanya Devan bingung.


“dia tidur,aku tidak tega membangunkannya.”


“ini lah peran suami! seharus nya kau ikut pelatihan! mengurus baby,supaya tidak merepotkan orang lain.”


Devan menggerutu,sembari meletak kan gelas yang akan di bawa nya untuk mengisi air.lalu ia mulai mengambil alih tubuh baby Sulthan.


karena memang sudah mengikuti pelatihan,dengan mudah Devan menidurkan lagi.


“kau hebat, bagaimana bisa kau menidurkan nya dalam waktu singkat?.”


“aku sudah berlatih untuk ini!bawa dia tidur.”


Rey mengangguk kan kepala nya, meletakan baby Sulthan ke dalam box bayi.


“tunggu Devan!duduk lah,tunggu anak ku dulu, kalau-kalau dia menangis.aku akan membawa kopi dan juga makanan.”


Devan mau tidak mau menurut,dia duduk bersila tepat di depan pintu kamar aira.mata nya kembali merenung, Devan dilema sekarang, perkataan singkat yang terjadi antara Andra dan juga diri nya mengantar Devan ke antara persimpangan jalan.


“jauhi Alia!sejak awal kau hanya membuat nya sengsara.”


“dia calon istri ku,tidak ada yang berhak melarang ku untuk mendekati nya.”jawab Devan tenang.

__ADS_1


sret.


Devan tetap tenang,mata nya melirik ke arah Andra yang dengan berani menarik kerah kemeja nya.


“dia tidak bahagia dengan mu!aku sudah bilang berapa kali!jika kau memang laki-laki sejati seharusnya kau menjauhi nya dan biar kan dia bahagia.”sinis Andra tidak terima.


“that word is more appropriate for you.”(kata itu lebih tepat untuk mu).


telak,Devan memang paling pintar membalikan perkataan nya.berdebat dengan Andra bukan lah hal yang sulit,sebagai pebisnis kelas kakap Devan sudah banyak menghadapi orang-orang seperti Andra.


sekalipun untuk sekarang Devan harus meninggalkan segala kekuasaan nya,demi menemani Alia di Singapura dan bekerja sebagai karyawan biasa.sikap mendominasi tidak akan pernah hilang.


“alia mencintai ku!kehadiran mu hanya menghambat kami.”desis Andra kesal.


“kemana kau selama ini sampai baru sadar Alia menyukai mu?.apa kau terlalu buta dengan keseksian Nana,sampai lupa ada seorang wanita yang memandang punggung mu dari jauh?.”


bagaimana bisa Devan tau?.


hanya itu yang ada dalam fikiran andra.bagaimana bisa Devan,sosok asing di hidup Alia tau tentang itu.


“jika kau penasaran bagaimana bisa aku tau,tentu saja dari alia.”


“alia tidak mungkin memberi tau mu.”


“aku tidak meminta mu untuk percaya pada ku,terserah kau mau percaya atau tidak.”jawab Devan sangat tenang.


“aku tidak peduli!yang terpenting kau harus menjauhi alia.”kesal Andra.


bugh.

__ADS_1


Devan menghadiahi wajah tampan Andra dengan sebuah tinjauan hebat,sampai membuat tubuh kokoh Andra tersungkur di lantai.


“kau menguji kesabaran ku!Alia bukan barang yang bisa kau buang lalu kau pungut kembali.”desis Devan marah.


Devan berjongkok,mata nya langsung bertatapan tajam dengan mata andra.kontak mata yang baru pertama kali di lakukan devan secara terang-terangan.


“jangan meminta ku untuk menjauhi alia.aku lelaki gentle,tidak seperti mu banci.jika kau menang ingin mengambil Alia, silahkan saja.buat dia kembali pada mu,jika dia memang mau kembali pada mu aku tidak akan menghalangi nya.”


Devan beranjak,hendak berlalu pergi.tapi tiba-tiba langkah nya berhenti begitu saja.


“tapi seperti nya kau harus bekerja lebih keras lagi.karena aku sangat mengenal wanita,sekali mereka berpaling sulit untuk mereka menoleh kembali,terutama setelah ada hati yang siap membantu nya untuk sembuh.”


Devan berlalu pergi setelah membuat mental Andra down sampai titik terendah.


“kau memikirkan apa sampai melamun?.”


lamunan Andra langsung buyar saat Rey datang membawa nampan untuk nya.


“apa lagi yang bisa membuat ku melamun.”jawab Devan.


“ah aku tau pasti ini bukan masalah perusahaan,apa karena Alia?.”


“hem,dia yang membuat ku seperti ini.”jawab Devan menyesal perlahan kopi buatan Rey.


“jika itu ada hubungan nya dengan Andra.aku harap kau jadi makan hati Devan,dia memang seperti itu.dia terkadang tidak pernah berfikir sebelum mengambil tindakan.”


jawab Rey penuh senyum.


Devan hanya mengangguk kan kepala nya pelan.

__ADS_1


__ADS_2